
Haloo semuanya! terima kasih banyak yang mau baca novel ini.Semoga kalian suka.
Tolong berikan like dan komen.
Terima kasih
"---"
Setelah veren masuk ke dalam kamar ia merasa pusing dengan ponsel dan atmnya yang hilang,
Harry pergi keluar untuk mencari sesuatu dan setelah tigapuluh menit kembali.Ia mengetuk pintu kamar milik veren."Harry, apakah itu kamu?"
"Iya, ini aku" kata harry pelan.
Veren segera membuka pintu dan harry menyodorkan kotak ponsel untuknya."Ini untukmu, sudah ada kartu simnya! aku sudah menyimpan no teleponku dsana"
Veren terkejut dengan hadiah ponsel berharga mahal tersebut."Kamu pergi membeli ponsel"
"Kau suka warna ini?" harry tertawa pelan.
Ponsel berwarna merah muda, pastibl kebanyakan wanita menyukainya,ditambah ini adalah ponsel keluaran terbaru,pasti veren menyukai ponsel tersebut.Ini membuat veren merasa sungkan menerima hadiah yang cukup mahal.
Harry tersenyum."Tidak usah sungkan, anggap saja untuk membalas kebaikan kakekmu, sekalipun harus memberikan seluruh hartaku aku rela"
Veren dengan segera menolaknya."Aku tidak mau hartamu"
"Kalau bukan karena kebaikan kakekmu, keluargaku sudah tidak ada lagi"
Veren tertawa."Kau terlalu serius"
"Apakah kakimu masih sakit?" harry bertanya dengan perhatian.
"Obat dokter sangat bagus, kakiku sudah tidak sakit lagi" veren tersenyum.
"Mau minum apa? aku ambilkan" harry bersedia untuk melayaninya.
Veren menggelengkan kepala."Aku sudah kenyang, aku sebentar lagi akan tidur"
"Baiklah, kalau butuh bantuan panggil saja aku, atau telepon aku"
Melihat kepergian harry, veren menghela nafas, sebenarnya veren sudah lama ingin membeli ponsel ini, namun uangnya tidak cukup, tapi harry malah membelikannya diam-diam.
Sesudah memainkan ponsel sebentar veren merasa badannya tidak nyaman, seharian mendaki gunung dan kalau tidak mandi pasti akan sulit tidur.
Walaupun dokter tidak menyarankan lukanya terkena air, namun veren akan menggantung kakinya diatas bath up.
Ia sudah berendam di dalam bath up.
Di kamar sebelah harry juga baru selesai mandi, ia memakai jubah mandi dan keluar untuk mengambil air minum.
Harry ingin membawakan veren segelas susu dan mengetuk pintu, namun tidak ada jawaban dari dalam.Ia mengira veren berada di balkon.
Ia membuka pintu dengan pelan dan tidak melihat veren berada di kasur, namun mendengar suara dari kamar mandi, mungkin veren hanya mencuci muka karena kakinya masih sakit.
Harry segera menaruh segelas susu di meja dan membuka kamar mandi, saat ini veren sedang membelakangi pintu dan mengeringakan badannya dengan handuk.
"Aaaaa" teriak veren saat terkejut pintu kamar mandi tiba-tiba terbuka, ia kehilangan keseimbangan dan terduduk di lantai.
Harry segera mengangkat tubuh veren ke dalam gendongannya, tangan veren melingkar di pinggangnya karena takut terjatuh.
Veren sangat malu dan menutupi kedua dadanya dengan handuk, namun veren melupakan bagian bawah tubuhnya yang terbuka.
Harry segera menarik jubah mandi disebelahnya dan menutupi tubuh mungil veren, veren yang malu memeluk jubah mandi dengan erat.
Harry langsung minta maaf."Maaf, aku tidak mengira kamu sedang mandi"
Veren hanya terdiam,saat ini dirinya sangat malu.
Harry menggendongnya keluar dan segera meletakkan diatas kasur dan menutupi tubuhnya dengan selimut hingga terlihat kepalanya saja.
Harry juga panik takut veren akan marah kepadanya, ia segera mengambil gelas susu.
Harry segera meninggalkan kamarnya, veren menutupi semua tubuhnya dengan selimut, ia sangat malu mengingat kejadian barusan di kamar mandi.
Pria itu telah melihat semua tubuhnya?
Oh tuhan! semoga harry tidak melihatnya dalam kondisi telanjang.
Tapi mana mungkin! cahaya di kamar mandi sangat terang, apalagi harry berada dekat dengannya,tidak mungkin tidak melihat tubuhnya.
Memang harry telah melihat semuanya, ketika harry terbaring di kasurnya pikirannya di penuhi dengan oleh tubuh veren yang sempurna, tubuh bagian bawah harry menegang, ia memutuskan ke kamar mandi,ia menyalakan air dingin untuk menghilangkan reaksi ini.
Harry merasa bersalah dengan veren dan berharap veren tidak membencinya karena masalah tadi.
Setelah mandi air dingin selama sepuluh menit hanya bisa mengurangi sedikit reaksi tubuhnya. Harry menggunakan jubah mandi keluar dari kamar mandi untuk mengambil minuman di aula.
Veren di dalam kamar badannya penuh dengan keringat, semuanya tubuhnya memerah akibat terbungkus oleh selimut.
Malam ini sepertinya akan sulit tertidur.
Paginya sekitar pukul delapan harry sudah berpakaian rapi, namun kedua matanya memerah akibat kurang tidur. Ia duduk di aula dan melihat kamar veren yang masih tertutup, apakah dia belum bangun?
Veren sudah bangun dan memakai pakaian longgar, saat ini tidak bisa memakai celana, kakinya masih terasa sakit.
Harry mendengar ponselnya di dalam kamar berdering dan segera kembali ke kamarnya.
"Halo candice"
"Acara pernikahanku akan digelar 3 hari lagi, apakah kamu sudah pulang?" terdengar suara wanita yang manis.
"Belum, aku masih disini, aku pasti datang ke acara pernikahanmu"
"Baiklah, sampai jumpa nanti" candice mematikan teleponnya.
Harry segera menelepon pengurus rumah tangga."Apakah kamu sudah menyiapkan hadiah yang aku suruh?"
"Sudah siap"
"Baguslah"
"Tuan, anda sekarang berada dimana? aku khawatir denganmu"
"Tenanglah, aku baik-baik saja, kalian tidak perlu mencariku, aku akan datang sendiri pada kalian" harry tidak ingin orang lain mengganggu untuk saat ini.
"Baiklah, kalau ada bantuan segera hubungi kami"
Harry segera menaruh ponsel di meja dan berjalan keluar ke aula.Melihat veren sedang duduk di kursi, tatapan mereka berdua saling bertemu.
Veren segera menundukkan kepalanya,ia masih merasa sangat malu.
Harry segera meminta maaf."Kejadian kemarin aku minta maaf, aku mengira kamu sedang mencuci muka.. maka aku masuk"
"Aku tidak menyalahkanmu" veren mendongakkan kepala dan berkata dengan tegas.
Harry lega mendengarnya."Kita kembali ke kota A, temanku akan menikah tiga hari lagi, kita harus mendatangi pesta pernikahan"
"Ya,baiklah"
Harry memanggil pelayan hotel untuk membantu membawa koper, lagipula veren juga ingin kembali ke kota untuk mengurus kartu atm yang hilang, tidak mungkin pencuri bisa membobol pasword atmnya.
Sebenarnya veren ingin melaporkan pada polisi, namun tidak ingin terus merepotkan harry.
Mobil melaju di jalanan dengan cepat, harry memutar lagu barat, veren juga merasa lega, mereka berdua tidak membahas kejadian kemarin.
Harry juga merasa lega sudah melihat tubuhnya duluan, lagipula gadis ini akan menjadi istrinya di masa depan.
Kejadian kemarin membuat harry seperti menang undian lotre hingga hatinya merasa sangat bahagia.
Sampai di villa sudah pukul setengah dua siang, harry memutuskan untuk memanggil pelayan dan koki untuk kembali ke villa untuk melayani mereka berdua, saat ini veren sedang terluka dan harus dirawat.