Suami Sementara

Suami Sementara
Kamu hanya milikku!


HAPPY READING ZHEYENG 😘


_________________________


"Jangan salahkan kopimu dingin, ia pernah hangat namun kau abaikan."


Amora sedang duduk menikmati suasana taman yang sejuk. Lumayan untuk menghilangkan rasa kecewa bercampur gugup yang menguasai dirinya. Terlihat beberapa suster yang mendorong kursi roda pasien sambil berbincang. Tak sedikit pula pasangan yang bercengkrama, sepertinya salah satu dari mereka menjadi pasien di rumah sakit ini. Amora duduk di kursi taman seorang diri seraya mengayunkan kaki, menikmati semilir angin yang meniup rambut panjangnya yang tergerai.


"Amora." suara seorang pria terdengar di belakangnya. Amora pun menoleh, menemukan pria yang sangat ia kenali berdiri dengan senyum yang mengembang.


"Mas Farhan? kenapa bisa berada di sini?" tanya Amora terkejut. Ia tidak beranjak dari duduknya, tetap pada tempatnya.


Farhan tak langsung menjawab, ia ikut duduk di sebelah Amora. Dengan refleks wanita itu menggeser bokongnya untuk memberi jarak di antara mereka.


"Aku mencarimu." Farhan menatap lekat pada Amora yang menatapnya dengan enggan. Pria itu merasa wanita yang di hadapannya kini bukanlah wanita yang ia kenal selama ini.


"Ada apa? bukankah mas harus menjenguk Reyhan?"


"Ya, itu juga sih. Tapi kamu menjadi tujuan utamaku kemari."


Amora mengernyitkan dahi.


"Maksud, mas?"


"Amora, aku sangat cemas melihatmu kacau kemarin. Kau sangat histeris saat melihat keadaan Reyhan yang tak sadarkan diri. Bahkan kamu menunggunya sampai ia sadar. Aku cemburu." ungkap Farhan sendu.


Amora diam. Ia tak tahu harus berkata apa. Bahkan dirinya pun tak sadar dengan apa yang telah ia lakukan kemarin. Mengapa ia begitu khawatir dan sangat takut terjadi sesuatu yang buruk pada Reyhan. Bahkan ia menangis tanpa henti. Dan setelah Reyhan sadar, mereka malah selalu berdebat. Ah ia sendiri pun bingung dengan dirinya sendiri.


"Amora," panggil Farhan pelan.


Tak ada sahutan. Wanita itu hanya memandang rumput berwarna hijau yang ada dibawah kakinya.


"Amora, apa kau mendengarkanku?" Farhan menyentuh jemari Amora dengan lembut sehingga membuat wanita itu tersentak dan dengan cepat wanita itu menarik diri. Farhan menatap tangannya yang kosong.


"Maaf Mas, kenapa?" Amora memandang risih pada Farhan yang menatapnya dengan intens.


"Kau melamun dan mengabaikanku."


"Maaf, aku tidak bermaksud begitu."


"Tidak apa-apa. Aku mengerti."


"Amora, apa kau mulai mencintai Reyhan?" tanya Farhan tiba-tiba. Amora mendelik, ia tak menyangka akan mendapatkan pertanyaan seperti ini dari Farhan.


"A-apa maksud mas?" tanya Amora tak mengerti, seketika dadanya berdebar tak karuan. Ah mendengar nama pria itu saja sudah membuat jantungnya berpacu lebih cepat. Apa ini? mengapa aku begini? batin wanita itu.


"Aku sudah tak melihat cinta itu di matamu lagi, Ra."


Amora membuang muka, mengalihkan pandangannya ke arah lain. Tak sanggup melihat mata Farhan yang begitu sendu.


"Jawab, Ra. Apa kamu mulai mencintai Reyhan?"


"Aku tidak tahu." jawab Amora cepat.


"Aku tidak akan rela jika kamu mencintainya. Aku tidak akan pernah bisa jika kamu harus menjadi milik Reyhan selamanya. Kamu cuma milikku, Ra. Cuma milikku!" tegas Farhan dengan emosi yang tertahan. Ia tidak akan pernah rela jika Amora menjadi milik Reyhan selamanya.


Amora menoleh, menahan segala rasa yang berkecamuk di dalam dada.


"Apa? egois? Dimana sikapku yang egois?"


"Mas pikir aja sendiri!" kesal Amora.


"Dengar, Ra. Aku tidak akan pernah melepaskan kamu begitu saja. Kamu harus kembali padaku. Kamu cuma milikku!" Farhan memegang bahu Amora dan menatap lekat wajah wanita yang pernah menjadi istrinya itu.


"Lepas! sakit mas." Amora meronta. Tapi Farhan malah membawa wanita itu ke dalam pelukannya sehingga membuat Amora meronta.


"Apaan sih mas? lepaskan!"


"Aku tidak akan pernah melepaskanmu. Kamu hanya milikku!"


"Kau gila, Mas."


"Aku memang gila, aku tergila-gila karena kamu Ra."


"Kamu sudah punya Sania,"


"Aku tidak mencintainya."


"Dasar pembohong!" Amora semakin meronta, tak sengaja netranya bertemu dengan seorang pria di kejauhan. Sedang melihatnya dengan hati yang kembali hancur. Matanya mulai berkaca-kaca, seperkian detik netra keduanya bertemu. Tapi pria yang ternyata Reyhan itu segera memutuskan pandangan mereka, memilih memutar tubuh dan segera berjalan menjauh seraya mendorong tiang infus.


"Reyhan." gumam Amora tanpa sadar, ia segera melepaskan rengkuhan Farhan dan mendorong pria itu dengan kesal sehingga Farhan jatuh terjengkang ke rumput yang hijau.


"Amora apa yang kau lakukan?"


"Aku harus pergi." Amora berdiri, ia bergerak untuk mengejar Reyhan yang terlihat mulai menjauh.


"Mengapa kau berubah?"


Amora berhenti, kemudian berbalik menatap Farhan yang duduk memegangi pinggangnya yang sakit.


"Sikapmu terlalu dingin dan berubah seperti bukan wanita yang ku kenal. Biasanya matamu penuh cinta untukku, menatapku dengan bahagia dan penuh senyum. Kenapa kamu berubah?"


Amora tertawa kecil.


"Mas bertanya mengapa aku berubah?"


Farhan hanya terdiam. Menunggu kata selanjutnya yang akan keluar dari mulut wanita itu. Amora berjongkok, lalu menunjuk dada Farhan sebelah kiri.


"Tanya hatimu!" ujarnya seraya menatap Farhan dengan dingin. Pandangannya sangat menusuk penuh kepedihan, menyebabkan nyeri yang teramat sangat di hati Farhan. Amora berubah, wanita ini bukan Amora yang dulu menatapnya dengan cinta dan penuh kasih. Wanita yang dulu sangat hangat, kini berubah sedingin es.


Amora berdiri, berbalik kemudian melanjutkan langkahnya yang tertunda. Sementara Farhan hanya diam tak bergerak di tempatnya. Merasakan nyeri di hati yang menjalar ke seluruh tubuh. Ia kehilangan Amora yang hangat. Ia merindukan Amora yang dulu menatapnya dengan penuh cinta, ia merindukan senyum lebar Amora. *Ah Amora, aku terlambat menyadari betapa berharganya dirimu di hidupku. Apakah ini merupakan langkah awal aku kehilanganmu? ah tidak. Kau hanya milikku. Selamanya kau hanya milikku! akan ku rebut kembali cintamu dari sepupu brengsek itu!


❤️❤️❤️*


Halo zheyeng 😘


Jangan lupa untuk selalu dukung karya author sengklek ini ya🤭


Terimakasih banyak buat kalian yang selalu setia❤️ lope2 sedunia pokoknya 😘


Jangan lupa untuk selalu tersenyum meski kenyataan tak seindah ekspektasi.


❤️❤️❤️