Rio & Ara

Rio & Ara
Episode 29


"Huh.... Dasar laki-laki aneh, laki-laki es batu. Kalau tahu gini Ara gak akan nyiapin ini semua. Buang-buang waktu aja." Grutu Ara dengan memasuki rumah dan menaruh cangkir teh hangat dengan kasar. Membuat Bi Imah terkejut, dan menghampiri Ara yang duduk di kursi meja makan.


"Ada apa Non?" Tanya Bi Imah dengan khawatir.


Ara hanya menghela nafas panjang, dan menaruh dagunya di antara lipatan kedua tangannya dengan wajah super kesal.


"Ada apa Non ? Tuan Rio ya ?" Tanya Bi Imah menebak dengan mudah.


Ara mengangguk tanda mengiyakan tebakan Bi Imah.


"Yang sabar ya Non. Tuan Rio memang dari dulu anti sama wanita. Apalagi kalau sempat ada wanita yang suka sama Tuan terus menyentuh tubuhnya, Tuan akan marah. Jangankan tubuhnya, barang yang ia punya jika ada wanita yang menyentuhnya akan ia buang tanpa mikir dua kali. Ya kecuali Nyonya Fani lah yang boleh." Jelas Bi Imah dengan wajah sedih karena merasa kasihan kepada Ara.


Ara yang mendengarnya merasa geli sendiri. Ia tak percaya Rio akan sebegitunya.


"Tapi kalau memang begitu, seharusnya Ara juga dong Bi ?" Ucap Ara yang langsung duduk tegap.


"Maksud Non ?" Bingung Bi Imah.


"Iya kalau memang dia anti sama wanita. Seharusnya Ara akan di perlakukan sama seperti wanita-wanita yang udah di perlakukan buruk sama Rio." Fikir Ara


"Emang sekarang bagaimana ?" Tanya Bi Imah.


"Hm !" Ara merenungi sejenak pertanyaan Bi Imah.


"Sekarang ? Ara sama aja kayak wanita-wanita yang tidak di sukai Rio. Tapi...." Ucap Ara.


Brakk...


Membuat Bi Imah kaget seketika, Ara menggebrak meja makan dengan keras. Dengan mata yang memerah, nafasnya tidak teratur. Mengepalkan tangannya dan


***


Rio pulang lebih awal, dan tak melihat Ara yang seperti biasanya menunggunya di meja makan. Kini hanya seperti biasanya beberapa hidangan di meja makan tanpa Ara di sana.


"Tuan sudah pulang" Ucap Bi Imah yang keluar dari dapur.


"Bi Imah ? Bi Imah kenapa ada di sini ?" Tanya Rio terkejut.


"Ehh ! Em ! Saya di tugaskan kemari karena permintaan Tuan dan Nyonya besar. Saya hanya menuruti saja" Ungkap Bi Imah


"Oh" Rio hanya mengangguk tanda mengerti dan akan menaiki tangga.


"Tuan!" Panggil Bi Imah


"Ada apa Bi ?" Tanya Rio


"Makan dulu"


Rio tak menggubris ucapan Bi Imah, ia tetap berjalan. Tapi Bi imah berusaha membujuk Rio.


"Tuan, makanalah sedikit saja, saya yang masak." Ucap Bi Imah


"Nanti Rio akan turun setelah membersihkan diri" Ucap Rio dan berlalu.


***


Rio kembali dengan memakai baju casualnya. Dan duduk dan menyantap lahap hidangan yang sudah Bi Imah siapkan. Bi Imah yang berdiri di sebrangnya dengan sedikit mengangkat ibu jarinya, tersenyum dan mengedipkan matanya ke arah berdirinya Ara di lantai atas. Ara tersenyum puas, karena telah menjebak Rio agar makan masakannya dengan menyuruh Bi Imah mengatakan bahwa hidangan hari ini adalah Bi Imah sendiri yang buat. Aslinya Ara lah yang masak. Jika tidak bilang begitu, Rio pasti menolaknya kembali.