Bayi Ceo Tampan

Bayi Ceo Tampan
Bertemu dengan daniel Xi


Halo semuanya! terima kasih banyak yang sudah mau baca novel ini.Semoga kalian suka.


Tolong berikan like dan komen.


Happy reading


""___""


"Tante, aku menjawab telepon dulu"


"Baiklah"


Candice berjalan agak ke taman bunga.


Ia menjawab dengan sopan."Halo tuan xi, apa kabar"


"Nona cheng, lama tidak bertemu,apakah ada waktu luang? aku ingin mengajakmu minum kopi" daniel berkata dengan langsung.


Candice agak terkejut."Kalau mengenai desain rancangan, aku sedang libur, kamu bisa membicarakan dengan atasanku"


"Bukan karena masalah desain gambar, namun ini masalah pribadi"


"Hmmm! begini.. tuan muda Xi, bukankah aku sudah mengatakan punya anak laki-laki" candice merasa daniel menyukainya dan harus mengatakan dengan jelas padanya


Daniel terdiam sejenak,lalu tertawa."Nona cheng, aku tidak bermaksud untuk mengejarmu"


Wajah candice memerah malu."Maaf, aku sepertinya sudah salah paham"


"Jadi, apakah kamu mau minum kopi denganku?"


"Apakah tidak bisa mengatakannya di telepon?"


"Tidak mudah untuk mengatakannya"


"Mmmm! apakah hari ini?" candice merasa boleh menemuinya, karena tuan xi tidak mengejarnya.


"Benar, kamu dimana? aku akan menjemputmu"


"Tidak perlu.. tidak perlu..aku bisa mengendarai mobil kesana,kita bisa bertemu di tempat janjian"


"Aku akan mengirim alamatnya padamu sekarang"


"Baik"


Tak lama kemudian,ia menerima alamat yang dikirim oleh daniel, Candice masuk kedalam untuk berpamitan kepada hannah, hannah juga tidak bertanya, hanya menyuruhnya untuk berhati-hati di jalan.


Cabdice pergi ke parkiran bawah tanah milik bernett, ia memilih mobil yang tidak terlalu mencolok.


Ia parkir di parkiran sesuai alamat yang diberikan oleh daniel, ia menelepon daniel mengabarkan sudah sampai di bawah.


Daniel keluar ke depan cafe dengan pakaian formal, ia terlihat berwibawa.


"Apakah kamu datang kemari sehabis melakukan pertemuan?" candice menyapa.


"Benar, aku baru saja menghadiri sebuah rapat" daniel tersenyum lembut, semakin melihatnya semakin mirip dengan ibunya di masa muda, hanya saja candice terlihat lebih modern saat berpakaian.


Candice merasa bingung melihat senyuman daniel,bukankah dia bilang tidak sedang mengejarnya?


"Silahkan"


Saat masuk ke cafe candice merasa terkejut, ternyata seluruh cafe di pesan oleh daniel, disini hanya ada mereka berdua.


"Kamu memesan seluruh tempat ini?"


Daniel tersenyum"Aku suka dengan suasana yang tenang"


Candice merasa lucu dengan anak orang kaya, ingin ketenangan langsung memesan seluruh ruangan.


"Silahkan duduk" daniel mempersilakan dengan sopan.


Candice juga sedikit membungkuk mengimbangi gerakan daniel. Mereka duduk di tepi jendela, di sebelahnya ada sungai jernih yang menambah bagus pemandangan disini.


Candice melihat sungai di sebelah, ia menunggu sang pria membuka obrolan.


Setelah beberapa saat menatap wajahnya, daniel membuka obrolan."Nona cheng, maaf aku ingin bertanya sesuatu padamu, apakah ibumu masih hidup?"


Wajah candice berubah sedih, ia merasa terkejut daniel membahas ibunya,ia memegang gelas teh dengan erat.


"Kenapa?apakah saya membahas sesuatu yang membuatmu merasa sedih?" daniel merasa bersalah, walaupun ia memiliki kekuatan untuk mencari status candice, namun tidak di lakukan, itu melanggar privasi orang lain.


Candice menarik nafas dalam-dalam,lalu berkata."Tidak! hanya saja, aku sejak kecil sudah tidak melihat ibuku, jadi, aku juga tidak tahu ibuku masih hidup atau sudah meninggal.


Daniel menyipitkan matanya, ini seperti yang ia harapkan!


"Kalau begitu ayahmu!dia orang seperti apa?"


"Dia sudah meninggal lima tahun yang lalu" candice melihat ke bawah kesedihannya terlihat di wajahnya.


Daniel mengerutkan dahinya."Kalau begitu, ayahmu tidak pernah membahas tentang ibumu padamu?"


Walaupun candice merasa aneh dengan pertanyaan daniel, tapi candice terus menjawabnya jujur."Tidak, tidak pernah, dia tidak pernah membahas ibuku, mungkin saat aku kecil pernah, atau aku yang melupakannya"


Hati daniel merasa sakit hati, sejak kecil tidak pernah merasakan kasih sayang seorang ibu, nasibnya sungguh keras.


Candice menjadi penasaran dan bertanya dengan antusias."Kenapa kamu sangat penasaran dengan masalah ibuku? apakah kamu tahu siapa ibuku?"


Daniel merasakan nada keluhan dan ketidakpuasan candice terhadap sosok ibu, ia bertanya dengan pelan."Kalau suatu hari nanti kamu menemukan ibumu, apakah kamu akan mengakuinya?"


Candice menjadi antusias."Apakah kamu tahu siapa ibuku?"


"Aku hanya menebak figurmu sangat mirip dengan seseorang wanita saat masih muda"


Candice mengedipkan matanya."Benarkah? aku mirip dengan siapa?"


Daniel menghela nafas dan tersenyum ."Ibuku"


Candice langsung tertegun,di saat yang sama merasa tidak mungkin, ia menggelengkan kepala."Tidak mungkin,saat ibuku melahirkanku katanya masih sangat muda"


Daniel berpikir dengan teliti,lalu berkata."Ibuku melahirkanku saat berusia sembilan belas tahun,dia menghilang selama dua tahun.Aku berpikir saat menghilang selama dua tahun bersama dengan ayahmu"


Candice sangat sulit untuk mempercayai ini, ia berharap ini adalah kenyataan, kalau itu kenyataan berarti daniel dan dirinya adalah adik dan kakak beda ayah.


"Seharusnya tidak mungkin,deh" candice tidak ingin terlalu berharap,takut akan semakin kecewa.


"Hanya dengan kamu bersedia bekerjasama denganku, hasilnya akan di ketahui dengan cepat" daniel ingin melakukan tes DNA, ini adalah hal paling cepat dan akurat.


Ia hanya berfikir ibunya dicap jelek di hati candice, sehingga dia tidak mau bekerja sama.


"Aku... " candice ragu-ragu,dia takut dengan hasil akhir tidak sesuai dengan keinginanannya, bukankah ini akan menjadi kesenangan yang sia-sia?


Dan untuk seorang ibu, ia punya banyak keluhan, kalau benar-benar bertemu dengannya, apa yang harus di lakukan?


Kalau dia benar ibu kandung daniel, bukankah ia anak haram?


"Kamu boleh mempertimbangkannya, aku tidak akan memaksamu"


"Kalau aku dan kamu adalah adik kandung beda ayah, apa kamu tidak membenciku? karena aku lahir setelah ibumu menghianati ayahmu" candice bertanya dengan khawatir.


Daniel mengerutkan alisnya, lalu berkata."Ibuku memiliki satu penyakit keturunan,ada sesuatu di otaknya, terkadang bisa lupa ingatan sejenak, yang paling lama adalah dua tahun itu.Ayahku terus mencarinya namun tidak ada hasil.Pada akhirnya ibuku ingatannya kembali dan kembali ke rumah.Ayahku hanya meminta melupakan dan menghilangkan hubungan dengan orang yang dia temui selama menghilang.


"Kalau begitu sekarang ayahmu?" candice penasaran.


"Dia sudah meninggal tiga tahun lalu"


"Maaf"


"Tidak masalah, walaupun ayahku masih hidup, dia sangat mencintai ibuku, dia tidak akan keberatan dengan kehadiranmu" daniel merasa yakin candice adalah adik perempuannya.


"Ibumu adalah orang kerajaan" ia takut dengan status nyonya Xi.


Daniel juga mengerti kekhawatiran,kesenangan, candice."Jangan khawatir,ini tidak akan menghalangimu menjalani kehidupan.Ibuku adalah adik perempuan kandung dari presiden saat ini.Dia adalah putri negara ini"