Suami Sementara

Suami Sementara
Lepaskan keperjakaan kamu!


Happy reading zheyeng 😘


___________________


""Laki-laki kok tidak mau kerja, laki-laki apa seperti itu. Pekerjaannya hanya Luntang langung tidak jelas. Kurang duit larinya ke kamu. Butuh ini itu ngadu ke kamu, memangnya kamu Bapaknya!" kesal Mama Reyhan yang bernama Arini itu. Dari dulu ia tidak menyukai sikap Farhan dan Ibunya. Selalu melihat orang dengan sebelah mata tapi tak sadar dengan apa yang mereka punya. Menuntut kesempurnaan dari orang lain tanpa melihat bagaimana dirinya sendiri."


"Biarkan saja, Ma. Yang penting anakmu ini tidak begitu." Reyhan memeluk wanita itu seraya mengelus pundaknya dengan lembut.


"Kalo kamu begitu, mama coret dari Kartu keluarga!" ancam Mama Reyhan seraya mendelik.


"Ampun Ibu Ratu." ucap Reyhan seraya mengatupkan kedua tangannya di depan wajah, sedangkan kakinya berlutut memohon ampun. Apa yang di lakukan Reyhan membuat wanita yang ada di hadapannya itu tertawa.


"Untung saja Amora sekarang sudah menjadi istri kamu. Wanita sebaik dia tidak pantas mendapatkan pria tak berguna seperti Farhan itu. Meski dia keponakan mama, tapi mama tak pernah suka dengan kelakuannya yang hanya bisa bikin sakit kepala." Mama Riana tetap saja mengomel mengingat kelakuan Farhan.


"Iya Ratu, iya. Sudahi amarahmu, nanti mukanya keriput."


"Enak saja!" Mama Riana memukul lengan Reyhan pelan.


"Ampun ... ampun."


"Orang cantik begini kok di bilang keriput."


"Kan kalo mama marah-marah, nanti bisa keriput. Makanya jangan marah-marah," ucap Reyhan. Ia merebahkan kepalanya ke pangkuan sang Mama tercinta. Wanita itu mengelus pucuk kepala anaknya dengan sayang.


"Kenapa? ada masalah?" tanya Mama Riana lembut. Reyhan hanya menggeleng, ia memejamkan kepalanya sebentar.


"Bagaimana hubungan kalian?" Reyhan sangat paham siapa yang mamanya maksud. Siapa lagi kalo bukan hubungannya dengan Amora?


"Kami baik-baik saja, Ma." ucap Reyhan ragu. Ya, sejujurnya ia sendiri tidak mengerti dengan hubungan mereka berdua. Mereka suami istri yang sah, tapi ada penghalang tak kasat mata yang membuat mereka tak seperti pasangan suami-istri lainnya. Yang jelas, hanya dirinya yang mencintai dalam hubungan ini. Hanya dirinya yang berharap dalam cinta ini.


"Mama tadi mampir ke apartemen Amora, tapi di sana tidak ada orang." ujar mama Riana dengan raut wajah kecewa.


Reyhan mendongak, membuat tangan wanita itu jatuh.


"Mama kenapa ke sana?"


"Ya mau ketemu menantu kesayangan mama."


"Kan Amora kerja, Ma."


"Iya, mama lupa. Sangking semangat mau ketemu menantu. Akhirnya Mama ke sini daripada pulang lagi. Bosan di rumah cuma sama si mbok."


"Kan Mama bisa ketemu sama teman arisan Mama."


"Bosan sama mereka. Setiap ketemu selalu bahas cucu."


"Abaikan saja, Ma. Namanya mulut emak-emak, pasti kayak burung Beo."


"Ya kan Mama juga mau punya cucu.


seperti mereka, Rey." kata Mama Riana dengan mengerucutkan bibir.


Reyhan menatap Mamanya sendu. Bagaimana mau memberikan cucu, menyentuh Amora secara intim pun tidak pernah. Mereka pernah tidur berdua ketika Amora takut gelap dan itu pun hanya sekedar tidur dan tidak lebih. Itu pun di iringi dengan jatuhnya Reyhan dari ranjang karena di tendang oleh Amora. Reyhan tersenyum kecil mengingat hari itu. Bagaimana Amora lelap dalam pelukannya seperti bayi. Tidur pulas tanpa beban dan terlihat sangat damai. Ia suka melihat Amora seperti itu. Jika di beri kesempatan, maka ia ingin mengulang moments termanis dalam hidupnya bersama Amora.


"Apa sih Ma. Reyhan dan Amora belum pernah melakukan malam pertama!"


Uppss ....


Reyhan keceplosan, ia menutup mulutnya yang tak sengaja terbuka. Ia merutuki kebodohannya yang tidak bisa mengontrol ucapannya.


"Astaga dragon! Berarti anak mama yang tampan nan baik hati ini masih perjaka?" Mama Riana melotot tak percaya. Wanita itu memegangi kepalanya.


"Bagaimana Mama mau punya cucu kalau kamu masih perjaka! Segera lepas keperjakaan kamu dan berikan mama cucu yang banyak!"


"Apa?" Reyhan melotot sempurna. Ucapan mamanya barusan membuatnya panas dingin. Membayangkan ia melepas perjaka bersama Amora, di kamar yang romantis. Kamar pengantin bertabur mawar merah dengan lilin aromaterapi yang menyala, menyebarkan bau harum yang menenangkan. Lampu yang menyala temaram dengan background langit malam yang di taburi bintang-bintang yang terlihat dari kaca transparan. Di naungi sinar rembulan yang menyinari di antara ribuan bintang yang gemerlapan.


"Heh! dasar mesum! pasti sedang membayangkan bersama Amora ya! Dasar anak nakal!" Mama Riana memukul kepala Reyhan pelan. Membuat pria yang statusnya masih perjaka meski sudah menikah itu mengaduh dan memegang kepalanya.


"Aduh! Sakit, Ma. Kalau Reyhan gegar otak bagaimana?" Reyhan bersungut-sungut seraya mengusap kepalanya.


"Siapa suruh kamu mesum!"


"Astaga Mama, siapa yang mesum? Mama selalu berpikiran buruk sama anak sendiri."


"Memang begitu kenyataannya! Pokoknya nanti malam kamu harus menginap di rumah. Ajak Amora, mama rindu sama menantu kesayangan mama itu."


"Cuma menantu? tidak rindu anaknya?" Reyhan memasang wajah memelas. Ia pura-pura cemburu.


"Mama kan sekarang punya menantu yang cantik, pintar dan sangat baik. Jadi mama mau menghabiskan hari bersama Amora,"


ucapnya antusias. Sudah sejak lama wanita itu membayangkan kebahagiaan sederhana ini. Bisa memasak bersama menantu dan menghabiskan waktu bersama.


"Jangan-jangan nanti Amora di ajak tidur di kamar Mama." Reyhan menatap Mama Riana curiga.


"Nah itu ide bagus." Wanita itu bersorak kegirangan. Wajahnya terlihat sangat sumringah.


"Bagaimana kita bisa ngasih cucu kalo Amora tidurnya sama Mama." rutuk Reyhan. Ia berdiri, duduk di sofa yang sama di sebelah mamanya.


"Eh, iya juga ya. Ya udah deh tidak jadi. Tapi kamu harus bawa Amora kerumah nanti malam. Lagi pula besok kan akhir pekan, Amora juga pasti libur."


Reyhan tersenyum penuh arti.


"Baiklah, Ibu Ratu. Hamba akan melaksanakan titah sang Ratu." Reyhan meletakkan satu tangannya di dada sedangkan kepalanya menunduk.


"Dasar anak nakal!" seru Mama Riana seraya terkekeh. Ia memukul perlahan lengan Reyhan. Dan Reyhan berkata, jangan Lupa like komentar dan mawarnya yah🤭


🍀🍀🍀


Hai zheyeng 😘


Semangat terus yah dan jangan lupa bahagia ❤️


Author sayang kalian 😘