Bayi Ceo Tampan

Bayi Ceo Tampan
Melukai dan menjaganya


Hallo semuanya! terima kasih banyak yang sudah mau baca novel ini.Semoga kalian suka.


Tolong berikan like dan komen.


Happy reading


.........


"Kamu...." candice bingung, kenapa sang pria jadi begini?


Bernett mengela nafas berat,tenggorokan yang kering mengeluarkan suara.


"aku salah minum sesuatu"


Candice menjadi takut, bernett meminum apa?


Akhirnya candice tahu,melihat kondisi bernett seperti ini, pasti dia di beri obat oleh seseorang.


Oh tuhan! wanita mana yang melakukan ini?


Badan candice gemetar sebentar, pria ini pasti sudah tidak mempunyai logika lagi.


Bernett langsung mencium bibir candice dengan ganas.Setelah mencium bibirnya sebentar bernett menatap candice seperti memohon."Candice,bantu aku,aku sudah tahan lagi"


Candice menjadi panik,melihat bernett merasakan tidak nyaman."Aku...bagaimana caranya membantumu?"


"Kamu jangan menolak saja sudah cukup"


Tubuh candice di gendong bernett ke kamarnya dan menurunkan agak kasar di kasur.


Pria ini sudah gila, bertindak kasar pada dirinya.


Baju candice di buka paksa oleh bernett, bahkan bajunya di robek.


"Bernett, kamu jangan bertindak kasar padaku"


candice tidak menerima di perlakukan kasar.


Sang pria tidak mendengarkan ucapan candice, saat ini fikirannya harus cepat mendapatkan tubuhnya.


Kali ini obat yang di pilih laura adalah dosis tinggi, bernett jelas tidak bisa mengendalikan dirinya lagi.


Di tambah bernett sudah menahan hampir satu jam merasakan panas di tubuhnya.


Sebenarnya bernett ingin bersikap lembut pada sang wanita, namun dorongan dosis obat membuat dirinya lepas kendali.


Kelembutan yang terakhirnya adalah melakukan pemanasan dengan sang wanita.


Candice juga menahan rasa sakit pada badannya, tangannya di genggam kuat oleh sang pria sambil menekan tubuhnya.


Setelah menahan badai kenikmatan dan kesakitan hampir 1 jam lebih candice akhirnya pingsan.


Bernett seperti tidak ada capeknya, ia sudah menembak beberapa kali masih belum puas, di bawah pengaruh obat ia menjadi lupadiri, melihat sang wanita pingsan masih di tekan.


Akhirnya bernett merasakan puas, kesadarannya juga sudah mulai kembali, ia membelai wajah kasihan candice,ia menyesal telah menyiksa sang wanita,Ia memeluk tubuh candice dengan kasih sayang.


Apa yang telah dia lakukan pada sang wanita?


Melihat wajah pucat candice yang berkeringat, hati bernett merasakan sakit.


Bernett saat ini ingin menampar dirinya sendiri, di waktu yang sama, ingin mencekik leher laura, beraninya wanita itu memberikan obat padanya dan membuat wanita yang di cintainya menderita.


Jam 2 malam ada seorang wanita yang tidak bisa tidur, ia hanya merenung ruang tamu sambil di temani anggur merah.


Sang wanita adalah laura huo.


Laura mengira hari ini adalah hari baiknya, tidak disangka, malah menguntungkan candice.


Jadi laura! hanya ingin minum anggur sendirian sampai mabuk,di otaknya penuh adegan bernett dan candice bersama, mereka berdua sedang melakukan apa?


Semakin berfikir laura semakin marah dan tidak rela dan sangat marah telah kehilangan kesempatan ini.


Sekarang, ia merasa takut dengan balas dendam bernett, pasti pria itu tidak akan membiarkannya.


Kalau tuan besar gong tahu, sekarang juga tidak akan membelanya.


Sekarang wanita yang paling dibenci mewakilinya untuk berdua dengan bernett.


Laura tidak mengetahui empat tahun lalu bernett juga diberi obat saat adegan ranjang dengan candice.


Walaupun bernett sudah sangat mengantuk, ia menyesal dan menjaga candice sepanjang malam.


Sial.


Seandainya waktu bisa di ulang kembali, bernett akan pergi ke rumah sakit dan tidak melukai sang wanita.


Pagi hari


Candice tidur dengan nyeyak, yang membangunkan adalah badannya yang sakit dan ada memar di tubuhnya, ia juga merasakan tubuhnya di peluk oleh tangan.


"Sudah bangun?" terdengar suara serak bernett.


Candice membalikkan badannya, ia melihat wajah kelelahan bernett dan kedua matanya memerah, mengingat adegan semalam ia menjauhi bernett.


Bernett Merasakan sakit hati, wanita ini sekarang takut melihat dirinya.


"Kamu tenang, efek obat sudah hilang" bernett memeluk tubuhnya untuk menenangkan.


Candice dapat melihat penyesalan sang pria, walaupun takut kekejaman sang pria tadi malam, candice juga merasa kasihan pria ini tidak tidur semalam untuk menjaga dirinya.


"Masih sakit?" bernett bertanya pelan.


Candice mengangguk."Iya, kamu tidak tidur kah semalaman?"


Bernett mencium keningnya."Maaf, aku semalaman menjagamu, takut kamu merasakan sakit"


Candice menekan rasa marahnya pada bernett.


"Semalam kamu kenapa?siapa yang memberimu obat?"


"Laura huo" Bernett berpikir pasti wanita itu.


Candice menahan nafas, laura?


Ini berarti, kalau semalam bernett tidak pulang, akankah melakukan pada laura?


Kali ini, candice merasa senang dan beruntung, bernett berinisiativ untuk pulang mencari dirinya.


"Kamu kenapa bisa memberikannya kesempatan?" candice merasa aneh.


"Aku sudah mengabaikan dia sepanjang pesta, tidak disangka, wanita licik itu memerintah pelayan memberikan minuman yang sudah diberi obat" bernett berkata dengan kesal.


Candice sangat marah."Dia benar- benar keterlaluan"


Wanita kaya seperti laura, kenapa menggunakan cara licik seperti ini?


"Masalah ini, aku tidak membiarkan dia dengan mudah,walaupun harus melawan keluarga huo aku tidak akan mundur" bernert berkata dengan serius.


"Aku masih sakit" candice tidak ingin bangun dari kasurnya..


"Kamu tunggu, aku sudah menyuruh asisten yan membawakan obat"


Candice baru saja bangun tidur masih merasa ngantuk seolah- olah bisa tidur seharian lagi.


Badannya pegal- pegal dan ada sedikit memar. semalam benar- benar membuatnya kecapekan


Setengah jam kemudian suara bel pintu terdengar,bernett buru- buru memakai pakaian dan membuka pintu.


Bernett kembali dengan membawa obat oles masuk ke dalam kamarnya.


"Aku bantu kamu mengoles obat"


"Tidak perlu" candice malu- malu menggelengkan kepala.


"Patuh sedikit, setelah di oles obat akan cepat baikan" bernett juga tahu wanita ini malu.


Candice mengangguk,sekarang badannya sangat pegal.


Bernett saat mengoleskan obat dan memijit dengan pelan,candice menyembunyikan kepala ke dalam selimut, ia merasa sangat malu tubuhnya di pijit sang pria.


Selesai mengoles obat ,bernett mencuci tangannya di kamar mandi, ia kembali berbaring di sebelah candice..


Candice membuka selimut merasa kasihan sang pria belum tidur dari semalam, ia membelai wajah tampannya sebentar. lalu meleluk tubuhnya.


"Ayo tidur, aku temani kamu tidur" suara candice mesra.


Bernett memang sudah mengantuk sekali, badannya juga merasa capek.ia membalas pelukan candice, lalu berkata.


"Tenang saja, aku tidak akan menyentuhmu dalam beberapa hari ini" bernett mengecup sebentar dahinya..langsung menutup mata.


Candice juga merasakan kasih sayang dan perhatian sang pria menjadi rilex, walaupun semalam sempat marah dan emosi pada sang pria, namun setelah sang pria menjelaskan, ia merasa lega sang pria bisa lolos dari wanita licik seperti laura huo.