Bayi Ceo Tampan

Bayi Ceo Tampan
Ia merasa sedih dengan masalalunya


Pukul sepuluh malam saat candice berbaring di kamarnya, bernett membuka pintu kamarnya..


"Kenapa malam begini masuk kamarku?"


Bernett mengerutkan keningnya."Apakah ingin makan camilan malam?"


Candice insting menutupi dadanya dengan tangan."Tidak ingin makan"


"Aku lapar,buatkan aku semangkuk mie" bernett menakai piyama sutra tipis.


"Bukankah kamu sudah makan malam?"


"Itu untuk membohongi putra kita, aku belum makan sama sekali"


"Kenapa tidak makan?" candice sedikit melotot ke arah bernett.


"Waktu aku dan bryan makan malam di keluarga gong dengan laura, apakah kamu ada nafsu untuk makan?"


Candice segera sadar, memang waktu bernett makan dengan laura, bella membawakan makanan enak dirinya hanya makan beberapa suap.


"Baik, aku akan memasak untukmu"


Candice berjalan menuju dapur, membuat mie cukup mudah dan ada sambal saus dari bibinya , sangat pas untuk membuat mie. Bernett mengikuti dari belakang.


Saat candice memasak tubuh bernett menempel pada tubuh candice di belakangnya.


Menunggu air mendidih bernett mencium leher candice dari belakang, tangannya sudah gerilya kemana saja berhenti di gunung kembarnya memijit pelan dengan kedua tangan.


"Jangan ganggu aku,tunggu di luar" candice memberontak.


Perbuatan seperti ini agak keterlaluan.


Candice memegang kedua tangan bernett yang bermain di dadanya."Jika kamu terus begini,aku tidak masak lagi"


"Aku sudah melihat semua dan memegang tubuhmu waktu memandikan kamu". bernett berkata dengan bangga.


Wajah candice sudah memerah sampai telinga.."Kamu mesum"


"Aku mesum gara- gara kamu" tangan yang berada di dada malah memijit dengan perlahan.


"Minggir aku mau mengambil sayuran di kulkas"


Bernett melepaskan tubuh candice, malam ini ia merasa cukup lapar.


Candice mengambil sayuran dan saus di kulkas, ia juga memasak lebih untuk dirinya sendiri.


Bernett mencium bau harum." Kamu menambahkan apa? begitu harum"


"Ini adalah saus sapi buatan tante, bryan juga sangat menyukainya"


"Tantemu?saudar dari ibumu?" bernett terkejut.


"Aku dan dia tidak ada hubungan darah,dari kecil aku memanggilnya tante, papaku juga baik dengannya, kami sudah seperti keluarga"


Bernett mulai menebak- nebak."Jangan- jangan dia dan ayahmu adalah..?"


Candice agak marah memotong ucapan bernett."Kamu jangan bicara sembarangan, suaminya baru meninggal beberapa tahun lalu, dan anak perempuannya sudah menikah, dia tujuh tahun lalu pindah ke luar negeri"


"Lalu kenapa saat itu kamu pergi ke tempatnya?"


"Setelah aku dan andreas bercerai, aku tidak ingin tinggal di dalam negeri,dan aku menelepon dia dan menerimaku dan bryan dengan baik"


"Apakah kamu saat itu punya uang?"


"Ayahku dulu memberiku uang 1milyar sebelum aku menikah, aku menggunakan uang itu hanya bertahan dua tahun,dan aku mencari uang dan mendapatkan pekerjaan ini"


Dalam hati bernett muncul rasa sakit dan kasihan.Ia berjalan ke memeluk candice dari belakang."Percaya padaku kedepannya kamu dan bryan tidak akan menderita lagi"


Hati candice menjadi tidak karuan, ia mendorong tubuh bernett."Ayo makan mie, keburu dingin tidak enak"


Bernett melamun memikirkan nasib dia di luar negeri.


Candice menghiburnya."Kamu jangan salahkan diri sendiri lagi,Aku dan bryan juga baik- baik saja di luar negeri, perusahaan begitu baik mengirimku kembali ke sini"


"Kalau begitu aku harus berterima kasih pada bosmu"


"Sungguh?" candice tertawa.


Setelah selesai makan candice membereskan mangkok dan sumpit, bernett masih duduk di ruang tamu.


"Aku tidur dulu, kamu jangan begadang" candice merasa sudah ngantuk berat.


"Baiklah" bernett menjawab malas.


Pagi hari


Jam sepuluh pagi candice sedang menggambar di ruangan kerjanya, ponselnya berdering telepon dari andreas.


"Ada masalah" candice berkata dingin


Bukti dari zack lu? sekarang bernett sedang menyelidiki mungkin ini bermanfaat.


"Kamu takin itu bukti dari pamanmu?" candice tidak mau di bohongi lagi.


"Yakin, aku merasa malu dengan pamanku, ini juga untuk ketenangan arwah ayahmu"


"Baik,aku turun sekarang"


Candice menghampiri mobil andres.


"Candice ini adalah bukti dari pamanku, mungkin bisa mengungkap kebenaran"


Candice menerima dokumen dan terdiam.


"Aku sudah membaca berita di internet, masalah bernett dan laura, apakah ini mempengaruhi dirimu?"


"Ini adalah masalahku, tidak ada hubungan denganmu" candice langsung balik badan pergi.


Andreas melihat sosok wanita pergi ada perasaan tidak rela, namun identitas bernett ia tidak berani mengusiknya.


Candice menelepon bernett masalah dokumen yang diantar andreas.


"Antarkan dokumen ke tempatku" perintah bernett.


"Apakah harus sekarang?"


"Ya, kamu antar kesini sendiri"


Candice pergi ke ruangan linda meminjam mobil.


Di jalan raya.


Sebuah mobil putih sport mewah yang di kendarai laura sedang perjalanan ke gong's corp.


Seharusnya bernett tidak akan menolaknya lagi, karena dukungan tuan besar gong.


Asisten yan sudah menunggu candice di aula utama perusahaan." Asisten yan"


"Nona cheng, kamu sudah datang,silahkan sebelah sini"


"Aku tidak naik, tolong kamu berikan dokumen ini untuk bernett" candice mengulurkan tangan.


Bella tidak menerima dokumen."Presdir menyuruhmu untuk memberikan sendiri padanya"


"Baik" candice menganggukkan kepala.


Bella mengetuk pintu dan membuka." Ceo gong, nona candice sudah datang"


Candice masuk sendiri ke ruangan bernett, ia menyerahkan dokomen."Ini data informasi ada disini, kamu sibuk aja aku pergi dulu"


"Kenapa terburu- buru?"


"Aku izin hanya sebentar, aku harus kembali"


candice sembarangan mencari alasan.


Bernett tersenyum, ia tidak mempercayai.


"Bukankah hubunganmu dengan atasan baik- baik saja?"


Camdice merasa bersalah sedikit karena berbohong pada bernett."Sebenarnya ada masalah apa, kamu memanggil aku kesini?"


Bernett tersenyum indah, ia melihat wanita ini di ruangannya dan terlihat imut dan menggoda.


Ia menarik tubuh mungil candice duduk di sofa panjang.Candice merasa jantungnya berdetak kencang, apa yang ingin di lakukan pria ini di kantor?


"Bernett kamu jangan sembarangan" candice memperingatkan.


"Apa yang di maksud sembarangan?coba kamu beritahu aku" bernett mengecup bibir candice sebentar."Apakah ini yang dimaksud sembarangan?"


Telinga candi merah, ia merasa kesal dan sedikit emosi, pria ini suka sekali menindasnya.


Bernett memang ingin menindasnya, dirumah, di kamar, di dapur ,kamar mandi , ia memang sengaja memanggil candice kesini untuk menindas di dalam kantornya. Tangannya memeluk tubuh candice.


"Bernett, kamu bajingan" suara marah pelan candice malah begitu menggoda.


Bernett sudah membaringkan tubuh candice dan sudah mulai menciumnya.


Sementara di lobby gong's corp, laura masuk dengan elegan langsung menuju lift .


Para recepsionis tidak ada yang berani menghentikan laura.


Laura sendiri merasa puas seolah- olah dirinya nyoya gong, bebas masuk ke dalam perusahaan.


Di ruangan presdir


Pergulatan semakin panas di atas sofa, bahkan kancing baju candice tiga dari atas sudah terbuka, menampilkan pemandangan dadanya.