Suami Sementara

Suami Sementara
Dugong Afrika


Happy reading zheyeng 😘


____________________


"Kamu ngapain di kamarku?" tanya Reyhan. Kini ia telah memakai pakaian lengkap. Celana pendek dengan kaos hitam tanpa lengan. Amora mengerucutkan bibirnya, memandang Reyhan yang ada di hadapannya. Menatapnya seperti menghakimi pencuri.


"Mama yang menyuruhku ganti baju di sini. Memangnya kau pikir apa?" Amora melotot.


"Siapa tahu kamu mau mencuri." cibir Reyhan.


"Heh kau pikir aku pencuri! orang cantik begini di tuduh mencuri? keterlaluan kau!" sungut Amora kesal. Dadanya turun naik menahan kesal. Seenaknya saja menuduhnya akan mencuri.


"Nyatanya kau memang pencuri!" ucap Reyhan tak kalah sengit.


"Apa kau bilang? aku pencuri?"


Reyhan mengangguk dengan cepat.


"Katakan! apa yang telah aku curi? jangan asal kalau ngomong!" kali ini Amora tak bisa lagi menahan rasa kesalnya. Kepalanya seperti terbakar sekarang. Giginya bergemeletuk menahan emosi. Menunggu apa yang akan di katakan pria menyebalkan yang ada di hadapannya saat ini. Ingin sekali rasanya ia mencakar wajah Reyhan yang santai dengan senyum miring yang terbingkai di wajahnya.


"Kau telah mencuri ...." Reyhan menjeda ucapannya.


"Apa?" teriak Amora kesal sehingga membuat Reyhan tertawa geli melihat Amora yang emosi.


"Sabar nona! jangan marah-marah. Nanti cepat tua!"


"Ya Tuhan, ingin rasanya aku mencongkel bola mata kamu! merontokkan gigi kamu sampai ompong!" teriak Amora kesal. Ia bertolak pinggang, dengan emosi yang berapi-api. Sontak saja perkataan dan ekspresi wanita itu membuat Reyhan semakin terbahak.


"Wah kau silikopet rupanya." ujarnya setelah tawa reda.


"Apa? silikopet?" Amora melotot.


"Ya, silikopet!"


"Dasar Dugong Afrika! psikopat bukan silikopet!"


"Nah itu maksudku." Reyhan terkekeh. Ia sangat gemas melihat wajah Amora yang memerah karena kesal. Ingin rasanya ia mencubit pipi Amora yang menggemaskan itu.


"Katakan! aku mencuri apa?" tanya Amora tak sabar. Ia tak Sudi di tuduh pencuri.


"Wah wah. Kau penasaran, nona?" Amora tak menyahut. Ia menunggu apa yang akan di katakan pria yang ada di hadapannya saat ini.


"Kau mencuri ini." Reyhan menunjuk dadanya sebelah kiri. Seketika Amora langsung bingung dan mengernyitkan dahi.


"Apa maksudmu?"


"Kau telah mencuri hatiku." ucap Reyhan dengan wajah sedih. Bibirnya mencebik, raut wajahnya memelas minta di kasihani.


"Dasar Dugong Afrika!" umpat Amora semakin kesal. Amora berlalu menuju lemari berwarna putih yang berada tak jauh dari tempatnya berdiri.


"Tunggu dulu." Reyhan mencegah Amora, ia mencekal lengan wanita itu. Amora berhenti, melirik tangan Reyhan yang bertengger manis di lengannya.


"Apalagi?" ia mendelik menatap Reyhan.


"Kembalikan hatiku! atau kalau tidak, kau bisa memberikan hatimu juga untukku." Reyhan tersenyum lebar. Menampakkan deretan giginya yang putih berjajar rapi. Amora mengeram kesal. Ia memejamkan matanya sebentar lalu mencubit pipi Reyhan dengan kencang.


"Dasar Dugong Afrika! kenapa kau sangat menyebalkan. Bercandamu tidak lucu!" ia mencubit kedua pipi Reyhan dengan geram sehingga membuat Reyhan berteriak kesakitan.


"Aduh !! Sakit ...."


"Rasakan! itu akibatnya kalau kau sangat menyebalkan! untung bukan gigimu yang aku rontokkan!" ujar Amora seraya melepas cubitannya. Menarik tangannya dari pipi Reyhan yang memerah. Ia tersenyum puas kala melihat wajah Reyhan yang memerah menahan sakit.


"Kok kamu KDRT sih!" sungut Reyhan.


"Dih! Baru di cubit gitu aja udah KDRT. Gimana kalau aku ambil ginjalnya!" ucap Amora seraya membuka lemari pakaian yang ternyata di sana sudah ada sederet pakaian wanita yang tergantung dengan berbagai macam model yang membuat Amora tak kuasa menahan keterkejutannya.


"Wah! ini semua mama Riana yang siapin?" tanya Amora takjub. Pakaian itu bukan pakaian biasa, semua pakaian itu merupakan pakaian bermerk dari designer terkenal yang kisaran harganya tidaklah murah.


"Wah mama Riana baik banget." ucap Amora dengan wajah sumringah.


"Pakailah. Itu semua menjadi milikmu sekarang." ujar Reyhan lembut. Ia senang karena Amora menyukai apa yang ia berikan.


"Tapi Rey ...." ucap Amora ragu.


"Kenapa?" Pria itu mengangkat sebelah alisnya.


"Semua itu sangat mahal. Aku tidak pantas memakainya." wajah Amora berubah sendu mengingat harga dari masing-masing pakaian yang ada di dalam lemari. Yang tak bisa ia bayangkan berapa digit yang telah di bayarkan.


Reyhan melangkah mendekati Amora, ia memegang kedua bahu Amora.


"Amora, dengar! kau pantas memakainya dan kau pantas mendapatkan semua itu. Jangan mengecewakan aku. Eh maksudnya mama yang telah memberikan semua itu untukmu. Pakailah!" ujar Reyhan dengan senyum manis. Ia mengangguk di akhir kalimat, meyakinkan Amora.


"Tapi Rey ...."


"Sstt ...." Reyhan meletakkan jarinya ke depan bibir Amora. Memotong kalimat yang akan keluar dari mulut wanita itu.


"Tidak ada tapi - tapian. Pilih yang kamu suka dan pakailah. Setelah itu turun dan kita makan malam bersama." Amora mengangguk. Reyhan mengacak rambut Amora dengan gemas.


"Pintar!" ujarnya seperti berbicara kepada anak kecil yang penurut. Ia menurunkan tangannya dari kepala Amora lalu berbalik.


"Aku tunggu di bawah." ujarnya seraya berlalu. Amora masih menatap punggung pria itu yang menghilang di balik pintu. Ada rasa yang aneh di hatinya. Hatinya seketika menghangat ketika mendapat perlakuan manis dari Reyhan yang tak pernah ia dapatkan dari Farhan sebelumnya.


Reyhan, pria dengan kepribadian yang cuek dan dingin. Dari masa sekolah banyak yang menyukai pria itu, tapi entah kenapa Reyhan selalu bersikap dingin dan menjaga jarak dari para gadis yang mengejarnya. Seperti membangun benteng pertahanan yang tinggi tanpa bisa di jebol oleh gadis manapun.


"Kenapa sikapnya sangat manis dan hangat kepadaku?" Amora mengetuk kepalanya. Merasa heran dengan sikap Reyhan yang memang berbeda sejak dulu.


Terbayang kejadian di dalam mobil beberapa waktu lalu, sentuhan bibir Reyhan yang lembut. Terbilang kaku tapi cukup membuatnya terhanyut. Tanpa sadar Amora meraba bibirnya, manisnya bibir Reyhan masih teringat jelas dalam ingatannya. Masih terekam jelas di memori terdalam ingatannya.


"Apakah ini ciuman pertamanya?" ujarnya tanpa sadar mengingat betapa kakunya ketika Reyhan mencium bibirnya.


"Kau sedang apa?" tiba-tiba terdengar suara Reyhan dari arah pintu. Kepalanya mengintip dari balik pintu yang terbuka separuh.


"A-apa?" Amora terkejut. Ia menarik jemarinya yang berada di atas bibir. Matanya kesana kemari menghindari tatapan Reyhan.


"Hayo mesum ya?" ledek Reyhan seraya tertawa mengejek.


"Sok tahu kamu! Kenapa balik lagi?" elak Amora salah tingkah.


"Aku hanya memastikan kalau kau tidak tidur atau mencuri barang-barang ku!"


"Apa kau bilang? kau pikir aku pencuri?!" teriak Amora tak terima. Ia melemparkan sendal ke arah Reyhan, tapi tak sampai mengenai pria yang sedang menjulurkan lidah itu.


"Tidak kena!" ejeknya seraya berlalu. Ia tertawa puas melihat ekspresi Amora yang kesal.


"Dasar Dugong Afrika!" teriak Amora kesal.


❤️❤️❤️


Halo zheyeng 😘


Hayo siapa nih yang lagi senyum-senyum sendiri 🤣


Awas di kira kesambet🤣


Jangan lupa like dan komentarnya yah.


Kasih bunga atau kopi juga boleh🤣


✌️✌️


Maaf Author ngelunjak🤣