Suami Sementara

Suami Sementara
Di dapur


Happy reading zheyeng 😘


___________________________________


Kau masih bertanya bagaimana perasaanku kepadamu?


Biar ku jelaskan.


Rasaku akan tetap sama dan tak kan pernah berubah. Di dalam satu ruang yang terdalam, di sana hanya ada kamu. Cuma kamu dan selamanya hanya dirimu.


Reyhan


💘💘💘


Reyhan menatap wanita yang sedang terlelap dalam pelukannya. Napasnya teratur dengan wajah nyaman serta tenang. Reyhan membelai dengan lembut kepala Amora. Menyelipkan beberapa anak rambut yang menutupi sebagian wajah wanita itu.


Ia tersenyum, menikmati keindahan ciptaan Tuhan yang berada dalam dekapannya. Kecantikan alami seorang wanita akan terlihat ketika bangun tidur. Reyhan sangat suka melihat wajah Amora yang polos tanpa make up sedikitpun.


Mata Amora terbuka membuat Reyhan terpaku. "Selamat pagi suamiku sayang." suara Amora terdengar serak khas bangun tidur.


Reyhan tersenyum lembut, ia pun memberikan morning kiss untuk istrinya tercinta. "Selamat pagi juga istriku, sayang."


"Aku mencintaimu."


"Aku lebih mencintaimu." Reyhan mengecup bibir Amora sekali lagi.


Reyhan tersenyum, membelai mesra puncak kepala Amora. Rasa bahagia menyeruak masuk ke dalam hatinya.


"Kenapa kamu senyum-senyum? Dasar mesum. Bayangin apa kamu?" Amora mengusap wajah Reyhan kesal. Wanita itu segera bangun dan merapikan rambutnya yang berantakan. Reyhan tersadar, seketika ia langsung kebingungan. Ia pun ikut duduk dengan linglung. Reyhan memandang Amora yang turun dari ranjang, berjalan ke kamar mandi tanpa menghiraukan tatapan pria itu.


"Lah, kok gitu endingnya? bukannya tadi lagi mesra ala pasangan romantis seperti di drama Korea?" Reyhan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Ah rupanya itu hanya khayalanku saja!" pria itu menepuk jidat. Ia menutup wajahnya dengan bantal karena malu.


****


Reyhan turun ke bawah untuk mencari keberadaan Amora. Ia tak bisa menemukan wanita itu di manapun sehingga membuatnya gelisah. Ia mencari keluar rumah tapi yang ada hanya mbok Imah yang sedang menyiram tanaman.


"Pagi mbok." sapa Reyhan ramah. Senyum manis terbingkai di wajahnya.


"Pagi juga, den." balas mbok Imah seraya mengangguk sopan.


"Mbok lihat istri saya tidak?"


"Mbok tidak lihat, den. Tadi sih nona Amora bersama Ibu, den."


"Kemana ya, mbok?"


"Mungkin di dapur, den."


"Oh, iya bisa jadi. Terima kasih ya mbok."


"Sama-sama den." jawab Mbok Imah. Ia melihat tubuh kekar itu berjalan menjauh kembali memasuki rumah.


"Sepertinya den Reyhan sangat mencintai non Amora. Semoga mereka di berikan kebahagiaan dan pernikahannya langgeng. Aamiin." do'a tulus dari mbok Imah.


Reyhan terus berjalan, sebelum sampai di tempat tujuan terdengar tawa kedua wanita yang ia sayangi dari arah dapur. Benar mereka disana, Reyhan tersenyum simpul.


Reyhan berdiri di dekat pintu dapur, tubuhnya bersandar di kusen pintu seraya bersedekap. Sungguh pemandangan luar biasa bagi Reyhan dan tanpa sadar sudut bibirnya terangkat.


"Hey kamu kenapa di situ? bantuin sini." ujar Amora yang ternyata menyadari kehadirannya.


Reyhan berjalan mendekati dua wanita berbeda generasi itu.


"Memang lagi bikin apa?"


"Bikin kue lah, masak bikin rumah." celetuk Amora. Ia kesal dengan pertanyaan Reyhan.


"Kan kita memang lagi bikin rumah."


"Kapan?" Amora mengernyitkan dahi,


"Membangun rumah tangga bersamamu." ujar Reyhan menggoda.


"Apa sih kamu?" Amora memukul bahu Reyhan.


"Benar kan?" pria itu menaik turunkan alisnya.


"Heh kalian malah nge-bucin. Jangan ganggu Amora, ia lagi belajar bikin donat." tegur mama Riana.


"Yaelah ma. Masak tidak boleh godain istri sendiri?"


"Kamu ini ya, bandel banget kalo di bilangin. Tidak cukup apa yang tadi malam?" Mama Riana terus membentuk adonan menjadi bulat dengan lobang di tengahnya.


Reyhan dan Amora berpandangan, mencerna apa yang di katakan oleh mama barusan. Memangnya apa yang terjadi semalam? semalam mereka hanya berciuman dan tidur bersama. Hanya tidur bersama tanpa melakukan apa-apa.


"Apa sih, ma?" tanya Reyhan curiga. Sedangkan wanita itu tetap fokus dengan apa yang ia kerjakan.


"Memangnya apa ma? tanya Reyhan tak sabar.


"Pura-pura tidak tahu."


"Kita beneran tidak paham apa maksud mama."


"Semalam kan kalian mencetak cucu mama." ujar Mama Riana.


"Apa?" keduanya saling memandang bingung.


"Jangan berpura-pura bodoh. Mama tahu kalian semalam di balkon ngapain." ujar Mama keceplosan. Refleks saja wanita itu segera membekap mulutnya dengan kedua tangan.


"Mama lihat dimana?" Reyhan memicingkan mata menatap mamanya dengan curiga.


Sementara itu Mama Riana hanya menggelengkan kepalanya.


"Mama mengintip kami ya?" tuduh Reyhan tepat sasaran sehingga membuat mama Riana kelabakan.


🍬🍬🍬


Halo zheyeng 😘


Maafkan author yang up nya dikit banget hari ini ya. ini pun muka dah ketimpa hp Mulu, untung gk bengkak-bengkak nih muka🙊🙊