
Happy reading zheyeng 😘
____________________
Reyhan berkutat dengan setumpuk dokumen yang ada di hadapannya. Wajahnya tampak serius dengan kemeja putih dan jas berwarna cream yang melekat di tubuhnya.
Pintu kerjanya terbuka, Reyhan melirik sebentar tanpa menghiraukan pria yang berjalan masuk tanpa permisi.
"Anda serius sekali, tuan Reyhan." ujar Farhan seraya tersenyum lalu mendaratkan bokongnya ke sofa empuk yang berada tak jauh dari Reyhan.
"Ada keperluan apa kamu kesini?" tanya Reyhan acuh.
"Aku hanya ingin mengunjungi sepupuku ini. Tidak boleh?"
"Aku sibuk, jika tidak penting mendingan kamu pulang!"
"Dasar sombong. Jadi kamu pikir aku tidak sibuk? aku ini sibuk sekali, tapi aku sempatkan untuk mengunjungi kamu." ucapnya kesal sedangkan Reyhan hanya diam tak menyahut. Pekerjaannya semakin menumpuk apalagi tidak ada seorang sekretaris yang membantu meringankan pekerjaannya.
"Eh sekretaris kemarin bagaimana? kok tidak kelihatan? dimana dia?" Farhan celingukan mencari keberadaan wanita yang menjadi sekretaris Reyhan beberapa waktu lalu.
Reyhan melirik Farhan dengan kesal. Ia menghentikan aktivitasnya, meletakkan pulpen yang ia pegang ke atas meja. Ia melipat kedua tangannya di bawah dagu.
"Udah di pecat." jawab Reyhan datar. Sontak saja jawaban Reyhan membuat Farhan menoleh dengan terkejut. Matanya melebar sempurna, mulutnya menganga.
Reyhan mengangkat sebelah alisnya, sudut bibirnya sedikit terangkat.
"Kenapa kau begitu terkejut?"
"Kau itu tidak normal apa bagaimana sih? sekretaris cantik dan seksi begitu kau pecat?" Farhan tak habis pikir dengan jalan pikiran sepupunya ini.
"Aku? tidak normal?" satu tangan Reyhan menunjuk dirinya sendiri. Farhan hanya mengangguk mengiyakan.
"Apa maksudmu?" tanya Reyhan tak suka. Kehadiran Farhan hanya merusak moodnya siang ini.
"Dia bisa membantumu dalam hal pekerjaan dan di atas ranjang. Bukankah itu sempurna?" Farhan mengangkat kedua tangannya ke samping dengan wajah tersenyum.
"Apa?"
"Aku dan kamu berbeda! jadi jangan pernah menyamakan aku sama kamu. Lagipula aku sudah punya istri, jadi untuk apa mencari wanita lain?" Reyhan tersenyum miring.
Wajah Farhan yang awalnya penuh senyum, kini berubah menjadi marah.
"Apa maksud kamu?"
"Kamu masih bertanya? apa kamu lupa siapa istriku sekarang? Aku sudah tidak lajang asal kau tahu." Reyhan tersenyum mengejek, membuat pria yang sedang duduk tak jauh darinya itu mengepalkan kedua tangannya.
"Amora itu istriku!" teriak Farhan. Urat di leher dan dahinya terlihat jelas.
"Kau amnesia? Amora itu istriku!" Reyhan tak sanggup untuk menahan tawa. Ia tertawa miris, sedangkan Farhan hanya diam di tempatnya dengan napas yang naik turun. Mukanya memerah menahan emosi yang sudah menguasainya.
"Kau lupa jika kamu dan Amora sudah bercerai? Bahkan kamu sendiri yang memaksa ku kembali pada Amora."
"Pernikahan ini hanya sementara! kamu hanya suami sementara untuk Amora agar aku bisa kembali padanya. Jadi jangan terlalu percaya diri, kamu."
"Kamu yakin ini akan hanya sementara?" Reyhan menatap Farhan seraya tersenyum misterius membuat Farhan semakin emosi.
"Apa maksudmu?" Farhan berdiri, ia menatap Reyhan dengan geram.
"Jika aku dan Amora tidak akan berpisah, bagaimana?" tanya Reyhan serius. Tak ada tawa mengejek yang terbingkai di wajahnya sedari tadi. Ia melipat kedua tangannya di depan dada, menyandarkan tubuhnya yang lelah ke belakang.
"Kau mau mati?" ancam Farhan.
"Kau hanya muhalil, sudah seharusnya kau dan Amora berpisah setelah tiga bulan pernikahan kalian! Amora akan kembali lagi padaku, jadi jangan mimpi!" teriak Farhan seraya tertawa mengerikan.
🍀🍀🍀
Hai zheyeng 😘
Sehat selalu. Maaf Author lagi tidak enak badan, jadi up nya dikit banget. Semangat kalian semua🥰