
Halo semuanya! terima kasih banyak yang sudah mau baca novel ini.Semoga kalian suka.
Tolong berikan like dan komen.
Happy reading
""___""
Bernett kembali lagi perusahaan candice, ia merasa tidak tenang.
Saat masuk ke ruangan candice, ia Melihatnya sedang sedih."Kenapa? memikirkan hal apa lagi?"
Candice menunjuk bekas noda yang bekas di lap di sofa."Di sofa ada bekas darah,aku curiga saat debby datang ke padaku,dia sudah berdarah dan tidak sengaja mengenai sofa itu"
Bernett menatap jijik sofa itu."sofa ini ganti saja"
Candice tersenyum."Jangan di ganti dulu, aku sedang menyuruh vera untuk memeriksa darah itu,aku belum yakin, apakah itu darah milik debby?"
Bernett merangkul pundaknya."Aku sebentar lagi ada pertemuan penting di luar, aku sudah membawa dua pengawal untuk melindungimu, mengantarmu pulang, dan aku sudah menyuruh ayah untuk menjemput bryan"
Candice merasa bersyukur, pria ini sudah mengurus segalanya,ia bersandar di dadanya.
"Terima kasih, bernett"
Bernett mencium rambutnya sebentar, lalu melirik sofa itu."Besok suruh orang untuk menggantinya"
Candice mengannguk.
Vera sudah membawa tisu yang di nodai darah ke rumah sakit.Kebetulan ia mempunyai teman sekolah yang bekerja di rumah sakit bagian tes Dna,sehingga hal ini dapat dilakukan dengan akurat.
Setengah jam kemudian,dua laporan yang sama diserahkan oleh seorang pria teman sekelasnya.
"Ini darah orang yang sama, sebenarnya apa yang terjadi?" teman pria sedikit khawatir.
Vera mengerutkan alisnya."Darah orang yang sama? apakah kamu tidak menemukan dna anak kecil di dalam darah ini?"
Teman pria menjadi terkejut."Apa maksudmu dengan Dna anak kecil?"
"Ini adalah darah wanita yang setelah keguguran,apakah tidak ada Dna anak dalam darah ini?" vera bertanya dengan penasaran.
Teman pria terkejut beberapa detik, lalu bertanya."Apakah kamu yakin, ini adalah darah wanita yang telah keguguran?"
"Betul, kenapa?"
Teman pria segera menggelengkan kepala.
"Hal ini tidak mungkin! Ini Jelas-jelas menunjukkan bahwa HCGnya memiliki nilai normal,jika ini adalah darah keguguran,maka HCG ini akan lebih besar dari orang normal"
"Jadi menurutmu darah ini adalah?"
"Mungkin temanmu ini keliru mengenai masalah keguguran,sebenarnya,ini besar kemungkinan adalah darah menstruasi" teman pria menjelaskan dengan malu.
Vera tang merasa terkekut setengah mati.Ia memegang lengan teman prianya."Apakah kamu yakin?Kamu seberapa yakin, kalau darah ini bukan darah keguguran?"
"Berdasarkan hasil tes medis, darah temanmu bukan darah keguguran,kemungkinan besar adalah darah menstruasi" pria berkata dengan tegas.
Vera menghela nadas lega, ia memegang lapoan dengan kuat, lalu berkata."Terima kasih, kamu telah banyak membantuku"
"Kalau begitu, bagaimana kamu kalau mentraktirku makan lain waktu?"
"Tidak masalah,makan besar juga boleh" vera memegang laporan dan berjalan menuju lift.
Teman pria tertawa sebentar."Masih saja imut"
Di rumah sakit.
Debby masih menunjukkan tubuh lemahnya, setelah andreas menjenguk ibunya sebentar, ia kembali ke ruangan debby.
"Debby,kamu jangan khawatir, aku tidak akan membiarkan anak kita mati sia-sia, aku akan membalas dendam dengan candice" andreas berusaha menghibur debby.
"Kasihan dia... kasihan dia.. bahkan kesempatan untuk lahir keduni saja tidak ada" debby kembali berakting menangis.
Vera kembali ke perusahaan dengan naik taxi dengan penuh semangat. Awalnya ingin memberitahu saat di taxi, namun vera berfikir lebih baik menjelaskan secara langsung.
Saat vera ingin masuk ke pintu perusahaan, ia melihat dua pengawal berjaga di depan pintu, itu adalah pengawal utusan bernett untuk menjaga keselamatan candice.
Setelah kejadian tadi, candice tidak memiliki semangat bekerja apapun,ia memegang dagunya dan sedang melamun.
Vera pergi ke ruangan linda untuk bersama -sama masuk ke ruangan candice. Linda mengetuk pintu.
"Masuk" candice melihat linda dan vera masuk ke ruangan, ia bertanya dengan tidak sabar.
"Vera, apakah kamu sudah memeriksanya? apakah itu darah milik debby?"
Vera mengeluarkan kertas hasil tes, lalu menaruh di meja candice."Coba kamu tebak, apa. hasilnya?"
Linda juga ikut melihat kertas bersama dengan candice."Apa hasilnya?"
Vera dengan serius berkata."Darah ini memang milik debby shen,tapi,apakah kamu tahu?dia tidak mengalami keguguran,namun sedang menstruasi"
Linda dan candice kaget, candice bertanya dengan serius."Apa yang kamu katakan?"
"Aku tahu kalian tidak akan percaya" selanjutnya vera mengatakan dengan jelas apa yang dikatakan oleh teman prianya kepada mereka berdua.
Candice dan linda terkejut.Ini adalah berita yang sangat menajubkan,candice menggigit bibirnya,lalu berkata."Jadi? selama ini debby telah berpura-pura hamil?"
"Mengapa wanita tidak bisa membedakan bahwa dia hamil atau tidak? ini benar-benar terlalu ceroboh" vera merasa ini tidak masuk akal
Linda telah mengalami banyak hal,ia bisa melihat dengan jelas,lalu mendengus marah.
"Bagaimana mungkin debby begitu bodoh sehingga dia tidak tahu dirinya hamil atau tidak?dia sengaja mengumumkan dirinya hamil,
kemudian,dia ingin candice mendorongnya dan menciptakan keguguran yang palsu"
Wajah candice menjadi pucat, ia sangat marah hingga ingin membunuh orang,debby baru saja memberikan tuduhan pembunuhan palsu padanya,Faktanya, ini adalah drama yang diciptkan debby sendiri,pantas saat mendorong tangannya debby tiba-tiba terjatuh di lantai,dan ketika masuk langsung menarik tangannya, ternyata menunggu kesempatan untuk menjatuhkan dirinya ke lantai.
Vera menggertakkan giginya."Ini sudah keterlaluan, bagaimana bisa dia mencelakai,kak candice? "
Candice memandang ke linda."Kak linda,ketika kamu membawa ke rumah sakit, apakah masuk ruang operasi?siapa yang melakukan operasi padanya? bukankah seharusnya dokter mengetahui kehamilan palsu debby? "
Linda berkata dengan tenang."Saat itu,debby bersikeras untuk memintaku ke cabang rumah sakit, aku tahu di dekat sini ada rumah sakit besar,tapi,dia bersikeras ke rumah sakit cabang dan.... " linda menyadari sesuatu hal yang aneh.
"Kenapa saat kita tidak memberitahu rumah sakit tersebut,tapi suster sudah menunggu di depan, apakah ini juga termasuk di dalam rencana debby shen?"
Candice juga pernah hamil,lalu berkata.
"Orang-orang di keluarga lu tidak mungkin sebodoh itu, debby sedang berpura-pura hamil, kalau begitu, debby pasti bekerjasama dengan rumah sakit,membuat dirinya seakan-akan hamil dan membuat beberapa dokumen kehamilan, kemudian membawa pulang ke keluarga lu dan membohongi andreas dan ibunya"
"Kasihan adreas, istrinya berbohong pura-pura hamil, dia bahkan mempercanyainya dan sempat mencarimu utuk balas dendam" vera mendengus.
Candice merasa bersyukur dan merasa sedikit kacau."Vera, terima kasih telah membantu memecahkan masalah ini,aku pasti mengingat kebaikanmu ini"
"Kak candice, tidak usah sungkan, sudah seharusnya aku melakukan ini,aku juga tidak ingin kamu di salahkan" vera berkata dengan tulus.