
Haloo semuanya! terima kasih banyak yang mau baca novel ini.Semoga kalian suka.
Tolong berikan like dan komen.
Terima kasih
"---"
Seorang karyawan club melihat ke arah pelanggan lamanya.Sang wanita menghampiri pelanggan dan langsung merayunya."Hei, kakak wang,kenapa kamu tidak menungguku untuk minum?"
"Hei.. sayangku, kamu sudah datang, aku masih ingin minum"
"Bagus sekali" cindy tersenyum dan duduk di sebelahnya.Kakak wang memperkenalkan orang yang berada di sampingnya."Perkenalkan ini saudaraku"
Cindy melihat pria yang banyak tato, penampilannya berantakan, ini membuat cindy tidak tenang.
"Cindy,saudaraku habis keluar dari kantor polisi dan suasana hatinya sangat buruk, kamu harus menemaninya" kakak wang mendorong cindy duduk di samping temannya.
Sang pria melihat dengan tidak senonoh dan memegang pahanya."Nona, kamu sangat cantik"
"Hei.. aku hanya menemani minum, selain minum, aku tidak memberikan pelayanan yang lain"
"Aku kaya dan tidak akan memperlakukanmu dengan buruk,aku akan memberikan 200 juta untukmu asalkan menemaniku malam ini"
Cindy tidak tergoda dengan pria yang berpenampilan buruk."Aku akan pergi ke toilet"
Sang pria sangat peka dengan tidak kesenangan sang wanita,lalu memegang tangannya untuk menahannya."Apa maksudnya ini? kamu hanya bekerja sebagai pendamping minum,kamu harus melayani tamu dengan baik"
"Ah.. lepaskan aku"
Seorang wanita setengah baya menghampiri keributan."Ini adalah salahku, mohon maafkan karyawanku yang tidak sopan"
Setelah berkata sang wanita membentak cindy dengan keras."Veren,cepat minta maaflah pada pelanggan"
Harry yang berjarak hanya beberapa meter mendengar nama veren dan melihat seorang wanita dengan pakaian yang terbuka sedang di pegang tangannya oleh seorang pria.
"Maaf, tolong lepaskan aku" cindy tidak berani menyinggung tamu.
Sang pria masih belum melepaskan tangannya, wanita setengah baya berusaha membujuk.
"Maaf, ini adalah bawahanku bernama veren, bagaimana jika dia bersulang denganmu?"
Veren?wanita itu bernama veren? lalu apa marganya?
Harry menyuruh pengawalnya."Bawa wanita itu kesini" pengawal memukul tangan sang pria yang memegang cindy dan menyuruh cindy untuk mendekat ke arah harry.
Cindy terkejut dan berjalan ke arahnya.Pakaian cindy terbuka di bagian dada dan kalung permata giok bersinar di remang-remang club.
Harry bertanya dengan suara berat."Apakah kamu bernama veren? apa margamu?"
Cindy merasa bingung, mengapa pria tampan ini menanyakan nama dan marganya.Ia menggunakan identitas veren untuk masuk ke club ini.Sebelumnya cindy membuat masalah di tempat lamanya bekerja dan takut akan dicari oleh bos lamanya.
Teman-temannya disini mengenalnya bernama veren ye,dan cindy tanpa ragu menjawab."Aku bermarga Ye"
Harry membesarkan matanya dan melihat ke arah wajahnya."Apakah kamu bernama veren Ye?"
"Ya, namaku veren Ye" cindy mengira pria di depannya tertarik dengan dadanya, namun sebenarnya ia melihat batu giok di lehernya.
Harry membuka ponselnya dan membuka foto veren saat berumur 17 tahun."Apakah foto ini adalah kamu?"
"Benar, ini adalah aku, aku saat itu baru berumur 17 tahun" cindy tidak menjelaskan apapun untuk saat ini, karena semua orang mengenalnya sebagai veren ye.
Ternyata wanita yang dicari selama ini bekerja di club malam.
"Sekarang kamu tinggal dimana?" harry kembali memastikan.
Cindy mengatakan alamat yang sama dengan veren, mereka berdua teman satu kontrakan.
Harry masih mengingat alamat ini, ini sama persis dengan yang diberikan oleh candice.
Harry tiba-tiba menarik tangannya."Ikuti aku"
"Hei.. tuan, mengapa aku harus pergi denganmu"
"Ikuti saja aku" harry menariknya keluar dari bar dan beberapa pengawal mengikutinya dari belakang.
Cindy terkejut sang pria mengendarai mobil Roll royce,ternyata pria tampan ini begitu kaya raya.
Harry menoleh, lalu mengerutkan alisnya melihat pakaiannya yang terbuka."Sudah berapa lama kamu bekerja di tempat seperti itu?"
Cindy berpura-pura bodoh dan menipunya."Aku baru beberapa hari... kenapa kamu mencariku?"
"Kedepannya kamu tidak boleh bekerja di tempat seperti itu lagi"
"Aku membutuhkan uang yang cepat, bagaimana mungkin aku tidak bekerja"
"Jika kamu membutuhkan uang, aku akan memberikan padamu, tapi jangan pernah datang ke tempat seperti itu lagi"
"Kamu... siapa sebenarnya?kenapa kamu begitu baik padaku?" cindy merasa penasaran dengan identitasnya.
"Kamu katakan padaku, siapa yang memberikan batu giok di lehermu?"
Cindy tersenyum dan terus berbohong."Kakekku
..kakekku yang memberikannya, ada apa?"
Harry sudah memastikan,wanita ini adalah veren yang asli."Apakah kakekmu mengatakan bahwa batu giok ini masih memiliki satu bagian lainnya?"
"Kakekku tidak memberitahu, namun aku merasa seseorang memiliki bagian gion ini"
"Ada pada diriku" harry langsung memberitahunya.
"Apa? siapa sebenarnya kamu?kenapa ada pada dirimu?" merasa terkejut.
"Tidak perduli siapa aku, aku Kedepannya akan menjagamu"
"Menjagaku"Ia menggunakan identitas veren sangat di perhatikan oleh pria tampan ini, apakah mereka berdua di takdirkan untuk menikah?
Hati cindy merasa bersamangat, veren adalah sahabat kecilnya dan benar-benar tidak tega melakukan ini,namun ketika melihat pria tampan kayaraya di sampingnya terjadi pergulatan di dalam hatinya.
"Apakah kamu tidak mau dijaga olehku?"
Cindy segera menggelengkan kepala."Tidak... tidak.. aku bersedia"
Harry merasa sedih melihat dandanannya yang menor, bagaimana bisa veren terjatuh ke lubang seperti itu?
Pagi hari
Veren bangun pagi dan menghitung uang yang tersisa di dalam dompetnya, walaupun kakeknya memberikan uang beberapa puluh juta, ia tidak pernah menggunakannya.
Ia selalu bekerja untuk menghidupi dirinya sendiri,ia adalah yatim piatu,kedua orang tuanya telah meninggal dan sejak kecil sudah hidup bersama dengan sang kakek,saat kuliah juga bekerja serabutan dan mendapatkan beasiswa,karena nilai-nilainya bagus dapat bekerja di hotel berbintang.Namun sangat sial baru bekerja sebentar sudah dipecat.
Ia masih mempunyai uang dua juta rupiah di dalam di dompetnya,ia melihat waktu dan tumben cindy belum pulang dari bekerja.
Karena pekerjaan yang dilakukannya cukup berbahaya,veren selalu mengkhawatirkannya.
Ia mengambil ponselnya dan menelepon cindy, namun sudah menunggu beberapa lama belum juga diangkat,hatinya menjadi semakin cemas.
Akhirnya telepon diangkat."Halo"
"Cindy, kenapa kamu masih belum pulang?kamu baik-baik saja kan! dimana kamu sekarang?"
"Aku baik-baik saja, aku akan memberitahumu kabar baik, mungkin aku akan segera pindah rumah"
"Apa? kamu ingin pindah rumah, kamu ingin tinggal bersama dengan siapa?"
"Pacar.. pacarku" cindy berkata dengan kurang percaya diri.
Veren juga merasa terkejut, selama ini sahabatnya tidak pernah dekat seorang pria.
"Apakah kamu sudah memiliki pacar? sejak kapan?"
"Sudah enam bulan, aku tidak memberitahumu, karena aku takut kamu mengkhawatirkanku, tapi sekarang, kamu tenanglah, aku dan pacarku sudah menjalani kehidupan yang baik dan mungkin akan pergi ke luar negeri"
"Oh baik! apakah kamu akan pulang untuk mengambil barang-barangmu?"
"Aku akan pulang, tapi,setelah beberapa hari"
"Ya.. jika kamu tidak apa-apa,aku sudah merasa tenang, sampai jumpa" veren tersenyum dan menutup teleponnya.
Saat ini cindy tinggal di villa mewah yang disewa oleh harry, ia tinggal di kamar tamu.Ia merasa bahagia tinggal di tempat seperti ini.