Rio & Ara

Rio & Ara
Episode 39


Ara selesai kuliah dan menunggu Gilang di depan kelasnya.


"Hai !" Sapa Gilang.


"Hai !" Sapa balik Ara dan tersenyum


"Lama ya nunggunya" Basa-basi Gilang.


"Gak kok baru lima menit" Ara tersenyum kembali.


"Okey kita pergi sekarang" Ajak Gilang


Ara pun mengangguk tanda setuju, mereka pun pergi bersamaan.


♡♡♡


"Ini cafe ku Ra. Ya sederhana tapi lumayan lah" Mereka turun dari motor yang berhenti di area parkir.


"Kamu tuh harus bersyukur besar kecilnya pun" Ucap Ara dengan melepaskan helm nya


Gilang tersenyum mendengar kata-kata dari Ara.


"Ya udah yuk masuk" Ajak Gilang.


Ara mengikuti langkah Gilang dari belakang.


Setelah masuk beberpa karyawan Gilang menyapa tuannya dengan hormat.


"Benny " Panggil Gilang kepada salah satu karyawannya tepatnya teman Gilang juga.


"Iya Lang" Sahut Benny dan langsung menghampiri Gilang dan Ara.


"Tolong ambilkan seragam buat Ara dan kunci loker untuknya" Perintah Gilang


"Oke" Ucap Benny dan langsung pergi.


Dan tak lama kemudian Benny kembali dengan membawa seragam dan kunci loker.


"Nih Lang" Benny memberikannya kepada Gilang.


"Ra ini seragam kamu dan kunci lokermu. Kamu ganti baju di ruang ganti perempuan nanti Benny antar kamu. Dan pekerjaannya pun nanti Benny bakal jelasin. Dan kamu juga bisa tanya sama Benny hal-hal yang kamu belum ketahui tentang pekerjaan mu. Jam pulangnya jam 8 malam ya. Gak keberatan kan ?" Ucap Gilang panjang lebar.


"Gak, gak sama sekali" Semangat Ara.


"Oke kalau gitu aku tinggal dulu ya. Dan ini seragam mu" Gilang memberikan seragam nya kepada Ara. Ara pun menerimanya dengan tersenyum lebar.


"Makasih ya Lang" Senyum Ara


"Sama-sama. Ya udah aku balik dulu ya" Pamit Gilang dan pergi dari cafe nya.


"Ayo ku tunjuk in tempat gantinya" Benny memberi arah kepada Ara.


Ara memberikan anggukan dan mengikuti Benny pergi.


♡♡♡


Sudah jam 8 malam , Ara selesai bekerja dan sudah menggantikan pakaiannya.


"Aku pulang dulu ya " Sapa Ara kepada semua rekan kerjanya.


"Iya hati-hati Ra" Sapa balik Benny.


Ara pergi melangkah keluar, ia menghirup udara malam dan tersenyum manis.


"Alhamdulillah akhirnya bisa pulang." Lirih Ara.


"Aku harus pulang sebelum Rio pulang duluan" Ara melihat kanan kiri untuk mencari angkutan umum.


Dan kebetulan ada angkot menuju arah pulangnya. Ia melambaikan tangan, setelah angkotnya berhenti. Ara masuk kedalam.


♡♡♡


"Assalamualaikum " Salam Ara


"Waalaikumsalam " Bi Imah langsung membuka pintu dengan wajah panik.


"Ada apa Bi ?" Tanya Ara yang melihat ke dalam untuk memastikan Rio belum pulang.


"Aduh Neng, kemana aja. Jam segini baru pulang, Bi Imah khawatir sekali" Raut wajah khawatir Bi Imah terlihat jelas.


"Rio udah pulang Bi ?" Tanya Ara


"Belum Neng. Neng jawab dulu" Bi Imah menuntun Ara untuk masuk


"Syukurlah" lega Ara


"Tapi jangan kasih tahu sama siapa-siapa ya Bi. BI Imah harus menjaga rahasia yang Ara berikan. Dari siapapun termasuk Rio." Jelas Ara.


"Iya Bi Imah gak bicara sama siapa-siapa ? " Setuju Bi Imah.


"Janji"


"Janji Neng" Tegas Bi Imah.


"Aku kerja setengah hari Bi " Lirih Ara


"Hah ! Kerja!" Kaget Bi Imah


"Iya " Lirih Ara


"Ya Allah Neng emang kurang yang di kasih Tuan Rio sama Neng?"


"Lebih dari cukup"


"Nah terus kenapa Neng kerja ?"


"Aku harus kerja Bi. Aku gak mau nyusahin keluarga Rio Bi. Gimana pun caranya aku bisa membiayai semua keperluan aku tanpa uang sepeser dari Rio. Aku bukan baper Bi, tapi aku tahu diri. Aku ini siapa dan apa ?" Sedih Ara


"Bi Imah paham Neng. Tapi apa yang Neng lakukan tetap aja salah. Karena Neng gak izin dulu sama Tuan Rio." Jelas BI Imah.


"Nah justru itu Bi Imah harus jaga rahasia ini. Jangan sampai orang lain tahu apalagi Rio." Ucap Ara


"Iya juga ya" paham BI Imah


"Makanya Bi Imah harus jaga rahasia ini"


"Iya Bi Imah janji gak akan bilang sama Tuan Rio. " Janji Bi Imah.


"Makasih ya Bi. BI Imah memang yang terbaik sedunia." Ara memeluk Bi Imah.


♡♡♡