Suami Sementara

Suami Sementara
Maafkan


Happy reading zheyeng 😘


____________________


“Kenapa kau sangat membenciku?” tanya Amora di sela rintihan kesakitannya.


“Kau mau tahu?” tanya Sania seraya tertawa miris.


Amora hanya diam, tak berniat menjawab pertanyaan Sania yang seperti di rasuki iblis.


“Aww ....” Amora meringis kala Sania menarik rambut Amora yang ada dalam genggamannya. Amora masih berdiri seraya berpegangan di dinding dingin itu. Tangan kanannya memegangi sebagian rambut yang di tarik Sania.


“Sakit? Kau tahu? Ini tidak lebih sakit dari apa yang selama ini aku alami. Kau tidak tahu bagaimana penderitaan yang aku lalui.” Teriak Sania.


“Aku membencimu karena kamu sangat beruntung! Kamu Pintar, cantik dan kariermu bagus! Bahkan punya kakak yang begitu menyayangi kamu. Sedangkan aku? Aku tidak punya siapa pun, tidak tahu anak siapa dan selalu hidup dalam kesusahan dan belas kasih dari kamu! Kenapa aku tidak bisa seperti kamu! Kenapa Tuhan tidak adil!


Dan satu lagi,” Sania menjeda kalimatnya. Ia melihat wajah Amora yang meringis kesakitan dan hal itu membuatnya semakin tersenyum mengerikan.


“Kamu sudah merebut Farhan dariku!” teriak Sania seraya menarik rambut Amora lebih kuat. Amora melebarkan matanya.


“A-apa yang kamu maksud?” tanya Amora bingung. Ia benar-benar tak mengerti dengan apa yang Sania katakan.


“Kau tahu? Farhan itu orang yang aku kagumi lima tahun yang lalu. Dia pria yang membuat aku jatuh cinta! Tapi dengan tidak tahu dirinya kau malah menikah dengannya! Dia orang yang pertama kali menyentuhku. Dia yang membuat aku semangat untuk hidup! Dia yang menjadi harapanku satu-satunya. Dia berjanji akan menikahiku tapi kamu yang malah menjadi istrinya. Dia bilang, Cuma mau memanfaatkan kamu makanya aku terima semua keputusan dia untuk menikahi kamu tiga tahun yang lalu. Dia bilang akan menceraikan kamu, tapi kenapa lagi-lagi kalian kembali rujuk. Dan sekarang, kesempatan itu datang. Aku akan memiliki Farhan sepenuhnya. Dan kau, jangan pernah berharap bisa memilikinya lagi!” Sania mendorong Amora dan membuat cengkraman tangannya terlepas.


“Aku minta maaf, Sania. Aku tidak tahu jika pria yang kamu ceritakan itu Farhan. Maafkan aku karena aku bukan sahabat yang baik.” Amora tergugu, sungguh ia menyesal atas apa yang telah terjadi. Ia benar-benar tidak tahu apa pun tentang hubungan mereka. Ia merasa gagal menjadi seorang sahabat, sungguh ia tulus pada Sania. Sakit di tubuhnya tak sebanding dengan sakit hatinya. Ia merasa sangat bersalah karena membuat Sania seperti ini.


“Jangan sok baik kamu! Kamu itu licik! Aku benci kamu, Amora! Lihat saja, aku akan merebut semua yang kamu miliki! Itu sumpahku! Kau dengar? Itu sumpahku dan ingat itu baik-baik!” Sania pergi meninggalkan Amora yang menangis. Wanita itu sangat menyesal dengan apa yang telah terjadi, ia tak berhenti menyalahkan diri sendiri.


Dulu Sania merupakan sahabat yang baik, ia pikir selama ini Sania baik-baik saja. Tapi siapa sangka sahabatnya itu menyimpan luka dan dendam yang teramat besar. Jika ia tahu dari awal Sania mencintai Farhan, maka ia tidak akan mau menerima lamaran pria itu.


“Maafkan aku, Sania. Apakah pernikahanku hancur dan tak pernah bahagia merupakan karma yang harus aku jalani karena telah merebut orang yang di cintai sahabatku sendiri? Apakah ini karmaku, Tuhan?” Amora kembali tergugu di ujung toilet yang sepi.


Ia memukul dadanya yang terasa sesak. Berharap dapat menghilangkan rasa sakit yang semakin menusuk ke relung jiwanya. Rasa bersalah dan penyesalan membaur menjadi satu, merambat hingga ke dasar hati yang paling dalam.


Rasa itu tak kunjung hilang, malah rasa sakit itu semakin menjadi. Ia kesulitan bernafas. Lagi, ia memukul kembali dadanya berharap dapat menghilangkan segala rasa yang menyerangnya.


“Maaf! Maafkan aku. Aku tidak bermaksud begitu.” Rintihnya seraya menangis.


“Amora! Apa yang kau lakukan!” suara seorang pria datang dari luar, tapi tak menghentikan apa yang sedang wanita itu lakukan. Ia terus memukul dada hingga pukulan itu melemah dan Amora terkulai lemas. Amora pingsan!


💕💕


Hai zheyeng 😘


Sehat selalu ya kalian. Makasih udah mau mampir dan baca karya recehku. Makasih atas dukungan kalian semua. I love you all😘😘