
Hallo semuanya! terima kasih banyak yang sudah mau baca novel ini.Semoga kalian suka.
Tolong berikan like dan komen.
Happy reading
.........
"Bagaimana dengan pekerjaanmu, apakah ada kendala?" nickson bertanya.
"Baik, tuan putri sarah sangat baik padaku, dia mengundang aku menghadiri jamuan nanti malam" bernice merasa bangga.
"Oh ya? pas aku juga akan hadir"
"Aku juga sudah menebak, kamu pasti dapat undangan"
"Tidur lagi saja, nanti malam takut kamu merasa kelelahan"
Bernice memejamkan matanya, di peluk sang pria merasa nyaman dan tertidur pulas.
Nickson sendiri tidak tertidur hanya memeluk tubuh wanita mungil ini.Dulu ia bisa mengontrol ***** dalam tubuhnya dengan baik, namun di hadapan bernice dengan sedikit sentuhan saja akan lansung terangsang.
Sore jam enam
Bernice sudah mengenakan gaun pesta berwarna biru,sebagai seorang putri dari keluarga gong, ia memiliki pengalaman berdandan seperti ini, ia merias wajahnya sendiri.
Sesampai tempat perjamuan bernice dan nickson berpisah.Ia melihat para tamu undangan kebanyakan orang luar negeri dan beberapa tokoh penting di negara X.
Bernice berjalan mencari putri sarah, tuan putri begitu melihat bernice berjalan menghampiri.
"Bernice,kamu sudah datang?" putri sarah tersenyum.
"Tuan putri sarah" bernice menyapa dengan sopan dan elegan
"Bernice,kamu cantik sekali" putri sarah memuji dengan tulus."Kamu adalah wanita oriental tercantik yang pernah aku temui"
Bernice tersenyum malu- malu."Terima kasih atas pujiannya."
Bernice menatap orang yang tampak menonjol berdiri di sekelompok orang, hari ini nickson memakai pakaian militernya.
Putri sarah juga melihat ke arah nickson,ia tersenyum bahagia."Wah!siapa pria dari negaramu itu?dia sangat tampan"
Bernice pun hanya bisa memberitahunya.
"Dia adalah pemimpin militer di negara kami"
"Oh! aku pernah mendengarnya, ternyata orang besar yang dibicarakan oleh ayah adalah dia" sambil berkata pandangan mata putri sarah menatap tajam nickson dengan perasaan bahagia.
Melihat tatapan putri sarah pada nickson, bernice merasa kurang senang.
"Bernice, bisakah kamu memperkenalkan dia padaku? aku sangat ingin mengenalnya" kata putri sarah dengan semangat.
Bernice tersenyum paksa."Baik"
Saat ini banyak orang menyapa putri sarah, karena bahasa inggrisnya kurang bagus, bernice yang bertugas menerjemahkan untuknya.
Di dalam ruang perjamuan, bernice di tatap oleh pria muda yang tertarik oleh kecantikannya.
Pria muda ini cukup tampan dan berbadan tinggi.
Bernice saat ini sedang meminum sebuah jus, putri sarah sendiri sedang menemani anggota keluarga kerajaan.Bernice berjalan ingin mencari sosok nickson, namun ia malah di hadang pria muda berjas.
"Halo nona, namaku anthony, senang bertemu denganmu"
Bernice tersenyum, karena pernag bertemu pria ini di rapat tadi siang."Halo"
"Apakah kamu sedang mencari seseorang?" tanya anthony sambil tersenyum.
"Tidak mencari siapa- siapa kok" bernice juga tersenyum.
"Penampilan kamu hari ini sangat bagus, kamu menguasai enam bahasa, hebat sekali" anthony memuji.
Bernice sedikit terkejut."Ternyata kamu memperhatikan diriku?"
"Iya, setelah keluar dari ruang rapat, aku sudah mencari info tentangmu, aku tertarik padamu"
anthony bicara terus terang.
Bernice sudah sering menemui orang yang mengutarakan isi hati padanya,dan sudah tidak ingat sudah berapa pria, ia biasa menghadapi situasi seperti ini hanya tersenyum."Terima kasih atas kesukaanmu padaku"
"Nona gong, bisakah kita menjadi teman?" tanya anthony dengan ramah.
"Kita sudah menjadi teman dalam bekerja bukan?"
"Baik" Bernice mengikuti putri sarah, ia melambaikan tangan pada anthony.
Bernice sudah melihat sosok nickson, tapi wajah nickson terlihat agak kesal.
Namun wajah nickson langsung terlihat biasa saat putri sarah sudah dekat, bernice bersikap se alami mungkin ."Ini adalah pemimpin militer di negaraku"
Putri sarah langsung menyapa dengan bahasa inggris, nickson membalas dengan lancar.
Bahasa inggris putri sarah kurang bagus." Bernice, bisakah kamu membantu menerjemahkan"
Putri sarah berkata dengan bahasa negara ke bernice, lalu diterjemahkan."Sangat senang bertemu denganmu,kami sangat berterima kasih atas kedatanganmu membantu negara kami,aku menyambutmu atas nama negara kami."
"Sama- sama" kata nickson
"Bernice, tolong tanyakan padanya, apakah besok bisa makan malam bersama?"
Bernice menatap nickson."Putri sarah bertanya, apakah kamu mau makan malam bersama besok"
"Nickson, kamu jangan menolak ajakan tuan putri sarah" salah satu politikus mengingatkan.
Nickson mengangguk." Dengan senang hati"
Bernice berkata pada putri sarah." Dengan senang hati"
PUtri sarah berpamitan, ia hendak menemani tamu lainnya.
Nickson mendekati tubuh bernice, ia berkata dengan kesal."Kerja ya kerja saja,aku tidak mengizinkan kamu terlalu dekat dengan pria lain"
Bernice menatap wajah kesal nickson, pasti saat mengobrol dengan anthony dilihat oleh nickson, makanya dia cemburu.
"Aku memang sedang bekerja" Bernice dapat melihat wajah tidak enak dilihat nickson, ia mengikuti tuan putri sarah.
Nickson melihat kepergian bernice cukup kesal.
Bernice menemani putri sarah sampai jam sepuluh malam, bernice kembali ke hotel para berjalan kaki, kebetulan hotelnya dekat dengan tempat acara.
Saat bernice berjalan di lobby hotel terdengar suara pria."Halo nona gong, apakah kamu ingin pulang?kebetulan aku juga, kita bareng saja"
Pria itu adalah anthony, ternyata dia menunggu ia pulang, kebetulan bernice juga takut pulang sendirian, ada teman menemani bagus juga.
"Baik"
"kamu tidak memakai jaket?"
"Saat aku kesini ada yang jemput dengan mobil, jadi lupa bawa" bernice menyesal menolak tumpangan putri sarah untuk mengantar pulang, ternyata musim dingin di negara ini sangat dingin dan bisa membekukan orang kalau terlalu lama di luar.
Anthony melepas jasnya."Pakailah"
"Tidak perlu"
"Tenang saja, aku masih memakai baju dobble di dalam dan tidak akan kedinginan, lagian jika kamu sakit,besok tidak dapat bekerja"
Setelah berpikir bernice menyetujui usul anthony, ia menerima jasnya, saat hendak memakai terdengar suara pria yang ia kenal.
"Bernice gong"
"Apakah dia temanmu?" tanya anton
Bernice hanya mengangguk."Kamu pulang duluan saja" ia takut dengan kemarahan nickson.
"Bernice, kembalikan padanya" kata perintah yang jelas.
Kebetulan anthony mengerti bahasa negara bernice."Tidak perlu di kembalikan"
Saat ini nickson memakaikan mantel militer pada tubuh bernice.
Anthony yang mengerti gerakan nickson langsung mengambil jas di tangan bernice.
"Kalau begitu, aku pergi dulu"
Mereka berdua berjalan tanpa ada yang bicara, saat melewati gang gelap tubuh bernice di tekan ke dinding oleh nickson."Bukannya aku sudah bilang, jauhi pria lain? kamu masih berani memakai bajunya?"
"Aku kedinginan" bernice berkata dengan kasihan dan sedih.
Nickson yang hendak marah tidak jadi melihat wajah kasihan bernice, memang terlihat wajahnya sudah memerah karena kedinginan.
"Dasar,kali ini aku memaafkanmu"
Nickson memegang tangannya."Aku antar kamu pulang"