
Halo semuanya! terima kasih banyak yang sudah mau baca novel ini.Semoga kalian suka.
Tolong berikan like dan komen.
Happy reading
""___""
Perkataan ketua rumah sakit, membuat ketiga orang ini terkejut, candice sampai menutup mulutnya takut berteriak keras.
Bernett segera merangkul pundaknya dan mengelus punggungnya untuk menenangkan.
Daniel merasa lega, ia terlihat senang, sebenarnya sudah lama menebak identitas candice sebagai adiknya, sekarang hanya memastikan berdasarkan bukti yang tertulis.
Ia menatap wajah candice lembut."Kamu benar adalah putri ibuku da juga adikku"
Candice sangat gembira, ia melepaskan pelukan bernett dan segera memeluk erat tubuh kakaknya,daniel sedikit terkejut,namun ia tetap mengulurkan tangan untuk memeluk.
Expresi bernett merasa aneh, kenapa dia masih ada rasa cemburu?
Daniel melirik wajah bernett yang tidak senang, lalu tertawa."Sudah jangan peluk lagi, nanti ada seseorang yang akan cemburu"
Candice melirik ke arah belakang,lalu tertawa,
dan berbisik di telinganya."Sudah jangan cemburu lagi, atau malam ini tidak dapat jatah"
Bernett tersenyum kecut mengangguk.
Daniel tersenyum."Bagaimana jika malam ini makan malam bersama di rumahku? dan bertemu dengan ibuku"
"Baik, aku akan bawa putra aku kesana"
Daniel tertawa."Sangat baik sekali, ibuku menyukai anak kecil" daniel yang penasaran bertanya."Kalian waktu itu, kenapa masih muda sudah memutuskan untuk punya anak?"
Expresi mereka berdua menjadi aneh, candice tertawa, bernett yang menjawab."Ini sangat panjang ceritanya, kalau ada waktu akan ku ceritakan padamu"
Daniel tidak mempermasalahkan,ia tersenyum.
"Aku ingin melihat keponakanku seperti apa malam ini"
Keluar dari rumah sakit mereka berpisah, daniel masih ada urusan,bernett dan candice diantar ke kedai kopi untuk mengambil mobil.
Setelah mengambil mobil bernett masih melihat wajah tegang candice."Masih adakah yang membuatmu tidak senang?"
"Aku sedang memikirkan pertemuan ibuku dan ayahku, bagaimana?"
"Bukannya sudah di jelaskan ibumu saat itu sedang amnesia"
"Iya! tapi dia sudah sembuh dan tidak mencari aku"
"Peraturan keluarga kerajaan sangat ketat, walaupun ada anak diluar, tidak bisa membawa pulang dengan sembarangan,kamu harus mengerti statusnya sebagai putri"
Mata candice memerah,saat kecil sangat iri dengan teman-temanya yang diantar jemput oleh ibunya waktu sekolah, ia hanya diantar oleh supir, ayahnya sangat sibuk di perusahaan, jadi ia merasa sangat kesepian.
Bernett juga mengerti kesedihan masa kecilnya, ia mengelus kepalanya."Tenang saja, sekarang ada aku dan keluarga yang mencintai kamu"
Candice merasa lega, ada bernett yang mencintainya,keluarga gong, kakak daniel dan ibunya yang ingin ditemui, selanjutnya kehidupannya akan tenang dan damai.
"Kita pergi jemput bryan dulu, setelah itu pergi ke kediaman keluarga Xi"
"Baik, aku sudah tahu alamatnya"
Bryan sudah dijemput ke istana oleh dedrick, dia sedang bermain piring terbang dengan fluffy ,sekarang anjingnya sudah bisa menangkap piring yang di lempar seberapa jauh.
Candice tersenyum melihat anaknya bermain dengan gembira dengan anjingnya.
Bryan segera berlari ke arah mereka."Daddy, mommy" bryan berlari di ikuti anjingnya.
Begitu sampai bryan memeluk kaki ibunya.Fluffy berlari mengelilingi bernett, berusaha mendapatkan perhatian.
"Bryan, apakah kamu sudah mengerjakan pr?"
"Sudah selesai"
"Baik, hari mommy akan mengajakmu bertemu dua orang"
"Dua orang? siapa?" bryan penasaran.
Candice berjongkok."Nenek kamu dan paman kamu"
Bryan berpikir sejenak, lalu bertanya."Aku masih ada nenek dan paman?mereka dimana?"
"Yeay" bryan menunduk melihat bajunya.
"Mommy, bajuku sudah kotor, aku ganti baju dulu"
"Baik, aku akan membawamu ke dalam dan sekalian berbicara dengan kakek dan nenek"
Bernett di luar sendirian,jangan dilihat ia sebagai seorang ceo, ia melempar piring terbang untuk di tangkap oleh fluffy,ia melempar piring berulang kali..
Sepuluh menit kemudian bryan dan candice keluar dari rumah,lalu berbicara dengan pria yang sedang bermain anjing."Ayo jalan"
Anjing seolah-olah ikut mendengar berlari ke arah bryan dan mengonggong, bryan jongkok, lalu mengajarnya."Fluffy,kamu dirumah saja"
Anak anjing terus melompat.
Bryan terus membujuknya."Kita segera kembali, kamu di rumah dulu, oke"
Setelah kepergian mobil, anak anjing masuk ke aula rumah.
Di dalam mobil candice dengan sabar bercerita tentang ibunya pada bernett dan bryan, bryan yang mendengar menjadi sedih."Jadi mommy waktu kecil sangat kasihah ya"
Candice tersenyum,ia merasa putranya sangat perhatian.
"Mommy, aku lain kali akan lebih patuh denganmu" bryan memeluk tubuh ibunya erat
"Baiklah, mommy tahu" candice mencium wajahnya berulang kali.
Bernett melihat dari spion sangat senang melihat interaksi mereka berdua.
Di bawah arahan candice, mobil berhenti di depan pagar rumah keluarga Xi, candice menelepon nomor kakaknya.
"Halo, apakah kalian sudah sampai?" terdengar suara lembut pria.
"Iya, kita berada di luar"
"Baik, aku segera keluar membuka pintu"
Setelah menutup telepon candice semakin gugup, ia tidak mengetahui wajah ibunya.Ia merasa sedih tidak ingat dengan wajah ibunya.
Setelah turun dari mobil bernett merangkul candice untuk menenangkan."Jangan khawatir, ibumu pasti akan menyukaimu"
Candice mengangguk,ia bukan khawatir,namun merasa sedih.
Saat membuka pintu daniel melihat satu keluarga berdiri di luar, dengan cepat memperhatikan keponakan kecilnya,sangat tampan dan lucu.
"Panggil paman" bernett menyentuh kepala anaknya.
"Halo paman" bryan berkata dengan sopan.
Daniel bergegas memegang tangannya."Halo, kamu bernama?"
"Aku bernama bryan ceng"
"Ayo paman ajak kamu ke dalam" daniel berjalan duluan bersama bryan.
Bernett memegang tangannya mengikuti dari belakang. Hati candic merasakan hal yang aneh, berbeda.
Saat memasuki aula, ada sesosok perempuan anggun di temani oleh pembantu.
Sosok nyonya Xi segera melihat ke arah kelompok orang-orang yang masuk, ia melihat di belakang daniel, wanita muda cantik,ia merasa senang, gembira, apakah ini anak perempuannya yang dilupakan di luar?
Candice juga tidak menyangka dapat melihat sosok ibunya yang selama ini dia cari.
Ibu dan anak saling memandang,wajah nyonya Xi sudah mengalir deras air matanya, ia buru-buru berjalan mendekat melihat daniel memegang cucunya yang tampan,kemudian berjalan ke hadapan candice. Bernett melepaskan pegangan tangannya, nyonya xi memegang tangannya dan terus menatap sambil menangis.
"Anak! kamu benar-benar adalah putriku" nyonya xi memeluk tubuhnya erat.
Candice mengira ibunya adalah orang yang kejam, tapi saat ini, bahkan ibunya sudah tidak ingat lagi dengannya,ia tidak bisa membenci ibu yang terkena penyakit amnesia.
Ia sudah meneteskan air matanya, lalu mengangguk."Iya, aku adalah putri kamu"
Air mata nyonya xi mengalir lebih cepat."Ini adalah kesalahanku,aku telah meninggalkanmu"
Daniel melepas pegangan pada bryan, ia merangkul pundak ibunya, menenangkan."Ibu, kamu jangan sedih lagi, adik sudah pulang, kamu seharusnya senang"
Nyonya menyeka air matanya."Benar, aku sangat senang,aku sangat senang bisa bertemu lagi dengan anakku"
Daniel memberikan semangat."Maafkan ibu yang sudah amnesia selama ini"
"Iya pasti" candice mengusap air matanya.