Bayi Ceo Tampan

Bayi Ceo Tampan
pasangan serasi


Siang hari nickson mengantar bernice ke landasan pesawat tempur..Sambil menunggu jam keberangkatan bernice selalu menempel pada nickson.


"Apakah kamu benar- benar tidak ingin kembali?" tanya bernice.


"Ya, sampai jumpa di tahun baru" nickson membelai kepalanya."Apakah kamu senang tinggal disini bersamaku?"


"Senang" bernice menganggukkan kepala.


Saat ini seorang prajurit melapor, pesawat tempur sudah siap lepas landas.


"Selamat tinggal" setelah bicara bernice berjinjit berpegang pada dadanya mencium sebentar bibir nickson.


"Selamat tinggal" nickson tersenyum,gadis kecil ini sudah mulai berani mencium di depan umum.


Bernice langsung merasa malu, ini pengalaman pertama mencium di depan umum..Ia bergegas naik pesawat tempur sambil melambaikan tangannya ke arah sang pria..


Perjalanan pesawat tempur selama 2 jam, begitu turun bernice menelepon kakaknya.


Saat ini candice sedang bekerja di ruang tamu , disebelahnya bernett juga bekerja, mereka duduk berdekatan walaupun tidak saling mengobrol.


Candice bertanya setelah mendengar bernett selesai bertelepon."Apakah bernice akan datang?"


"Ya, aku tidak tahu apa yang membuatnya sibuk, sudah berhari- hari tidak meneleponku


dan dia bilang kangen sama bryan" bernett tersemyum.


"Adikmu adalah pekerja keras, mungkin terlalu sibuk dengan pekerjaan barunya"


"Saat dia datang jangan katakan tentang lukaku" bernett memberi tahu candice.


"Tenang saja,aku tahu"


"Peluk sebentar" bernett mengulurkan tangannya..


"Kamu tidak bosan kah memelukku terus"


"Cepat, aku ketagihan memelukmu"


Candice tersenyum lelaki ini sungguh menggoda.Ia mendekatkan tubuhnya bersandar di dada bernett.


Bernett segera mengelus rambutnya, tangannya mulai nakal di tubuh candice.


"Tunggu aku, aku akan memuaskanmu" bernett berkata dengan percaya diri


Candice tersenyum malu."Baiklah,aku tunggu kamu sembuh"


"Kamu juga sudah tidak sabar kan?" Bernett mengecup bibirnya sebentar.


WAjah candice memanas." Siapa bilang aku tidak sabar"


"Aku, setiap aku menciummu, responmu juga tidak kecil"


Candice menjadi malu- malu."Kamu tidak malu membahas hal ini, kamu suka bercanda setiap hari"


"Aku sudah lumanyan senang, tanganku bisa bermain di tubuhmu".


Candice segera kesal, pria ini senang sekali menindasnya."Jika kamu terus bermain di dadaku,aku akan marah"


Bernett tidak bisa menahan tawa,menggoda dan menindas gadis ini ,sudah menjadi hobbynya.


Candice melepas pelukan bernett, tangan bernett mencubit kecil perutnya..


"Buatkan secangkir teh untukku" bernett memberi perintah.


Meskipun candice kesal, ia merasa senang di butuhkan oleh sang pria, ia berjalan ke membuat teh untukknya dan menaruh di meja.


"Sungguh istri yang baik"


"Aku belum menjadi istrimu" candice membantah pelan.


"Cepat atau lambat itu akan terjadi"


"Jangan bicara sembarangan, kalau kakekmu tahu bisa marah" candice berkata serius.


"Percayalah padaku, aku bisa membuat kakek setuju dengan kita"


Mereka berdua kembali duduk tenang sambil bekerja.


Pada pukul empat bernice sampai di apartemen.


Candice menyambut dengan senyuman.


"Kemana saja kamu?"


Bernice masih malu memberitahu hubungannya dengan nickson saat ini, ia tertawa."Aku baru pulang dari perjalanan bisnis, kak candice pinjam pakainmu dan aku ingin mandi dulu.


"Oke, untung aku ada pakain baru yang belum di pakai"


Bernice melihat kakaknya tidak ke perusahaan sedikit terkejut."Kak, mengapa kamu tidak pergi ke perusahaan?"


Bernett tersenyum."Dirumah sama saja bisa bekerja"


"Oh, aku tahu, kamu dirumah menemani kak candice kan, heheheeh" Candice sedikit malu mendesak bernice segera pergi mandi, ia mengambil cd dan semua serba baru, hanya bra yang tidak ada sesuai ukuran bernice yang lebih kecil dari punyanya.


Selesai mandi bernice melihat kedua orang sedang bekerja berdekatan duduk di sofa, ia merasa iri dalam hatinya.Sebenarnya yang dibutuhkan pasangan adalah tetap bersama. Namun dan dirinya terbentur karena pekerjaan.


"Bagaimana pekerjaanmu baru- baru ini?" bernett bertanya.


"Baik- baik saja kak, bagiku kerja sangat santai" bernice tertawa.


Bernice tidak ingin kakaknya khawatir dan ikut campur, meskipun pekerjaan selanjutnya tidak akan mudah karena sudah menyakiti hati julie.


"Bernice kamu hebat" candice memuji.


"Kak candice ,jam berapa menjemput bryan? Aku sudah rindu dengannya dan ikut denganmu"


"Sebentar lagi, bryan pasti rindu denganmu"


Saatnya menjempu sikecil bernice dan candice bergandengan tangan keluar dari apartement, bernett melihatnya merasa bahagia, mereka berdua sudah seperti kakak adik.


Sikecil sangat senang melihat bernice, ia berlari ke arah bibinya, bibirnya berbicara manis dan bilang merindukan kakek nenek saat di mobil.


Bernice menghiburnya."Ketika kamu liburan musim dingin, kita bisa pergi mencari kakek nenek,mereka memiliki kebun yang besar, kamu pasti menyukainya"


"Benarkah?Asikkk,mommy, bisakah aku datang mencari kakek nenek saat liburan musim dingin" bocah kecil segera mendekati candice berbicara di dekat telinganya."Mommy, boleh ya?"


"Baiklah, jika kamu ingi pergi, pergi saja" candice tidak memiliki pendapat masalah ini.


"Sungguh,itu hebat mommy" selesai bicara sikecil menciumi wajah mommy, setelah puas mendekat ke arah bibinya menciumi juga. Bernice merasa geli tertawa bersama dengan bryan.


"Nanti saat musim dingin, aku ingin bermain salju dan membuat manusia salju" kata bryan sudah tidak sabar.


Bernice tersenyum ke arah candice."Kak candice,Kamu juga pergi bersama.Kakakku pergi kesana setiap tahun sebelum tahun baru imlek, kamu juga ikut kesana."


"Baiklah, kita bicarakan nanti" candice takut terbentur dengan pekerjaan.


Setelah bernice makan malam bersama, setengah sembilan, ia berpamitan dan ingin kembali berkumpul di asrama putri.


Begitu bernice kembali ke kamarnya,dua teman sekamarnya mulai mengajukan pertanyaan. Bernice sendiri tidak berani membahas julie ren, jadi dia bercerita introgasi para tahanan dan kedua gadis yang mendengarkan menjadi ketakutan, mereka belum pernah mendengar cerita langsung seperti ini.


Sikecil dibacakan dongeng oleh candice, bernett berdiri di sebelahnya.Candice mencium wajah bryan.


"Mommy,kenapa kamu cuma menciumku, apakah kamu tidak sayang sama daddy, kamu harus menciumnya juga"


Bernett tersenyum cerah anaknya sungguh pintar."Benar kita harus menunjukkan kasih sayang di depan anak"


Candice merasa malu, kalau harus mencium bernett di depan anaknya.


"Cepat cium daddy, kalau tidak aku gak mau tidur" bryan mendesak.


Candice berdiri sedikit berjinjit mencium pipi bernett sebentar, mana berani mencium bibirnya.


Bernett cukup bahagia, ia memutuskan keluar kamar, kalau tidak anaknya akan terus mengobrol dengannya."Bryan, daddy keluar dulu mau ambil minum haus"


"Baiklah, selamat malam daddy"


"Selamat malam, sudah malam cepat tidur" bernett menunggu di ruang tamu.