Bayi Ceo Tampan

Bayi Ceo Tampan
Menyeka tubuhnnya


"Apa yang sebenarnya terjadi?kenapa lukanya kembali berdarah?" tanya candice kepada dokter.


"Tuan gong terlalu lama di luar"


Terlalu lama?candice baru menyadari bernett memakai kemeja putih, apakah dia habis keluar?


"Kamu..." candice menahan amarah di hatinya, ia kasihan melihat pria ini menahan sakit.


Sebaliknya bernett malah tersenyum melihat muka kesal candice.


Jelas- jelas lukanya hampir kering,kenapa bisa terjadi pendarahan lagi.Dokter merawat luka dengan serius sambil mengingatkan."Tuan gong, setelah ini kamu harus berbaring beberapa hari, kamu tidak bisa merobek luka ini lagi, dan bisa terjadi peradangan."


"Aku tahu, terima kasih dokter" bernett mengangguk.


"Oke ,sekarang sudah diobati ulang dan bukan menjadi masalah besar."


"Terima kasih dokter" candice merasa bersyukur.Dokter masih mau merawat pasien jam sembilan malam.


Setelah dokter dan perawat pergi, pengawal menjaga di luar kamar, sekarang kamar di tutup hanya tersisa candice dan bernett.


Candice marah merasakan sakit telapak tangan diremas cukup kuat oleh bernett.


"Tadi kamu kemana?" candice sambil melotot.


"Kembali ke kediaman gong"


"Bukankah sudah dibilang, kamu tidak boleh turun dari ranjang"


"Aku harus menunjukkan wajahku di kediaman keluarga gong,Jika tidak pamanku pasti memaksaku untuk muncul dan akan lebih sulit di hadapi" wajah bernett menunjukkan kelelahan.


Amarah candice menghilang, ia merasa prihatin. Pertempuran keluarga kaya candice tidak tahu.


"Dokter mengatakan luka ini tidak boleh robek lagi,kamu harus berbaring untuk beberapa hari ke depan, apakah kamu paham?" candice memberi perintah dengan tegas.


"Sikecil sudah tidur?"


"Tidak gampang membujuknya tidur"


"Aku merindukannya,tunggu beberapa hari lagi, aku akan pindah ke rumah untuk penyembuhan"


Bernett menatap ke wajah candice."Tolong bantu aku keramas dan mengelap tubuh, aku merasa sangat gatal"


Meskipun candice pemalu, tetapi pria ini sedang sakit dan tidak bisa turun dari ranjang. Hal semacam ini tidak bisa dilakukan oleh bodygard atau suster, sepertinya hanya candice yang bisa melakukannya.


Candice membungkuk melepas kemeja bernett, meskipun terluka tubuh kekarnya masih cukup menggoda dan membuat candice bingung harus melihat kemana.


Ia fokus menyeka tubuh bagian atas bernett dengan air hangat, bernett merasa nyaman memejamkan matanya.


"Sudah selesai menyeka tubuh bagian atas, sudah cukup kan?" candice bertanya.


"Apakah kamu suka melakukan sesuatu hanya setengah?aku mengacu pada seluruh tubuhku"


Candice menggigit bibirnya, hatinya berdebar.


Bernett segera mendengus."Terakhir kali aku memandikanmu dengan bugil, apakah masih canggung?"


"Aku sedang mabuk waktu itu, tidak melihat tubuhmu"


"Hal yang tidak harus dilakukan, kita berdua sudah melakukan empat tahun lalu, bagaimana dengan itu?"


"Bukankah aku sudang bilang, aku diberi obat waktu itu" candice kesal


"Baiklah, setelah urusan ayahmu selesai, kamu akan menjadi milikku"


"Aku bukan barang"


"Tidak ada negoisasi, ini adalah kesepakatan"


Candice sangat malu, ia mengganti air baskom dengan air hangat baru, ia menutup matanya melepas celana bernett, ia menyisakan ****** ***** yang di belikan candice.


"Lepaskan semuanya"


Permintaan orang ini terlalu banyak.


Candice bersedia menggosok bagian bawahnya, namun si junior tidak ia sentuh.


Bernett ingin junior di seka olehnya."Kamu gosok apa,cepatlah gosok semua, aku sangat mengantuk"


Candice hampir gila.


Astaga ini memalukan, sebenarnya candice ingin berlama - lama sembunyi di kamar mandi.


Namun, ia harus mencuci rambut bernett, candice mengambil kursi.Bernett menggantungkan sedikit kepalanya agar mudah mencuci rambutnya.


Bernett seperti sangat kelelahan saat proses mengeringkan rambut ia menutup matanya dan tertidur pulas.


Setelah selesai candice memandang wajah lelaki yang tertidur pulas,ia sudah melupakan hal memalukan tadi, ia berharap bernett segera sembuh dan bisa berkumpul dengan putranya lagi.


Candice mengecup pelan keningnya, ia ingin kembali ke atas untuk tidur.


Pangkalan militer


Introgasi hari ini ada kemajuan pesat dan pekerjaan bernice disini sudah selesai.. Sore tadi bernice sempat muntah melihat penyiksaan tahanan.


Hasil introgasi keenam tahanan datang untuk menjadi mata- mata.


Jam sembilan malam bernice sudah selesai mandi dan merasa badannya sedikit panas..


Nickson mendengar tadi bernice muntah, membawakan air jahe ke kamarnya.


Ia mengetuk pintu kamar bernice.


"Bolehkah aku masuk?"


Bernice masih kesal dengan ciuman paksa nickson.Ia membuka pintu dengan bibir mengkerucut.


"Kenapa mukamu jelek begini?" tanya nickson.


"Bukan urusanmu"


"Aku membawakan air jahe, untuk mengurangi mual"


Bernice menerima air jahe dengan enggan dan meminumnya sedikit rasanya cukup pedas.


"Apakah kita bisa kembali besok?"


"Ya" nickson terkejut, apakah gadis ini tidak betah berada disini?


Nickson bertanya lagi."Apakah kamu tidak suka fasilitas disini?"


"Aku rindu kakakku dan bryan"


Nickson melihat wajah bernice memerah, ia sedikit khawatir dan menyentuh dahinya ternyata sedikit panas.


"Kenapa minuman jahe tidak di habiskan?"


"Aku tidak suka, rasanya pedas"


"Kalau begitu, aku akan menambahkan gula"


"Habiskan atau aku temani kamu disini malam ini"


Bernice masih kesal dengan nickson hanya bisa menghabiskan air jahe dan mengusir lelaki ini dari kamarnya.


"Air jahe sudah habis, silahkan kamu keluar"


"Baiklah"


Nickson kembali ke kamarnya, ia masih khawatir dengan demam bernice.Ia tidak merasa ngantuk sama sekali.


Bernice berbaring di kasur memakai selimut.


Pukul dua malam nickson pergi ke kamar bernice ingin mengecek gadis kecil itu.


Kebetulan julie habis dari toilet melihat sosok nickson masuk ke kamar bernice.


Apa yang dilakukan nickson jam dua malam di kamar bernice? apakah mereka berdua melakukan itu?


Julie sekarang mengerti mengapa nickson tidak mau bersama dengannya, dan sekarang ia membenci bernice dalam hatinya.


Air mata julie tiba- tiba jatuh, ia kembali kamarnya dengan emosi,Aku tidak akan membiarkan bernice nyaman di kementerian luar negeri.


Nickson menyalakan lampu kamar bernice, Ia melihat gadis kecil sedang tertidur pulas, tangannya yang panjang menyentuh dahi bernice perlahan, ia merasa lega demamnya sudah turun dan membetulkan selimut di tubuh gadis kecil ini.


Setelah memandang bernice sebentar nickson mematikan lampu dan mengunci kamarnya dengan kunci cadangan.


Akhirnya nickson merasa tenang bisa tidur dengan pulas.