
Nafas candice belum stabil, ia memandang bernett dengan marah.
"Jangan bilang kamu tidak merasakan apa- apa tadi?"bernett merasa suram.
Wajah candice memerah,ia memang merasa sedikit menikmati, tapi dia marah, bernett mencium paksa dirinya cukup lama.Wanita mana yang tahan dipaksa?
"Kita kan sudah punya anak,bukankah kita bisa saling membahagiakan?"bernett berusaha membujuknya.
"Bersamamu aku tidak merasa bahagia"
"Candice cheng, apakah kamu sungguh- sungguh?"Bernett marah seketika.
"Betul, aku sungguh- sungguh" candice merasa sakit hati sejenak.
"Baik" bernett pergi dengan hati marah kembali ke kamarnya.
Suasana di kamar jadi dingin, candice berbaring memakai selimut.
Ia tahu perkataannya tadi membuat bernett marah. Ia hanya ingin membuat pria itu menjaga jarak.
Pagi hari
Saat candice membuka pintu kamar, ia melihat bernett sudah menggendong bryan , sepertinya mereka tidak akan menunggunya.
"Mommy, kenapa kamu bangun? tidur lagi saja. Daddy bilang akan mengantarku pergi ke sekolah" kata bryan pada ibunya
Apa maksud bernett gong melakukan ini?
Apa karena perkataannya tadi malam?
Bahkan bernett tidak melihat muka candice langsung berjalan keluar bersama bryan.
Candice tahu sudah membuat pria itu kesal. Bahkan kelihatan lebih dari kesal.
Ia tidak punya mobil untuk berangkat kerja dan menelepon linda, kebetulan linda sedang di jalan, perjalanan kesini masih butuh waktu duapuluh menit.
Candice berjalan ke kamarnya, mandi dan sedikit berdandan.
Begitu masuk ke mobil linda, linda merasa aneh bertanya."Kenapa hari ini tidak naik mobil bernett gong?"
"Tidak usah di ungkit- ungkit lagi, aku membuatanya marah"
Setelah masuk ke ruang kerja, candice duduk memikirkan kejadian tadi malam, jelas- jelas pria itu mencium dengan paksa, kenapa setelah ia mengatakan hal seperti itu bernett marah?
Jelas pria itu yang memaksanya untuk mengatakan hal tersebut.
Di dalam kantor presdir gong's corp
Bernett berdiri di dekat jendela memandang gedung perusahaan milik candice..Ia masih kesal
Bella yan masuk ke ruangan ceo." Ceo gong, apa hari ini kamu akan menulis kartu?"
Wajah tampan bernett gong menoleh ke arahnya dengan tatapan dingin.
Bella yan terkejut, siapa yang membuat marah ceo gong?
"Yang aku maksud adalah kartu untuk nona cheng" bella merasa takut.
"Tidak usah"
Bella kaget, jangan - jangan yang membuat marah nona cheng?
"Baik" bella membalikkan badan, daripada kena semburan kemarahan bosnya.
"Tunggu"
Bella berbalik badan ke arahnya." Ceo gong, apa perintah anda?"
"Hari ini tidak usah mengirim bunga, suruh toko mengirim yang lain"
"Lainnya?apakah bunga tidak cukup?"
"Dia alergi bunga"
itu lucu sekali" bella menjelaskan.
"Boleh"
"Kalau begitu kartunya?"
"Hari ini tidak pakai kartu" bernett masih marah tidak ada ucapan.
Bella kembali ke ruang kerja, ia memilih gambar dan mengirim ke toko bunga..
Candice sedang kerja mendesain, vera mengetuk pintu dan masuk." Kak candice, penggemarmu itu ganti model ya,ia memberimu coklat ada kelinci kecil diatasnya."
Bernett yang memberinya?
Tadi pagi, pria itu sangat marah,kenapa masih memberinya bunga,apakah dia sudah pesan bebehari yang lalu, jadi toko bunga tinggal kirim.
Cansice menerima bunga dengan hati- hati, ia melihatnya, bunga ini sangat lucu..
Ia memberi tahu kalau alergi bung, jadi dia mengganti dengan model lain..
Perasaan candice merasa hangat dan campur aduk.
Sementara di lantai bawah dua wanita muda yang kaya dan sombong berjalan ke arah recepsionist.
"Selamat datang, anda perlu apa?" Sapa wanita di resepsionis
"Aku mencari candice"
"Siapa nama anda, aku akan mengabari desainer chenh"
"Tidak usah, aku adalah kiennya" kata anggie dengan sombong.
Para resepsionit melihat barang dan baju yang mewah memberi tahu ruangan candice ...
Anggie tersenyum dingin, ia naik ke lantai sepuluh tempat ruangan candice.
Anggie langsung masuk tanpa mengetuk pintu, ia mendorong cukup kasar..
Candice yang sedang menggambar kaget, ia melihat ke arah pintu.
"Candice cheng, lama tidak jumpa, bagaimana kabarmu?" suara dingin anggie
Candice menatap tajam anggie dan temannya yang berada di dekatnya.
"Ada perlu apa, nona lu mencariku?"
"Kakak iparku bilang kamu bekerja disini, ternyata kamu terjatuh sampai separah ini, menjadi karyawan di kantor kecil seperti ini"
Kata- katanya penuh dengan ejekan dan hinaan.
Candice tersenyum dingin."Aku memang bekerja disini untuk mencari uang, aku tidak seperti dirimu yang hanya bisa makan enak dan ngoceh tidak jelas"
Anggie tidak menyangka candice berani menghinanya, ia bukan lagi wanita yang mudah ditindas dan diejek seperti empat tahun lalu, memang benar ucapan kakak iparnya, candice sekarang cukup sombong dan percaya diri..
"Anggie, untuk apa kamu bicara omong kosong dengannya, bukankah kita kesini untuk memberinya pelajaran" kata gadis muda di sebelah anggie.
Anggie melihat ruangan candice,ia melihat bunga coklat di atas lemari kecil di pojok ruangan."Oh, masih tetap genit ya? masih ada orang yang memberimu bunga?" anggie berjalan ke arah bunga.
Melihat anggie sudah di depan bunganya, candice teriak cukup keras."Jangan sentuh bungaku"
Ia bilang jangan sentuh bunga, tepat sekali, anggie sedang memikirkan cara memberi pelajaran pada candice.Anggie mengambil bunga itu,Ia menatap candice dengan wajah penuh amarah"Sesuka itu kamu pada bunga ini, kekasih mana lagi yang memberikan padamu"
Candice melihatnya menyentuh bunga, ia berdiri dengan mengepalkan tangannya ,ia akan merebut bunga miliknya.
Melihat candice ingin merebut bunganya, anggie meleparkan bunga ke lantai dan menginjak- injak dengan sepatu hak tinggi miliknya, coklat- coklat pada buket bunga hancur,dan boneka kelinci kecil imut juga ikut diinjak- injak.
Hati candice merasa sakit hati tanpa sadar, Ia ingin merobek mulut kotornya dengan tangannya sendiri, dan langsug menampar wajah anggie sekuat tenaga..
"Plakkk...Plakkkk"" dua tamparan di pipi anggie, bahkan tubuhnya sampai kehilangan keseimbangan dan duduk di lantai..