
Happy reading Zheyeng 😘
_____________________
Reyhan, Amora beserta mama Riana duduk di gazebo belakang rumah. Menikmati secangkir teh dengan di temani donat hasil karya mereka tadi. Di taburi dengan sringkle serta meises berwarna warni yang menggoda selera.
"Wah ternyata donat bikinan kamu enak juga, ya." puji Reyhan seraya tersenyum pada Amora.
"Aku cuma membantu sekedarnya saja, selebihnya kan mama semua yang buat." ujar Amora seraya memasukkan donat terakhir ke dalam mulutnya. Ia mengunyah perlahan, menikmati rasa manis yang memanjakan lidah. Ia memejamkan mata untuk merasakan rasa manis yang menyelimuti lidahnya.
"Amora juga pintar memasak. Kita belum mencoba sup ayam buatan Amora, kan?" ujar Mama Riana menatap anak serta menantunya. Amora membuka mata, melihat kedua orang yang ada di hadapannya sedang menatapnya saat ini.
"Mending nggak usah, Ma." Amora meringis, lalu menggaruk kepalanya yang tiba-tiba terasa gatal.
"Loh, memangnya kenapa? Mama kan pengen nyicipin masakan menantu mama. Kamu juga kan, Rey?" Mama melihat Reyhan yang sibuk menatap Amora.
"Iya dong, Ma. Aku pengen banget nyicipin masakan istri tercinta." Reyhan mengulum senyum, lesung pipi tercetak jelas di wajahnya. Amora berkedip, dengan perasaan tidak enak. Berkali-kali ia menggaruk kepalanya, sungguh ia tidak yakin dengan sup ayam buatannya.
"Lebih baik tidak usah ya. Lain kali Amora akan memasak lagi."
"Kenapa harus lain kali? sekarang kan sudah ada." ucap Mama Riana. Beberapa saat kemudian ia meminta si mbok membawa sup ayam buatan Amora ke tempat mereka. Amora mendelik, ia sangat takut jika masakan itu kacau. Tak berapa lama si mbok membawa mangkuk berwarna putih berukuran sedang yang isinya sup ayam buatan Amora. Amora semakin tegang, ia sangat takut dengan hasil masakannya.
Si mbok meletakan mangkuk berisi sup itu ke meja pendek yang ada di hadapan ketiga orang itu. Tak lupa ketiganya mengucapkan terimakasih yang di balas anggukan oleh wanita yang sudah mengabdi pada keluarga mama Riana selama puluhan tahun itu. Bau harum khas sup itu menguar menggunggah selera
"Wah pasti enak ini. Dari baunya aja udah enak." Reyhan menatap sup itu dengan antusias. Ia segera mengambil sendok serta piring yang tersedia, dan di ikuti pula oleh mama Riana. Keduanya tak sabar untuk mencicipi masakan Amora. Sementara Amora memandang dengan takut dan dengan perasaan was-was.
"Mama yakin ini pasti sangat enak." Mama Riana tersenyum dengan terus memasukkan beberapa sendok sup ayam beserta sayuran yang berupa wortel serta kol itu ke dalam piring miliknya.
Keduanya memasukkan sesendok penuh sup ayam itu ke dalam mulut dengan wajah sumringah. Detik berikutnya kedua orang itu terdiam, ekspresi wajahnya berubah. Perlahan berusaha mengunyah makanan yang ada di dalam mulut masing-masing. Reyhan memejamkan mata dan segera meraih gelas yang berisi air minum. Ia menenggaknya hingga habis tak bersisa. Begitupun dengan mama Riana, ia melakukan hal yang sama dengan Reyhan.
"Kenapa? tidak enak ya?" tanya Amora dengan wajah sedih. Ia sangat yakin masakannya sangatlah tidak enak. Mama Riana dan Reyhan saling berpandangan, mencari jawaban apa yang akan mereka berikan pada Amora.
"Enak kok, enak banget." puji Reyhan, pria itu memaksakan senyum agar tak melukai perasaan Amora. Begitupun dengan Mama Riana, wanita itu mengangguk dengan cepat dan membenarkan apa yang di ucapkan oleh anaknya.
"Iya, Reyhan benar. Masakan Amora enak banget."
"Benarkah?" tanya Amora tak percaya. Kedua orang yang ada di hadapannya mengangguk serempak dengan ekspresi wajah yang tak bisa di jelaskan.
"Kalian tidak bohong, kan?" tanya Amora sekali lagi. Keduanya pun menggeleng.
"Ya sudah, kalau begitu habiskan. Nanti Amora akan membuat sup ayam lagi. Sepertinya kalian suka masakan Amora."
"Maksud aku, kalau kamu masak lagi kamu bakalan capek. Mending si mbok atau mbak Lina saja yang memasak." bujuk Reyhan.
"Nah betul yang di katakan Reyhan. Kita tidak mau kamu sakit nanti." kali ini Mama Riana yang berucap. Amora hanya mengangguk mengerti, ia tersenyum kali ini. Tak menyangka masakannya enak.
"Baiklah, tapi jika lain kali aku ingin memasak boleh kan?"
"Boleh kok, boleh banget." Reyhan mengacungkan kedua jempolnya.
"Ya sudah, sekarang habiskan. Apa mau tambah?"
"Tidak. Sudah cukup kok." ucap Reyhan dengan cepat dan di barengi dengan anggukan oleh mama Riana.
"Baiklah," ucap Amora dengan senyum manis. Ia melihat keduanya dengan senang. Sedangkan keduanya berusaha menelan sup ayam buatan Amora dengan terpaksa.
"Ya Tuhan, berapa kilo sebenarnya Amora membubuhkan garam ke dalam sup ini." ucap Reyhan dalam hati. Rasa asin menyelimuti seluruh indera perasa, ia membutuhkan air minum untuk membantu mendorong makanan itu agar bisa tertelan.
"Untung menantu kesayangan, kalau tidak aku tidak akan memakan serta memuji sup garam ini." batin mama Riana. Ia sedikit meringis, susah payah ia menelan makanan asin itu.
"Bagaimana? enak, kan?" tanya Amora dengan sumringah.
"Iya, enak banget." Reyhan dan Mama Riana mengacungkan jempol pada Amora sehingga membuat wanita itu tersenyum percaya diri.
"Sepertinya pabrik garam pindah semua kesini." teriak Reyhan dalam hati.
"Syukurlah, ya sudah habiskan. Itu masih banyak, kalau kurang nanti Amora akan membuatkannya lagi."
"JANGAN!" teriak ibu dan anak itu berbarengan.
🌷🌷🌷
Halo zheyeng 😘
Jaga kesehatan ya, semangat buat kalian semua.
jangan lupa tinggalkan jejak yah.
Terimakasih.
I love you zheyeng 😘