
Malam hari setelah candice menidurkan bryan, ia pergi ke bawah mengecek kondisi bernett, tadi bryan bertanya ayahnya ,candice hanya bisa membohongi ayahnya sedang di luar kota kerja.
Bryan harus melewati akhir pekan di sekolah, karena candice harus menjaga bernett.
Saat candice ke kamar bernett, sang pria baru saja membersihkan luka dan sudah berbaring sambil bersandar, namun tidak boleh ada gerakan berlebihan.
Candice merasa prihatin keadaan pri ini, kalau orang biasa bisa pingsan berhari- hari mendapat luka seperti ini.Dokter bahkan mengatakan kemampuan memulihkan diri bernett luar biasa dan tidak ada gejala tambahan.
"Apakah bryan sudah tertidur?" bernett merasa bersalah, padahal hanya berjarak beberapa meter tapi tidak bisa bertemu.
"Sudah, aku membohonginya dengan kamu diluar kota beberapa hari dan besok aku akan mengantar bryan ke sekolah untuk menjagamu"
Bernett merasa menyalahkan diri sendiri dan di saat yang sama bisa membuktikan dirinya sudah penting di hati candice,wanita sangat khawatir dengannya.
Candice merasakan perasaan aneh saat mata mereka saling pandang, tangan bernett terangkat mengelus wajah candice.
Perasaan hangat dan manis merasuk ke hati candice,nafasnya mulai tak teratur dan jantungnya berdebar.
Ia tidak bisa menahan sentuhan tangan sang pria di wajahnya, ia sedikit menghindari sentuhannya dengan memalingkan wajah.
Bernett merasa tidak senang."Apakah kamu tidak perduli padaku?"
Candice menjadi sedikit resah, ia menatap wajah bernett."Apan yang kamu katakan?"
"Candice, aku ingin kamu mengatakan, saat ini kamu mencintai aku apa tidak?"
Candice menjadi panik, sebenarnya dalam hatinya sudah ada perasaan nyaman di dekat bernett.
"Tidak cinta?" suara bernett pelan seakan- akan kehilangan semangat dan murung.
Candice merasa gelisah, ia wanita yang tidak mudah menyatakan cinta pada seorang pria, walaupun sudah ada rasa, untuk mengungkapkan begitu sulit.
Bernett pura- pura kesakitan memegangi bagian perut."Ah, perutku sakit"
"Apakah perlu memanggil dokter?" candice panik, ini adalah bukti wanita sangat perduli dengan bernett.
"Kamu bisa mengatakan aku mencintaimu untuk mengurangi rasa sakitku ini"
Candice sadar bernett sedang membohongi dirinya, tapi, melihat wajah pucat bernett hati candice menjadi luluh."Benarkah? saat aku mengatakan mencintaimu rasa sakitmu bisa berkurang?"
"Mmmm"
"Bernett, aku mencintaimu" candice mengatakan dengan penuh perasaan.
Setelah mengatakan candice merasa sangat malu, wajahnya merah sampai ke telinga merasa panas di wajahnya.
Aku telah menyatakan cinta.
Expresi bernett cukup puas dan tersenyum bahagia.
Malam ini bodygard belum pulang, dokter juga tidak ada, hanya ada dua suster wanita menunggu di luar kamar dan tidak berani masuk tanpa perintah.
"Mendekatlah kesini sedikit" perintah bernett.
Candice masih merasa malu, ia mendongakkan kepala bertatapan dengan pandangan bernett, auara bernett penuh gairah.
"Kamu..kamu ingin melakukan apa?"
"Menciummu"
"Tidak boleh" mengapa pria ini terus menindasnya?, candice ingin pria ini beristirahat.
Asalkan wanita ini perduli padanya ancaman ini pasti berhasil.
Benar saja wanita ini mendekat, matanya melotot ke arah bernett.
"Cepat cium" bernett tak sabaran.
Candice menjadi buas, ia tidak mau di paksa oleh sang pria, ia berinisiatif mencium bibir bernett dengan ganas, tangannya menekan dada bernett.
Bernett merasa sedikit risih, wanita ini menciumnya dengan erat, bernett berencana mendorong sedikit kepala candice agar menikmati ciuman ini, namun tangan candice menekan kepalanya agar tidak bergerak dan menciumnya dengan ganas.
Saat ini bernett di pihak yang dicium paksa, ia mengulurkan tangan memeluk pinggang dan meminjat pantat candice.
Setelah beberapa saat candice merasa malu dengan tingkah dirinya yang mencium paksa bernett, saat berusaha melepas ciuman kepalanya di pegang tangan bernett.
Akhirnya bernett melepaskan candice.Ia merasa tubuhnya menegang dan berbahaya kalau diteruskan lagi.
Bernett menyuruh candice kembali ke atas melihat anaknya dan menyuruhnya tidak turun lagi untuk beristirahat.
Di villa mewah milik zack.
Duduk seorang pria setengah baya sedang merokok dan meminum anggur. Zack merasa gelisah memikirkan laporan bawahannya.
Mereka sudah memastikan bernett masuk ke dalam mobil yang mereka serang,hanya saja keadaan malam itu cukup gelap dan disekitar kecelakaan sudah banyak mobil berhenti.
Menurut pernyataan anak buah mobil bernett berguling beberapa kali setelah berhenti sejenak muncul percikan api dan membakar mobil hingga hangus.
Setelah mobil terbakar habis tidak ada bangkai manusia, zack mengira bernett di selamatkan sebelum terjadi kebakaran mobil.
Namun dimana keberadaan bernett sekarang? apakah sudah mati atau terluka parah?
Sedangkan saat ini bernett sedang bersembunyi dengan baik dan ini membuat zack menjadi tidak tenang, sebelum mendapat berita tentang bernett.
Bernard juga sedang mencari keberadaan bernett, ia tidak memiliki petunjuk apapun, selama dua hari mengikuti candice dan anaknya, melihat mereka berdua masih tertawa bahagia, apa jangan- jangan mereka tidak tahu kejadian mengenai keponakannya.
Bernett juga merasa bersyukur tidak mendapat panggilan telepon dari kakeknya.Ini berarti kakek tidak merasa curiga akan kecelakaan ini.
Tapi hal ini tidak bisa di sembunyikan lama, pasti pamannya mencari cara untuk membuat dirinya muncul .
Dalam sekejab sudah berlalu 4 hari setelah kecelakaan bernett. Sore hari jam tiga candice sedang berbaring di samping bernett, ponsel berdering dari bawahannya .Ini adalah kasus kecelakaan ayah candice, akhirnya, mereka menemukan bukti yang kuat, asalkan candice menuntut ke pengadilan, zack lu akan sulit untuk meloloskan diri.
Saat menjawab telepon kebetulan candice mendengar percakapan dalam telepon, hatinya merasa bergejolak.
Akhirnya, dendam ayahnya bisa terbalaskan.
"Bisa tuangkan aku segelas air?" bernett berkata pada candice.
Candice bangkit dari tempat tidur berjalan keluar dari kamar mengambil air.
"Apa yang kamu katakan tadi?" bernett kembali bertanya.
"Boss,aku curiga zack lu sudah mengetahui kita pergi menyelidikinya."
Setelah mendapat laporan dari bawahannya wajah bernett menjadi murung.Akhirnya, ia sudah memiliki petunjuk siapa dalang penyerangan dirinya, kemungkinan besar adalah zack lu.
Bernett tidak menyangka zack bisa mengetahui tindakan anak buahnya yang menyelidiki secara diam- diam, tapi tindakan zack terlalu berani menyerang dirinya secara diam- diam.
Zack pasti seperti anjing terpojok yang melakukan tindakan nekat menggigit untuk meloloskan diri, kalau dirinya mati, walaupun candice memiliki bukti kuat juga tidak akan berarti..