Suami Sementara

Suami Sementara
ciuman tak sengaja


Happy reading zheyeng 😘😘


_____________________________


Reyhan hanya bersedekap , sesekali ia mengunyah kentang goreng yang ada di hadapannya. Tak mau ikut campur dengan permasalahan mereka. Bahkan rasanya ia ingin kabur saja dari situasi menegangkan ini. Matanya tak berhenti mengawasi segala ekspresi yang tergambar jelas di wajah ketiganya.


“Amora, bukankah ini sudah menjadi kesepakatan kita bersama?” Farhan kembali berusaha berbicara dengan Amora.


“Kesepakatan apa?” tanya Amora tak mengerti.


“Jika kita ingin rujuk kembali, maka kita harus menikah dengan orang lain. Hanya tiga bulan! Setelah tiga bulan kita akan menceraikan mereka dan kita bisa rujuk kembali, sayang.” Rayu Farhan. Ia memberikan senyuman teramat manis agar Amora percaya dan menyetujui semua idenya.


Amora diam sembari mengatur emosi yang rasanya ingin meledak. Ia melihat Sania yang tersenyum menang di seberang sana. Sudut bibir wanita itu terangkat mengejek Amora.


“Lalu aku harus menikah dengan siapa?” tanya Amora setelah sekian lama diam. Memecahkan keheningan yang tercipta selama beberapa menit.


“Kamu akan menikah dengan Reyhan.” Jawab Farhan seraya melirik Reyhan yang sedang memasukkan steak ke dalam mulutnya. Ia mengunyah sebentar, lalu melirik semua orang yang ada di sana. Semua pandangan mereka tertuju padanya, membuat ia kesusahan untuk menelan.


“Kenapa kalian menatapku begitu?” tanya Reyhan setelah berhasil menelan daging yang ada di dalam mulutnya.


“Uhuukkk ....” Reyhan tersedak, ia memegangi dadanya yang sakit. Dengan cepat Amora memberikan segelas air putih miliknya. Tanpa pikir panjang Reyhan segera meneguknya hingga habis.


“Hati-hati kalau makan! Jangan terburu-buru.” Ucap Amora penuh perhatian.


“Eh, bukankah tadi air minum kamu?” Reyhan melotot. Melihat gelas bening yang tak menyisakan air minum.


“Iya, memangnya kenapa?”


“Bukankah itu bekas bibir kamu?”


Amora mengangguk bingung.


“Ya Tuhan ... Berarti kita?” Reyhan melebarkan matanya. Ia melihat Amora dan gelas kosong itu bergantian.


“Berarti apa?” tanya Amora tak mengerti.


“Berarti ciuman!” sahut Sania tertawa geli.


“Apa sih?” Amora benar-benar tidak paham dengan yang di ucapkan Sania dan Reyhan.


“Ciuman tidak sengaja sayang. Maklum, perjaka seperti si Reyhan kan sedikit alay. Begitu saja sudah heboh.” Celetuk Farhan seraya melirik Reyhan, ia tersenyum mengejek.


“Sialan kau.” Seru Reyhan dan satu kentang goreng mendarat sempurna di wajah Farhan. Farhan hanya terkekeh.


Amora melirik Reyhan sebentar, lalu melihat Farhan yang masih tertawa di barengi oleh Sania yang juga tertawa bahkan tangannya bergelayut manja di pundak pria itu. Amora mengibas tangannya berharap bisa menghilangkan gerah yang sedari tadi tak mau pergi dari tubuhnya.


“Cuma tiga bulan ‘kan?” tanya Amora dengan cukup keras, membuat tawa Farhan dan Sania terhenti. Kini pandangan mata ketiganya beralih pada Amora yang berwajah datar.


Farhan tersenyum lembut.


“Iya sayang, hanya tiga bulan. Aku akan menahan cemburu karena kamu bersama sepupu menyebalkan ini dan kamu juga harus menahan cemburu karna aku juga harus bersama Sania selama tiga bulan.”


Kening Amora berkerut. Tampak berpikir sementara kedua tangannya ia letakkan di bawah dagu.


“Mau ke mana?” Reyhan yang bertanya.


“Toilet.” Jawab Amora singkat. Ia terus berjalan keluar dan menuju toilet.


“Aku juga mau ke toilet.” Sania berdiri, ia menyampirkan tali gaun yang berbentuk spaghettinya yang melorot dengan gerakan menggoda seraya melirik Farhan. Farhan melongo melihat pemandangan yang ada di hadapannya.


“I-iya. Pergilah dan jangan lama ya,” ujarnya tanpa berkedip.


“Cuma sebentar kok sayang, jangan rindu.” Sania mengedipkan sebelah matanya. Lalu berjalan berlenggak-lenggok membuat jakun Farhan naik turun. Reyhan hanya menggelengkan kepalanya melihat kelakuan Farhan.


“Awas! Air liur kamu netes!” celetuk Reyhan seraya mengambil ponsel.


“Apaan sih? Iri?” ledek Farhan dengan senyum miring.


“Kenapa harus iri? Kalau aku mau, di tepi jalan juga banyak.” Sindirnya tanpa melihat Farhan.


Farhan hanya mendengus kesal. Ia tahu apa yang di maksud Reyhan barusan.


Tapi pesona Sania memang tidak sebanding dengan Amora. Amora kaku, tidak bisa menggoda jiwa kelelakiannya. Berbeda dengan Sania yang selalu berpakaian seksi dan mengundang hasratnya.


Farhan tersenyum miring. “Akan ku gunakan tiga bulan ini sebaik-baiknya.” Ujarnya licik.


Sementara itu, di toilet.


Amora membasuh mukanya agar lebih segar. Memandang wajahnya sebentar di cermin wastafel yang ada di sana, kedua tangannya bertumpu pada ujung wastafel. Ia memejamkan mata sebentar, menikmati air yang masih ada di wajahnya. Mengingat kembali hal yang telah ia lalui selama bersama Farhan dan Sania.


Bersahabat lama dengan Sania, sering menginap di Apartment kadang sampai berhari-hari. Apa selama ini mereka bermain di belakangku? Apa waktu itu mereka sudah menjalin hubungan? Hatinya terasa perih. Bagai ribuan jarum dengan racun mematikan menusuk dadanya. Rasanya sakit. Sangat sakit.


Mungkin ia bisa berpura-pura kuat dan tegar di hadapan Sania dan Farhan, tali tidak ketika sendiri. Tak ada setetes air mata yang keluar lagi. Seolah kering karena terlalu banyak yang telah keluar. Farhan, mengapa tega padanya? Apa kesalahannya sehingga ia tega menghianati cintanya yang tulus? Ah, ia tidak mengerti. Dan pernikahan ini? Apakah ini jalan terbaik agar aku bisa kembali padanya? Semoga saja. Gumamnya dalam hati.


Amora membuka mata, sedetik kemudian ia terkejut melihat bayangan di cermin. Wajah penuh senyum ejekan dan dendam sedang menatapnya. Amora berbalik seraya menetralkan jantungnya yang hampir copot.


“Kenapa kamu kesini?” tanya Amora kesal.


“Ini tempat umum, terserah aku mau kesini atau tidak!” jawabnya dengan ketus dan tangan yang bersedekap angkuh.


💕💕


Hai readers zheyeng 😘


sehat selalu ya.


semangat apapun yang terjadi dan dalam keadaan apapun. Jangan pernah menyerah dan teruslah berusaha 😘😘


Terimakasih atas dukungan kalian semua. Dukungan kalian merupakan moodbooster bagi author 😘


sekali lagi, makasih ya zheyeng 😘😘


i Love you all🥰🥰