Bayi Ceo Tampan

Bayi Ceo Tampan
Kebersamaan satu keluarga


Halo semuanya! terima kasih banyak yang sudah mau baca novel ini.Semoga kalian suka.


Tolong berikan like dan komen.


Happy reading


""___""


"Tidak,tidak,tidak"emily langsung melambaikan tangan."Aku memberikan penilaian seperti bukan karena pelayananmu kurang memuaskan atau kurang baik, kamu juga seharusnya mengetahui aku sengaja menyulitkanmu"


Bernice mengedipkan matanya."Kalau begitu, apa yang membuat nyonya merasa tidak puas denganku?"


Emily menatap wajah polos dan cantiknya, lalu bertanya."Apakah kamu secara emosional terlibat dalam perasaan orang lain?"


"Aku tidak" bernice menggelengkan kepala.


"Apakah kamu memiliki pacar sekarang?"


"Ada"


"Apakah kamu merebut pacar dari orang lain?"


Bernice mengerutkan alisnya."Aku dan pacarku sudah mengenal sejak kecil,kami saling mencintai dan tidak ada hal seperti itu"


Emily merasa terkejut, Jelas-jelas julie mengatakan,bahwa wanita ini merebut pacarnya.


"Tapi, ada yang mengatakan kamu merebut pacar orang lain"


Bernice merasa terkejut."Siapa?"


"Aku tidak bisa mengatakan siapa orangnya ,tapi, apakah kamu pernah melakukan itu?"


"Tentu saja tidak pernah, aku berani menjamin kepribadianku sama sekali tidak bermasalah." bernice berpikir sebentar,lalu berkata."Nyonya, apakah kamu pernah bertemu dengan orang di kementrian luar negeri bermarga Ren?"


Emily cukup terkejut."Bagaimana kamu bisa tahu?"


"Karena aku memiliki dendam pribadi dengan kepala departemen Ren, tentu saja,ini semua tidak penting.Yang penting adalah dendam pribadiku tidak mempengaruhi perasaan nyonya" bernice tidak menyangka, julie akan berbuat selicik ini.


Emily memandangnya sejenak dan tidak tahu harus berkata apa.


Bernice berdiri, lalu berkata."Nyonya,aku harus pergi, sampai jumpa"


Akhirnya bernice sudah menemukan alasan yang jelas mengenai penilaian buruk kali ini.


Sepertinya ini tidak ada hubungannya dengan pelayanannya,hanya saja gara-gara julie menjelekkan namanya terlebih dahulu.


Emily duduk di sofa dengan fikiran merasa bersalah,Ia menghubungi resepsionis kementrian luar negeri."Tolong hubungkan dengan no pribadi kepala departemen, terima kasih"


Bernice kembali ke kantor pada sore hari, dia baru sampai,darren memanggilnya ke ruangannya."Bernice, datanglah ke ruanganku"


Begitu masuk bernice berkata."Kepala departemen, apakah kamu mencariku?"


Darren tersenyum."Selamat,penghargaan karyawan terbaikmu di pertahankan"


"Ha?kenapa?"


"Karena sepuluh menit yang lalu, aku sebagai kepala departemen menerima telepon dari nyonya emily dan dia memberikan penilaian yang hampir sempurna padamu dan membatalkan penilaian buruk sebelumnya.


Darren merasa penasaran,lalu bertanya.


"Sebenarnya apa yang kamu lakukan di siang hari?"


Bernice tersenyum."Aku bertemu dengan nyonya emily dan memberikan sebuah hadiah"


Darren tersenyum."Ternyata kamu cukup cerdas membujuk orang"


Bernice tertawa."Terima kasih"


Saat bernice melewati ruangan julie, ia merasa marah padanya.Kenapa julie menggunakan cara sekotor itu untuk menjatuhkannya? Ia harus lebih hati-hati dengannya di masa depan.


Di Canbry jewerly corp


Besok adalah hari jumat, linda memanggil yuni dan candice diruang rapat pukul tiga sore, mereka membahas pertemuan dengan anggota keluarga kerajaan besok.


Selesai rapat yuni tersenyum pada candice.


"Candice,apakah kamu memiliki waktu di malam hari? ayo pergi makan malam bersama"


"Tidak, aku harus menemani anakku di malam hari, besok siang! aku akan mentraktirmu makan"


"Baik, sampai jumpa besok" setelah membalik badan senyuman yuni menghilang.


Ia mengambil ponsel untuk menghubungi bernett menyuruhnya untuk menjemput pulang anaknya.


Sebelum pergi menjemput anaknya bernett menelepon ingin memasak di rumah,jadi,akan membeli sayuran di mall.


Begitu masuk ke mobil bernett, candice berkata."Aku tidak tahu, apakah bos besar akan marah, jika mengetahui aku menjemput anakku tiap sore"


Bernett duduk di sampingnya tertawa pelan.


Candice bertanya dengan bingung."Apa yang kamu tertawakan?"


"Tidak apa-apa!aku merasa bosmu juga mengerti dengan kesulitanmu"


"Benarkah? kamu sendiri bukan bosku" candice merasa tidak senang.


Bernett menghela nafas.Ia merangkul pundakknya untuk menenangkan.


Saat tiba di sekolah, bryan merasa bahagia di jemput kedua orang tuanya secara bersamaan, ia berlari pelan sambil melompat-lompat.


"Daddy, mommy"


Bernett membungkuk untuk menggendong anaknya, ia merasa berat badan bryan semakin berat dan ia merasa bahagia.


"Mommy, aku hari sudah belajar bermain piano"


"Benarkah?apakah seru"


"Sangat seru!aku suka bermain piano"


"Baiklah, daddy akan membelikanmu di rumah, kamu bisa berlatih jika ada waktu"


Bryan mengangguk, lalu tertawa senang.


Candice tersenyum, ia sangat menyukai pria ini memanjakan anaknya.


Saat tiba di lantai bawah mall, mereka bertiga masuk bersama, mereka ingin membeli beberapa sayuran, sikecil minta dibelikan susu kotak.


Mereka bertiga berbelanja dengan bahagia.


Setelah pulang kerumah, candice mulai bekerja, anaknya sendirian menonton kartun, sedangkan bernett sibuk di dapur untuk memasak.


Candice mengeluarkan 3 desain yang tinggal disempurnakan sedikit lagi, ia merasa puas.Karya ini adalah karya yang paling ia sukai.


Besok, ia berharap pelanggan juga akan menyukainya.


Setelah selesai memasak bernett memanggil ibu dan anak untuk makan bersama, mereka makan dengan lahap, makanan yang di masak bernett sesuai dengan selera ibu dan anak.


Bernett juga merasa puas, ketrampilan memasaknya tidak terlalu mengecewakan, ia ingin membuat sehat keduanya.


Pagi hari


Seperti biasa candice tidur di kamar bernett dengan tubuh pegal, bernett sengaja tidak membangunkannya dan mengantar bryan sendirian ke sekolah.


Saat bangun candice melihat jam sudah jam sepuluh pagi.Astaga,ia merasa panik.


Ia segera berlari ke arah kamarnya, mandi dan sedikit berdandan.


Hari ini harus bertemu dengan pelanggan penting, jika tadi dirinya ketiduran sampai jam dua, ia harus berakhir.


Candice mengambil kunci di laci kamar bernett, ia melihat kunci mobil Of road porsche,ia merasa kesal dan sebenarnya tidak ingin mengendarai mobil yang begitu besar.


Tapi apadaya, dirinya harus bergegas ke perusahaan.Ia mengendari mobilnya dengan kecepatan sedang.


Begitu sampai di kantor candice segera ke ruangan linda, ia mengetuk pintu dan masuk.


"Kak linda, maaf, aku telat bangun"


Linda tetap melanjutkan memeriksa email dengan santai."Tidak apa-apa,lagipula pertemuan dengan pelanggan masih lama"


Tapi merasa seperti ini tidak baik,dengan penasaran bertanya."Linda, dulu nyonya carmen sering pergi ke perusahaan, mengamati, melakukan rapat,kenapa aku belum pernah melihat bos besar perusahaan ini datang?"


Linda tersenyum, lalu menjawab dengan sesuka hati."Ini adalah perusahaan yang tidak menarik di mata bos besar kita,bos kita sangat sibuk, mungkin tidak akan datang di waktu dekat ini"


Candice merasa lega."Jika seperti ini, aku menjadi lebih tenang"


"Candice,pekerjaanmu adalah mendesain, tidak memperdulikan waktu kerja, jika kamu ingin keluar maka keluarlah, selama pekerjaan di lakukan dengan baik itu sudah cukup"


"Kemarin malam, aku tidur terlalu larut,tapi, sketsaku sudah selesai kukerjakan dan sudah bisa dibawa untuk menemui pelanggan di sore hari" candice tersenyum