
Haloo semuanya! terima kasih banyak yang mau baca novel ini.Semoga kalian suka.
Tolong berikan like dan komen.
Terima kasih
"---"
Adegan kemesraan mereka terlihat oleh harry yang berada di dalam mobil,apakah dunia ini sangatlah sempit, mengapa bertemu dengan wanita itu disini?
Saat melihat wanita itu masuk ke dalam perumahan,harry terpikir kalung giok yang di pakainya.
Apakah wanita itu adalah veren Ye?
Veren sudah sampai di kamarnya dan menghidupkan lampu rumahnya.
"Tuan muda, lampu di lantai empat sudah menyala, apakah nona Ye sudah pulang?" pengurus rumah tangga berkata.
Harry menjadi gugup dan memberikan perintah.
"Jika tidak ada perintah dariku, kalian tidak boleh keluar dari mobil"
"Tuan muda, aku temani kamu naik ke atas" kata pengurus rumah.
"Tidak perlu, aku akan pergi sendiri"
Jika wanita tadi adalah veren, masalah ini akan sulit diselesaikan dan akan sangat sulit mewujudkan permintaan kakeknya.
Veren duduk di sofa, hatinya berdebar teringat tangannya di pegang oleh andre.
Saat sedang melamun tiba-tiba pintunya di ketuk,malam begini, siapa yang datang ke rumahnya?apakah cindy sudah pulang?
Ia melihat harry di depan pintu, ia juga tidak merasa aneh, dia adalah pacarnya cindy, mungkin mereka sedang bertengkar.
Veren dengan Expresi tidak senang."Ada masalah?"
"Kamu adalah veren ye?" harry merasa terkejut.
"Iya kenapa?" veren merasa waspada dengannya.
Harry merasakan senang, akhirnya dapat menemukannya.
Veren ingin mengusir sang pria."Kamu ingin mencari cindy, dia tidak ada dirumah"
"Aku ingin mencarimu dan bukan mencari cindy"
"Apa yang ingin kamu lakukan?" veren merasa merinding.
Harry melepas giok di lehernya dan memperlihatkan kalungnya."Aku ada kalung giok yang sama denganmu, dan giok kita adalah sepasang"
Veren merasa terkejut melihat giok yang terlihat sepasang."Apa yang akan kamu lakukan?"
"Kakek kamu tidak mengatakan padamu, kalung ini adalah sepasang" harry ingin menjelaskan mereka berdua ada hubungan.
Veren sejak kecil tinggal dengan kakeknya, kakeknya juga menceritakan banyak tentang batu giok ini.Kalung giok ini adalah harta karun keluarga mereka dan diberikan satu orang luar negeri.
"Kakekmu memberikan giok ini pada kakekku"
Veren tidak mempercayai kata-katanya.
"Coba keluarkan kalungmu,kamu bisa mencoba mencocokkan dan pasti kalung ini adalah sepasang"
Veren ragu sebentar,pria ini adalah pacarnya cindy dan tengah malam datang ke rumahnya hanya untuk mencocokkan batu giok.
"Walaupun ini adalah sepasang, tapi tidak berarti apapun, kamu ingin mencari cindy, kamu silahkan telepon dia saja, aku ingin istirahat" veren tidak menyukai pria ini.
Veren ingin menutup pintu namun ditahan oleh harry.
"Jika kamu begini lagi, aku akan memanggil orang"
Harry menghela nafas."Kamu sudah salah paham, aku bukan pacar cindy, beberapa hari yang lalu aku mengenalnya di club, waktu itu aku melihatnya memakai kalung giok itu, aku mengira dia adalah kamu,jadi aku mengajaknya ke rumahku dan Sekarang cindy telah keluar dari rumahku"
"Benar, aku mencarimu untuk memenuhi permintaan kakekku yang sudah meninggal, aku datang mencari cucu yang telah menolongnya, setelah ditemukan,aku disuruh menjagamu"Harry tidak berani mengatakan untuk menikahinya, wanita ini pasti marah dan mengusirnya.
Kali ini harry merasa menyesal, jika ia tahu wanita ini adalah veren,maka tidak akan membuat salah paham begitu banyak dan berharap wanita ini mau memaafkannya.
Veren menjadi bingung dan menggigit bibirnya.
"Bagaimana bisa kamu menganggap cindy adalah aku?apakah kamu tidak bisa bertanya namanya?"
Ini adalah yang membuat harry sangat marah dan mengeluarkan suara mmmm."Kamu tidak tahu, dia menggunakan namamu untuk menemani tamu,dia mengaku bernama veren ye dan selama ini menyamar menjadi kamu, temanmu ini sangatlah jahat"
Veren terkejut dan mempercayai ucapannya, karena hari ini cindy telah berubah dan menjadi orang lain.
"Mengapa dia ingin menyamar menjadi aku?" veren merasa bingung.
"Karena aku memberitahu padanya sedang mencari veren,saat aku menemukannya mengatakan ingin membalas budi kakekku, aku berkata ingin memberikan uang yang banyak, jadi dia tergoda"
Cindy sama sekali tidak memperdulikan soal uang.Hanya saja ia kecewa dengan temannya, ia menggunakan namanya untuk bekerja di club,bahkan untuk mendapatkan kekayaan harus berbohong di depannya.
Ini membuatnya merasa kesal dan marah, sebagai teman baiknya,dia bisa berbuat sangat licik.
"Kamu mengerti kah? aku ingin mencarimu, cindy adalah orang yang licik"
Veren menghela nafas."Sekarang kamu sudah menemukanku, aku juga tidak butuh uangmu, aku juga tidak perlu kamu jaga, sekarang kamu sudah bisa pergi"
"Kamu dengar dulu, kakekmu dulu sudah menolong kakekku, aku datang untuk membalas budi"
"Aku tidak perlu, aku harus bilang berapa kali lagi?" veren melotot ke arahnya.
"Aku tahu dulu sangat keterlaluan padamu, aku sudah salah paham padamu, aku minta maaf padamu" perkataan harry terdengar sangat menyesal.
Veren menutup pintu, ternyata pria ini adalah cucu orang yang dulu pernah di tolong oleh kakeknya, ini sangatlah aneh.
Tapi veren sangat sedih dengan perbuatan cindy,ia ingat saat melamar kerja banyak fotokopi identitasnya di taruh di meja dan kemudian hilang, apakah dipakai cindy untuk melamar pekerjaan di club?
Bahkan saat menemani tamu juga menggunakan namanya, veren sangatlah marah, sebagai teman baiknya, mengapa dia bisa melakukan semua ini?
Dia benar-benar ingin menyamar dan mendapatkan banyak uang dari harry,ini benar-benar keterlaluan.
Harry turun dari perumahan dan pengurus rumah tangga langsung menghampiri."Tuan, apakah sudah bertemu dengan veren?"
"Kamu tahu siapa dia?"
"Siapa dia?"
"Wanita yang aku usir adalah veren yang asli"
Sang asisten terkejut."Apa? wanita yang kamu usir, dia benar-benar adalah veren"
Ia merasa kasihan dengan tuannya, baru bertemu sudah diusir oleh veren.
"Hubungan kamu dan nona ye bagaimana?"
"Jangan bahas lagi, sekarang dia masih membenciku, tidak perduli bagaimanapun,aku akan membawanya pulang dan memberikan kehidupan yang mewah"
Saat ini harry masih merasa senang, untungnya cepat membongkar kebohongan cindy, kalau tidak ia akan menikahi dengan orang yang salah.
Tetapi wanita ini cantik dan bersih, ini sama persis dengan seleranya, harry tersenyum.
"Asisten, kamu suruh untuk menjaga disini, aku ingin mengetahui jejak dia"
"Iya tuan" asisten kembali ke mobil pengawal dan memberikan intruksi pada dua pengawal.
Harry duduk di mobilnya, dan mengingat seorang pria mengantarkan pulang sambil memegang tangannya, apakah pria tadi adalag pacarnya?
Ia menghela nafas panjang, ia harus kembali ke rumahnya dan besok pergi untuk menemui veren.
Dan veren duduk di sofa masih terlihat marah akan perbuatan sahabatnya.