
Haloo semuanya! terima kasih banyak yang mau baca novel ini.Semoga kalian suka.
Tolong berikan like dan komen.
Terima kasih
"---"
Saat daniel sedang membaca dokumen asistennya masuk."Bapak presiden, jenderal Pei ingin bertemu"
"Persilahkan dia masuk" Tidak berapa lama seorang mengenakan pakain tentara masuk dan dibelakangnya diikuti cucu perempuannya.
Sang gadis bernama clarissa terlihat grogi memandang kearah daniel.
"Tuan Pei, sudah lama tidak bertemu" daniel berdiri dan berjabat tangan.
"Halo, bapak presiden" jenderal pei tersenyum.
"Jenderal pei, jika ada sesuatu yang penting langsung katakan saja di telepon dan anda tidak perlu bersusah payah"
"Tidak apa-apa,biarkan tubuh tuaku bergerak" jenderal pei menoleh ke arah belakang."Pak presiden, perkenalkan ini cucuku clarissa, clarissa sapa bapak presiden"
"Halo,Bapak presiden, namaku clarissa dan aku seorang mahasiswa hukum"
"Kelak kamu akan berguna untuk negara"
Clarissa terlihat malu-malu."Aku akan berusaha dengan keras"
"Tuan presiden,aku mendengar dari asistenmu, anda akan berangkat ke negara T, kebetulan sekali cucuku kuliah di negara T, apakah dia boleh berangkat bersama anda ke negara T?"
Daniel terdiam sejenak."Aku akan berkata dengan asistenku untuk mengatur sebuah tempat untuknya"
"Terima kasih pak presiden" clarissa menjadi bersemangat.
"Tidak perlu"
"Aku ingin pamit dulu" jenderal pei datang kemari untuk memenuhi permintaan cucunya dan mengerti dengan jalan fikiran cucunya.
Bapak presiden tampan,berprestasi dan masih belum mempunyai pendamping hidup,gadis mana yang tidak ingin menikah dengannya?
Jika ini terwujud, pasti akan sangat mengangkat derajat dari keluarganya.
Setelah kepergian jenderal pei dan cucunya, asisten daniel masuk ke dalam ruangan."Tuan presiden,jenderal pei ini sangat menggunakan hatinya"
"Berikan tempat untuk nona clarissa"
"Tuan presiden,aku akan mengatur tempat duduk di sebelah anda! dengan begini kalian bisa saling mengobrol"
Daniel menatap asistennya dengan dingin.
"Bahkan pemikiranku saja,kamu tidak bisa menebak dengan benar,jika begitu kamu dapat mengundurkan diri"
Asistennya menjadi takut."Tuan,apakah kamu tidak bisa melupakan wanita itu?cucu dari jenderal pei juga terbilang baik"
"Baiklah, aku akan memberikan kesempatan untuknya duduk di sebelahmu"
Sang asisten menghela nafas."Baiklah, aku akan mengatur tempat untuknya dan tidak akan mengganggu anda"
Sebuah mobil keluar dari istana kepresidenan, jenderal pei menatap cucunya dengan perhatian."Clarissa, aku sudah memberikan kesempatan untukmu,kamu harus menggunakan kesempatan ini dengan baik"
"Tenanglah kakek, aku pasti menggunakan kesempatan ini dengan baik" clarissa menyentuh rambutnya dengan percaya diri.
"Saat ini banyak wanita berebut untuk menjadi nyonya bapak presiden, jika kamu berhasil pasti akan membanggakan"
Clarissa menunjukkan wajah serius."Tenanglah kakek, aku akan menduduki posisi itu"
"Aku akan mencarikan pengawal wanita untukmu dan menyuruhnya untuk terbang terlebih dahulu"
"Kakek, buat apa kamu mencarikan pengawal untukku,hidup terus diawasi adalah membosankan,lagipula apakah wanita itu dapat diandalkan?"
"Bisa, walaupun wanita itu muda, tapi kemampuannya dapat diandalkan" sang kakek memperlihatkan foto wanita cantik sedang memakai pakaian hitam.
Clarissa marah melihat wanita itu lebih menarik daripada dirinya."Kakek, aku tidak membutuhkan pengawal"
Jika pengawal cantik berada di sampingnya, bukankah bisa mengalihkan pandangan padanya?
"Tidak bisa, ingatlah kejadian waktu kamu diculik, semua keluarga menjadi ketakutan, sekarang aku harus memberikan perlindungan extra padamu,pengawal ini akan masuk di kelas yang sama denganmu, kalian bisa menjadi teman"
"Aku tidak memerlukannya"
Jenderal pei mengerti sifat cucunya."Setahun lagi kamu akan mendapatkan gelar s3, pengawal ini akan menjagamu selama satu tahun, setelah itu kamu bisa bersanding dengan bapak presiden"
Clarissa tersenyum nakal."Aku pasti mendapatkan dua gelar tahun ini"
Pukul 6 sore, Di sebuah bandara, pesawat pribadi sudah terpakir dan clarissa sudah menunggu di ruang istirahat.
Pukul setengah 7 rombongan mobil sampai, seorang pemuda turun dikawal beberapa orang menuju ke pesawat.
Banyak wanita melihat ke arah seorang pemuda.Bawahan daniel menyapa clarissa di ruang istirahat."Nona clarissa,kita akan segera berangkat,silahkan kamu ikuti aku"
"Baik" freddy membawakan koper miliknya menuju ke pesawat
"Kemarin malam tuan presiden tidak tidur karena suatu pekerjaan,mungkin saat ini akan beristirahat" fredy mencari alasan untuk menolaknya.
Clarissa terlihat kecewa."Benarkah?"
"Sepanjang perjalanan ini dia akan istirahat, lebih baik kita tidak mengganggunya"
clarissa sangat kecewa,ia mengira dapat mengobrol dengannya di dalam pesawat dan mendekatkan hubungan, namun ini hanya fikiran di dalam hatinya saja.
"Nona clarissa,namaku freddy, aku sangat menyukai jurusan kuliahmu, apakah kita bisa mengobrol?"
"Asisten freddy, apakah aku bisa bertanya padamu?"
"Katakan saja, jika aku mengetahuinya akan berkata padamu" freddy tersenyum.
"Apakah tuan direktur sudah memiliki pacar?"
"Berdasarkan pengetahuanku belum mempunyai"
Clarissa tersenyum."Apakah dia sudah menyukai seseorang?"
"Hal ini aku tidak terlalu paham, lagipula ini adalah kehidupan pribadinya"
Di hati tuan presiden sudah memiliki wanita yang sudah meninggal,semua ini adalah rahasia dan tidak ada yang berani membahasnya.
Ketika candice pulang ke istana berencana membahas pernikahan dengan bernett, bernett tidak menyangka sang wanita akan membahas masalah ini terlebih dahulu,Ini adalah hutang terbesar dalam hidupnya dan belum sempat untuk melunasi.
"Apakah kamu tidak ingain menikah denganku?" candice menatapnya dengan serius.
Bernett memeluknya dan memberikan kecupan di dahinya."Tentu saja, aku sangat ingin menikah denganmu,aku hanya takut kamu akan menolaknya"
"Hari ini bernice membahas tentang pernikahan, dia akan menikah setelah kita berdua menikah duluan,setelah akau memikirkannya kita berdua menunda pernikahan mereka! maka dari itu lebih baik kita menikah terlebih dahulu" candice tersenyum bahagia.
"Baiklah, aku akan membahas pernikahan dengan orangtuaku dan memilih hari yang baik, aku akan memberikan pernikahan yang megah untukmu"
"Tidak perlu terlalu megah" candice tersenyum.
"Tidak bisa, aku akan memberikan pernikahan yang megah dan memberikan kesan untukmu"
Saat ini pelayan berjalan ke ruang tamu."Nyonya, ada sebuah telepon untukmu"
"Aku akan mengangkat telepon terlebih dahulu" candice menatap lelaki di depannya.
Candice melihat serangkaian nomor telepon yang tidak dikenalnya."Halo"
"Halo, candice, ini aku harry, aku akan datang mencarimu"
Candice mulai memberikan perhatian.
"Bagaimana keadaan kakekmu?"
"Kakek telah meninggal seminggu yang lalu" suara harry terlihat berat.
Candice terkejut beberapa saat."Aku turut berduka cita,harry,apakah kedatanganmu kali ini untuk mencari keberadaan veren?"
"Benar, aku harus menemukan wanita itu dan memenuhi permintaan kakek,tidak perduli bagaimanapun orangnya, aku harus menikah dengannya"
Candice menghela nafas, semoga veren bisa membuatnya jatuh cinta dan mereka hidup dengan bahagia.
"Harry, aku akan membantumu menemukan keberadaan veren"
"Baiklah, aku harus naik pesawat terlebih dahulu, setelah sampai akan menghubungimu"
Setelah mematikan teleponnya candice berjalan ke arah kamar,namun melihat bernett dengan tatapan dingin."Mengapa kamu berbicara dengan seorang pria?"
"Kamu sendiri telah mendengarkannya, harry ingin menemukan keberadaan veren dan menikah dengannya,harry akan pergi ke kota A, lebih baik kamu membantunya untuk menemukan veren"
"Dengan kelebihan keluarganya, dia tidak membutuhkan bantuan kita"
"Disini bukanlah tempat yang di kenalnya dan pasti akan merasakan kesulitan,dengan adanya bantuanmu, dia akan lebih cepat ditemukan"
Bernett berpikir, jika harry menemukan tunangannya dan tidak akan mengganggu candice lagi!
"Baiklah, aku akan membantu mencari veren, namun kamu tidak boleh bertemu dengannya secara diam-diam"
Candice bingung harus berkata apa."Apakah kamu begitu tidak percaya padaku?"
"Aku percaya padamu, tapi tidak mempercayai dia"
"Dihatiku sudah ada kamu dan tidak akan berpindah ke lain hati"
Bernett tersenyum kecil."Baiklah, jika kamu ingin bertemu dengannya harus membawa pengawal"
"Oke, saat aku menikah denganmu, aku mengundangnya menjadi tamu"
"Aku akan menempatkanya di barisan paling depan dan melihat kita berdua menikah" bernett tersenyum jahat.
"Kamu.. kamu menyebalkan" Mereka berdua berjalan menuju kamar utama.