
Haloo semuanya! terima kasih banyak yang mau baca novel ini.Semoga kalian suka.
Tolong berikan like dan komen.
Terima kasih
"---"
"Kalau kamu merasa luka itu tidak enak untuk di pandang,aku bisa mengenalkanmu dengan dokter terkenal" ucap daniel dengan perhatian.
"Tidak perlu, aku sudah terbiasa dengan bekas luka ini" cherly teringat sesuatu."Apa kamu tahu orang seperti apa yang menembakku?"
Daniel menghindari tatapan matanya, ia bukannya takut untuk mengakui, kalau memberitahu dia akan semakin penasaran dengan masa lalunya, daniel memustuskan untuk memberitahu di masa depan.
"Sudahlah, aku kira kamu juga tidak akan tahu, terima kasih sudah menceritakan tentang masa laluku, sebelum hilang ingatan,aku tidak menyangka menjadi temanmu"
"Baiklah, nanti siang kita berdua makan siang bersama"
"Boleh saja, asalkan tidak keluar dari rumah, statusmu terlalu tinggi, nanti ada banyak orang yang akan salah paham"
"Siapa yang salah paham?"
"Tuan presiden,kamu tidak takut calon istrimu cemburu?"
"Baiklah, kamu ingin masak sendiri atau suruh orang menyiapkannya"
"Aku tidak terlalu pandai di dapur"
"Aku bisa masak"
"Wah! bagaimana bisa menyuruhmu masak, aku akan menyuruh orang untuk membungkus makanan"
"Aku tidak menyukai makanan yang di bungkus dari luar" daniel segera menelepon asistennya untuk membeli sayuran di supermarket.
Cherly menjadi tidak enak hati, apalagi calon istrinya pernah membelikannya kopi.
"Tuan presiden,aku sudah memutuskan untuk tidak merepotkanmu di masa depan"
"Kenapa?" daniel mengerutkan alisnya.
"Kita pernah menjadi teman, tetapi,sekarang sudah mempunyai calon istri, aku melanjutkan tinggal di rumahmu sangat tidak pantas" walaupun sedang lupa ingatan cherly tidak akan menghancurkan rumah tangga orang lain.
Walaupun daniel pemuda tampan dan menarik perhatiannya,ia tidak akan menyakiti orang lain demi kesenangan diri sendiri.
"Tidak bisa, aku sudah berjanji untuk menjagamu selamanya,jadi kamu harus tetap tinggal disini dan tidak boleh pergi"
Cherly terkejut."Apakah kamu pernah berjanji untuk menjagaku selamanya?"
"Benar, aku sudah berjanji denganmu, kamu boleh ada kehidupan sendiri,tetapi disini adalah rumahmu,kamu tidak boleh tinggal di tempata lain"
Cherly menganggukkan kepala."Baik, aku akan tetap tinggal disini, tapi,kami berdua harus ada jarak, kamu tidak perlu mencariku selalu"
"Kamu ini benci denganku?"
"Tidak" cherly berkata dengan tegas.
"Statusmu aku akan membantu segera dan ini adalah rumahmu"
"Terima kasih"
Kira-kira pukul sebelas thomas membawa dua kantong plastik besar penuh dengan sayuran dan bumbu dapur, ia kaget melihat gadis ini beneran adalah dia.
"Thomas, ini adalah Cherly,kalian berdua pernah bertemu sebelumnya" daniel segera mengenalkannya.
Thomas juga mengerti pikiran bosnya, ia lalu tersenyum."Hai, lama tidak berjumpa cherly"
"Halo" Cherly menatap thomas yang berpenampilan menarik.
Thomas berkata."Tuan, ini adalah sayuran yang kamu perintahkan,jangan salahkan aku yang banyak bicara, jam setengah tiga ada sebuah rapat yang penting"
"Aku sudah tahu"
Saat thomas akan membalikkan badannya, cherly tersenyum."Thomas, ayuk kita makan siang bersama"
"Tidak perlu, aku masih ada sesuatu yang harus diurus, lain kali saja" selesai berkata thomas langsung membalikkan badannya dan pergi.
"Dia kenapa?" Cherly bertanya pada daniel.
"Dia masih mempunyai sesuatu hal yang masih diurus"
"Oh baiklah, apa perlu aku bantu kamu memasak"
"Tidak perlu, kamu istirahat saja di sofa, aku akan mengerjakannya sendiri"Lagipula sudah lama daniel tidak memasak, semenjak menjadi presiden semuanya sudah ada yang mengurus.
Cherly berbaring di sofa seperti kucing yang sedang menunggu jatah makan.
Daniel melepaskan jasnya dan menggulung kemeja panjangnya sampai siku dan membawa kantong plastik ke dapur.
Di depan sang pria cherly memiliki perasaan yang sulit untuk di ungkapkan.Ia berubah menjadi gadis manja dan pikirannya menjadi tidak beraturan.
Cherly merasa bosan dan berjalan menuju dapur, ia melihat daniel sedang memotong daging dengan expresi serius, pria itu terlihat sangat menggoda.
Daniel mendengar suara langkah kaki di belakangnya dan menoleh."Apakah sudah lapar?"
"Belum, apakah ada yang bisa saya bantu? aku sangat bosan" Cherly merasa tidak enak.
"Kamu bisa membantu membersihkan sayur ini"
"Baiklah, aku akan mencoba"
"Kamu pilih sayuran yang masih muda dan yang sudah tua dibuang saja"
Cherly melakukan tugasnya dengan serius.
Daniel melihat sang gadis sedang serius memilih sayuran, satu tahun ini sangat merindukannya dan merasakan sakit hati.
Kemunculannya dapat menghilangkan rasa rindu dan menumbuhkan rasa bahagia yang paling di dalam hatinya.
Selesai memilih Cherly mencuci sayuran, namun tangannya di pegang oleh daniel dan ada rasa tersetrum di kulit tangannya.
Kehangatan sang pria membuat tubuh cherly ikut memanas.
"Aku saja yang mencuci, kamu istirahat saja dulu"
Cherly meletakkan sayuran dan membalikkan badannya, lalu duduk di kursi dan melihat daniel sedang memasak.
Ia seperti pencuri melihat kearah daniel dengan serius, ia masih penasaran dengan sang pria, apakah dulu mereka berteman akrab atau kenal di kedai kopi saja?
Ia tidak bodoh, tatapan sang pria penuh kelembutan dan kasih sayang, sekarang cherly tidak ingin memikirkan sesuatu yang berlebihan,dia adalah pria yang memiliki calon istri.
Tidak sampai satu jam hidangan sudah tersaji diatas meja makan,cherly sedikit terkejut melihat banyak hidangan lezat."Kamu begitu pandai memasak?"
"Kamu bisa cobain, apakah aku bisa memasak atau tidak?" daniel tersenyum.
Cherly mengambil sendok dan mencoba makanannya,ia mengacungkan jempolnya ke arah daniel."Benean hebat, ini sangatlah enak"
Daniel tersenyum dan menemaninya makan.
Cherly merasa tatapan daniel terus menatapnya, lalu bertanya padanya."Tuan presiden,apakah aku boleh bertanya?"
"Kamu tanya saja"
"Kalau begitu aku akan bertanya, kamu mengenal calon istrimu dimana?"
"Perkenalan kami sangatlah pendek, kira-kira baru dua bulan melalu keluargaku, aku baru mengenal dan mengetahui dia" daniel berkata dengan jujur.
Cherly terkejut."Kamu dan calon istrimu sekarang adalah karena di jodohkan? kalau begitu kamu pasti mencintainya, kalau tidak, tidak akan membicarakan sampi ke tahap pernikahan?"
Daniel segera menggelengkan kepala."Aku dan yuna belum bertunangan,kami masih dalam tahap pengenalan"
"Yuna adalah wanita yang baik"
Daniel merasa tidak berdaya dan mengalihkan topik pembicaraan."Sejak kamu sadar, kamu baik-baik saja, kan"
"Lumanyan bagus"
"Tidak ada orang yang menyiksamu,kan?"
Cherly menaikkan alisnya."Yang ada aku yang menyiksa orang"
Daniel teringat dengan statusnya yang dulu, ia tersenyum lembut."Kalau begitu, kamu tidak perlu menyiksa orang"
"Aku tidak ada! aku hanya mengerjakan kerjaanku saja"
"Kalau begitu, kamu ada rencan apa Kedepannya?"
"Aku belum ada rencana, mungkin akan melanjutkan pekerjaan ini dan kemudian hidup dengan baik"
"Kamu ingin pekerjaan seperti apa?"
"Belum terpikirkan,namun aku tidak menyukai pekerjaan santai dan membosankan"
"Kalau begitu, apakah kamu bersedia menjadi bodyguardku?"
"Aku bisa? apakah aku ada kemampuan untuk menjadi pengawalmu?"
"Ada" daniel menjawab dengan serius.
Cherly meletakkan sumpitnya dan melihat kearahnya dengan serius."Aku bersedia, aku bersedia menjagamu dengan nyawaku"
Daniel terkejut mendengarnya, gadis ini pernah menyelamatkan nyawanya dan itu hampir merenggut nyawanya sendiri.