
Halo semuanya! terima kasih banyak yang sudah mau baca novel ini.Semoga kalian suka.
Tolong berikan like dan komen.
Happy reading
""___""
Nickson sudah berjanji di dalam hatinya sebelumnya akan mengorbankan nyawanya, jadi, sekarang akan memberikan segalanya untuk memberikan kebahagian pada bernice.
Gaun malam sudah robek,ditambah peghangat belum di nyalakan,ini membuatnya gemetaran, nickson memeluk tubuh munginya, lalu menggendong ke kamar.
Bernice menatap wajahnya dengan memohon.
"Nickson temani aku tidur malam ini"
"Baik" nickson hanya bisa pulang besok pagi langsung mengikuti rapat.
Di dalam selimut terasa lebih hangat, bernice tadi sempat meminum alkohol, sekarang nafasnya sedikit berat.
"Apakah masih dingin?" nickson bertanya dengan lembut.
"Sudah tidak dingin" tubuh nickson terasa panas.
Bernice sudah merasa panas di dalam tubuhnya,ditambah lagi minum alkohol, ia bisa melihat wajah nickson yang memerah.
Tangan mungil bernice berinisativ untuk mengelus otot perut yang sudah menegang.
Nickson terkejut, apakah wanita sengaja menggodanya?
."Nickson, aku ingin mencobanya"
"Jangan, aku tidak ingin melukaimu"
"Kalau kamu tidak mau mencoba, berarti tidak bergairan dengan tubuhku"
Nickson langsung membuka selimut, ia mencium bibirnya dengan sedikit agresif,tangannya sudah memeluk tubuh bernice.
Setelah mencoba selama setengah jam, akhirnya berhasil membikin gol, sekarang bernice sudah kemasukan satu gol.
Bernice berteriak lumanyan keras dan hampir membuatnya pingsan ,saat kesuciannya diambil sang pria.
Perlahan namun pasti suara kesakitan bernice berganti menjadi kenikmatan.
Nickson hanya bergerak sangat pelan,untuk membuat bernice merasakan nyaman.Akhirnya setelah sang pria keluar, bernice meringkuk di pelukannya.
Sebelum memejamkan mata nickson menyelimuti tubuh mereka berdua, mereka tidur sambil berpelukan.
Malam ini menjadi moment indah bagi hubungan mereka berdua.
Pagi hari nickson bangun duluan, ia memakai celana lalu berjalan keluar kamar untuk menelepon atasannya.
Ini adalah pertama kali sejak bergabung dengan militer nickson meminta izin ,untungnya atasan memberikan izin, namun harus kembali sebelum jam sembilan malam ini.
Nickson kembali ke kamar, ia memandang wanita yang masih tidur pulas,ia tersenyum hangat, akhirnya wanita ini benar-benar menjadi miliknya.
Selang waktu setengah jam, bernice membuka matanya, ia melihat nickson sedang duduk di tepi ranjang sambil menatap dirinya.
Begitu bernice menggerakkan tubuhnya,ia merasakan sakit sekali di bagian bawah tubuhnya.
"Auwww" bernice mengerang kecil.
Bernice mengangguk,saat ini memang masih terasa perih saat bergerak.
Nickson ikut berbaring di sebelahnya, ia merapikan rambut panjang bernice dan mencium keningnya.
Bernice merasakan sakit saat ini,namun ini sepadan dengan ketulusan cinta pria ini padanya, akhirnya mereka berdua sudah saling terikat.
"Nickson Ye, kamu jangan tinggalkan aku,kamu tidak boleh menghianatiku dan kamu harus memuaskan tubuhku" bernice mengatakan harapannya.
Nickson tersenyum dan berjanji tanpa ragu.
"Baik sayang"
Bernice langsung tersenyum."Kamu harus menjadi milikku seumur hidupmu"
"Baik, kita saling bersama seumur hidup ini"
Perkataan ini sangat manis saat di dengar bernice, ia memeluk tubuh sang pria.
Karena bernice tidak punya pakaian disini,ia menelepon teman sekamarnya untuk mengantar baju ke villa ini dan nanti nickson yang akan mengambilnya.
Satu jam kemudian nickson masuk kamar dengan membawa makanan dan pakaian di tangannya.
Bernice dari semalam tidak memakai apa-apa, ia hanya membungkus tubuhnya dengan selimut, ia kembali teringat adegan semalam, sekarang pipinya memerah.
Nickson mengisi bak mandi dengan air hangat dan menyuruh bernice untuk mandi duluan.
Bernice berbaring di bak mandi
Setelah 15 menit keluar dari kamar mandi,bernice berpakaian, nickson membantu mengeringkan rambut bernice dengan hairdreyer dengan sangat lembut.
Setelah mereka berdua makan siang, nickson menggendong bernice ke depan, mereka duduk di depan teras rumah.
Bernice melihat ada kolam kecil ada air mancurnya berisi bunga teratai dan dua ikan koi lumanyan besar. ia sangat menyukai tempat seperti.
"Apakah kamu memelihara ikannya?"
"Betul,aku yang membelinya,namun saat aku tidak dirumah ibuku akan datang dua hari sekali untuk memberi makan"
"Biarkan aku saja yang memeliharanya,aku sangat menyukai tempat ini"
"Baiklah, aku akan menyerahkan padamu" nickson tertawa kecil
"Sebenarnya rumah yang aku inginkan tidak seperti kastil punya kakakku,aku lebih menyukai tempat seperti ini, villa ada halaman kecil, aku bisa membersihkan sendiri, ini akan menambah kehangatan sebuah keluarga" bernice berbicara sambil menatap ke ikan di kolam.
Nickson merasa lega, ia memeluk pinggangnya, memberikan ciuman di rambutnya.
Bernice juga memeluk sang pria,ia sangat mencintai nickson
Di gedung yang tinggi candice habis menyelesaikan gambar desainnya,ia memegang segelas kopi berdiri di dekat jendela sambil melihat gedung milik bernett.
Candice merasa lebih tenang dan bersemangat dalam bekerja, selama bisa melihat gedung perusahaan bernett.
Pada saat yang bersamaan bernett sedang berdiri sambil memasukkan tangan ke saku celananya, ia selalu tersenyum memandang gedung perusahaan candice bekerja.
Bella yan mengetuk pintu, lalu masuk ke ruangan."Ceo gong,ruang pertemuan dengan para direktur sudah selesai di persiapkan, sebentar lagi rapat akan dimulai"
"Baik"bernett melangkah keluar untuk menghadiri pertemuan.