
Happy reading Zheyeng 😘😘
___________________________
Tok ... tok ... tok ....
Terdengar suara ketukan di pintu kamar mandi dari luar. Tapi seseorang yang berendam dalam bathtub itu tak bereaksi. Tubuhnya tetap diam terendam busa dengan bau mawar menyerbak menusuk hidung.
"Amora," panggil Reyhan tapi tak ada sahutan.
Reyhan berkali-kali mencoba mengetuk pintu dan memanggil Amora, tapi tetap tak ada jawaban sehingga membuat pria itu khawatir. Pasalnya sudah hampir satu jam Amora di dalam kamar mandi. Reyhan berjalan mondar-mandir di depan pintu kamar mandi dengan raut wajah cemas serta khawatir.
"Amora, kau baik-baik saja kan?" Lagi, tak ada jawaban. Reyhan menempelkan telinganya di pintu kamar mandi. Tak ada aktivitas yang tertangkap di telinganya. Yang ada hanya kesunyian serta sepi.
Deg ....
Jantungnya seakan berhenti bekerja, tangannya gemetar.
Reyhan sudah tidak tahan, ia tidak ingin terjadi apa-apa pada Amora. Ia mengambil ancang-ancang untuk mendobrak pintu kamar mandi yang tertutup rapat. Ia mencoba berkali-kali hingga pintu yang menjulang itu kini terbuka lebar. Matanya liar mencari keberadaan Amora, napasnya naik turun memikirkan segala kemungkinan buruk yang terjadi pada wanita yang sangat di cintainya itu.
"Amora!" teriak Reyhan saat netranya menangkap tubuh wanita itu yang masih berada dalam bathtub yang penuh busa. Aroma mawar menyeruak ke dalam indera penciumannya, membuat sesuatu bangkit dari tubuhnya. Entahlah, Reyhan pun tak mengerti mengapa itu bisa terjadi.
Ia fokuskan pandangannya pada Amora, tak ada pergerakan sama sekali dari wanita itu membuat Reyhan semakin khawatir. Ia ingin mendekat dan memastikan keadaan Amora, tapi ia ragu. Tapi rasa khawatirnya mengalahkan rasa ragu itu, ia pun maju perlahan dengan langkah yang sangat hati-hati.
"Amora," panggilnya dengan sangat pelan. Suaranya tercekat di tenggorokan kala melihat bahu Amora yang putih mulus terpampang dengan jelas di depan matanya. Hanya sebatas bahu, karena bagian tubuh yang lain tertutup busa. Reyhan meneguk ludah, ada yang aneh dengan tubuhnya. Rasa panas tiba-tiba menjalar di peredaran darahnya. Reyhan menggeleng, mencoba tersadar dan tak tergoda.
Wanita yang ada di hadapannya hanya diam dengan mata yang terpejam.
"Amora, apa kau baik-baik saja?" kamu kenapa?" tanya Reyhan panik. Wanita itu hanya diam tak bergerak sama sekali. Ia berjongkok, melihat wanita itu lebih dekat.
"Amora!" Reyhan mengguncang bahu wanita itu. Tangannya gemetar, pikiran buruk menguasai pikiran pria itu.
"Amora, bangun." Wanita itu tersentak, membuka matanya dengan tiba-tiba. Ia terkejut bukan main sehingga ia langsung terduduk. Reyhan membelalakkan matanya, ia tak sengaja melihat dua buah persik yang ranum tegak menantang. seketika ia langsung memalingkan wajah dan langsung berdiri, ternyata Amora tak mengenakkan apa-apa saat ini.
"Reyhan, kau ...." Amora mendelik, menyadari saat ini ia sedang polos. Sontak ia kembali membaringkan tubuhnya, mengumpulkan busa sabun hingga menutup lehernya.
"Kenapa kau masuk ke dalam kamar mandi!" teriak Amora histeris. Ia berusaha untuk terus menutupi tubuhnya yang tanpa sehelai benang pun.
"Apa yang kau lakukan di sini, mesum?!" Amora kesal bukan main. Ia mengutuki sikap Reyhan yang entah kenapa tiba-tiba masuk ke dalam kamar mandi saat dalam keadaan dirinya yang tak memakai selembar benang pun di tubuhnya.
"Aku mengkhawatirkan kamu, kamu tidak menyahut saat aku panggil. Aku takut terjadi sesuatu yang buruk padamu." jelas Reyhan dengan suara gemetar.
"Aku ketiduran." jawab Amora singkat. Tubuhnya benar-benar lelah, hingga ia tak sadar saat berendam. Ia berniat berendam hanya beberapa menit saja. Tapi ternyata ia tertidur cukup lama sehingga membuat Reyhan sangat cemas.
"Apa kau bilang? tidur? bisa-bisanya kamu tertidur di dalam bathtub. Lihatlah tubuhmu pasti kedinginan." ucap Reyhan tanpa menoleh. Pandangannya tetap ia fokuskan pada tembok yang ada di hadapannya. Amora melihat tangannya yang ternyata telah berubah keriput, memang saat ini ia baru mulai merasakan dingin.
"Keluarlah. Aku baik-baik saja." ujar Amora.
"Iya, aku akan keluar. Jangan lama-lama! langsung wudhu." Reyhan berjalan perlahan menuju pintu. Ia tak ingin menoleh lagi. Ia trauma setelah melihat hal yang tak seharusnya ia lihat yang kini tak mau hilang dari ingatan.
"Iya, pak ustadz." sahut Amora kemudian.
"Dasar mesum, bilang saja mau mengintip aku mandi." gerutu Amora. Ia segera membersihkan diri dan mengambil wudhu. Sedangkan Reyhan tersenyum gelisah setelah menutup pintu kamar mandi yang telah rusak itu.
"Aduh, kenapa aku jadi gini?" ia menggaruk kepalanya yang tiba-tiba terasa gatal.
"Lagi pula kenapa aku langsung mendobrak pintu kamar mandi tanpa berpikir terlebih dahulu?" ia merutuki diri sendiri.
Bayangan tubuh Amora yang polos dan tertutupi oleh busa selalu terngiang di kepalanya. Bagai hantu yang terus bergentayangan tak mau pergi. Membuat dadanya berdebar dan panas dingin
"Astaghfirullah, ya Allah. Maafkan aku. Sungguh indah ciptaan Mu ya Allah."
"Eh ...." ia menutup mulutnya yang keceplosan. Ia terkekeh sendiri dengan kebodohan yang tak sengaja ia lakukan.
🍁🍁🍁
Halo zheyeng 😘
Semangat terus ya. Jaga kesehatan pokoknya.
makasih udah mau nungguin karya recehku up. Makasih banget pokoknya
i love you Zheyeng 😘