
Haloo semuanya! terima kasih banyak yang sudah mau baca novel ini.Semoga kalian suka.
Tolong berikan like dan komen.
Terima kasih
"---"
Pagi hari setelah selesai melakukan penyembuhan pasca operasi candice berdiri di depan jendela menikmati sinar matahari, hatinya merasa nyaman dan enak.
Bernett memeluknya dari belakang."Kamu sudah bosan kan,terus berada di rumah?"
Candice tersenyum."Biasa saja,aku hanya ingin menikmati keramaian dan jalan-jalan keluar rumah"
"Aku akan bawa kamu jalan-jalan keluar"
"Tunggu beberapa hari lagi" candice tidak ingin membuat ibunya dan hannah meraasa khawatir dengan kesehatannya.
"Tidak usah, nanti sore aku akan mengajakmu keluar"
"Baiklah"
Sore hari
Setelah berdandan mereka berdua jalan-jalan ke pusat perbelanjaan ditemani oleh beberapa pengawal.
Candice langsung menuju tempat pakaian anak-anak,ia membelikan baju untuk putri dan putranya, walaupun untuk pakain putrinya sudah sangat banyak pemberian dari teman-teman bernett, ia ingin memuaskan keinginan membeli baju untuk anaknya.
Bernett otomatis membawakan beberapa kantong plastik hasil belajaannya, ia tidak merasa keberatan dan merasa sangat bahagia bisa menemaninya.
Mereka berdua memutuskan untuk makan bersama di restoran tempat perbelanjaan dan memberikan belanjaan pada pengawal.
Candice sudah duduk di kursi restoran dan bernett yang bertugas memesan makanan.
Tiba-tiba terdengar suara ledakan dari dapur restoran dan orang-orang menjadi panik, ledakan yang kedua membuat orang-orang berlarian hingga bertabrakan untuk berlari ke arah pintu keluar.
"Candice... candice" teriak bernett yang tidak terpisah olehnya.
Mereka berdua terpisah karena orang-orang yang saling berebut menuju pintu keluar, pengawal ingin melindungi juga tidak bisa.
Saat sudah mau sampai ke pintu keluar candice di dorong kuat dari belakang dan kepalanya membentur tembok lalu pingsan.
Bernett tadi sempat melihat bayangan candice keluar dan mengikuti orang-orang keluar pusat perbelanjaan.Namun tidak melihat keberadaan sang wanita.
Bernett menjadi pucat dan panik.
Seorang pemuda melihat wanita yang pingsan menggendongnya keluar dan berencana membawanya ke rumah sakit terdekat.
Bernett menelepon pengawalnya."Candice terpisah denganku, kalian cepat cari"
"Siap bos"
Banyak orang yang menunggu di luar gedung untuk menunggu saudara atau teman yang terpisah, hanya petugas yang boleh masuk ke dalam pusat perbelanjaan untuk menyelamatkan orang-orang.
Tapi candice sudah dibawa oleh pemuda ke mobil dan candice terbaring di kursi belakang.
Bernett masih berusaha mencari keberadaan sang wanita,ia berhimpitan dengan orang-orang mencari diluar gedung.
Apakah... terjadi sesuatu padanya?
Saat kondisi sudah aman bernett masuk ke dalam gedung untuk mencarinya,namun tidak melihat keberadaannya.Dan mungkin dia hanya ketakutan dan lupa untuk mencarinya.
Bernett bertemu dengan beberapa pengawal dan melaporkan tidak menemukan keberadaan candice.
Dia bukan lagi anak kecil atau mungkin terluka dan dibawa kerumah sakit?
Saat ini candice masih terbaring di mobil dan terbangun karena guncangan mobil.
"Nona, kamu tidak apa-apa,aku sedang mengantarkanmu ke rumah sakit dan cepat hubungi keluargamu"
Candice melihat pemuda yang wajahnya ada bekas luka menjadi ketakutan dan duduk ke paling jauh dengannya."Kamu... kamu siapa?"
"Kamu tenang saja, aku bukan orang jahat" sang pemuda tertawa mengingat di wajahnya ada bekas luka.
"Biarkan aku turun"
Sang pemuda mengangguk dan menepikan mobilnya."Kamu beneran tidak mau pergi ke rumah sakit?"
"Tidak, terima kasih"
Setelah candice turun dari mobil merasakan jalan yang asing, ia tidak membawa uang dan ponsel dan yang lebih gawat adalah ia lupa dengan dirinya sendiri.
Tadi setelah terbentur keras otaknya menjadi bermasalah.
Saat candice melamun sambil berjalan ada mobil yang menabrak tubuhnya di perempatan jalan. Candice terpental sejauh dua meter dan pingsan kembali.
Seorang pemuda turun dari mobil dan mengecek orang yang di tabraknya,lalu menaikkan ke dalam mobil dan berkendara kembali di jalan raya.
Satu jam kemudian,candice terbaring di sofa ruang tamu sebuah villa,perempuan membersihkan tangan dan kakinya yang terluka.
Candice terbangun karena luka di kakinya tersentuh saat di bersihkan."Kamu siapa? apa yang kamu lakukan?"
"Nona, kamu jangan takut, aku hanya sedang membersihkan lukamu dan memberikan obat"
Walaupun candice sedang lupa ingatan tidak akan membiarkan sembarangan orang menyuntik tubuhnya.
Candice segera turun dari sofa dan berlari kearah depan. Namun di teras ada pemuda dan asistennya yang menghalangi dirinya.
"Kamu siapa?" candice bertanya dengan panik
"Kamu sendiri siapa?"
"Aku adalah.. aku.. " candice tidak bisa mengingat apapun.
"Kamu beneran tidak ingat siapa dirimu?"
"Kalau begitu,apakah kamu mengenalku?"
"Kamu adalah veren, tahun ini sudah berumur duapuluh empat tahun,orang tuamu telah meninggal dan aku adalah calon suamimu"
Candice mundur dua langkah dan merasa curiga."Tidak.. aku tidak mengenalmu"
"Kamu hilang ingatan,kita sudah saling mengenal lama dan kamu sering bermain ke rumahku dulu"
"Tetapi aku... " candice sama sekali tidak ada nama veren di ingatannya dan tidak mengenal pemuda yang berada di depannya
"Sudahlah, kamu adalah veren, biarkan dokter memberikan pengobatan untukmu"
"Siapa namamu?"
"Aku adalah harry dan nama inggrisku adalah hemarld"
Dokter memegang tangan candice."Nona, aku obati dulu lukamu"
"Pergilah,kamu istirahatlah dengan baik, malam ini kita akan meninggalkan tempat ini" harry tersenyum misterius.