Rio & Ara

Rio & Ara
Episode 34


Rio tersenyum tipis melihat wajah kesal Ara.


Brak !!


Dengan emosi Ara menutup pintu kamarnya dengan keras.


"Huh.. Dasar lelaki es batu. " gerutu Ara.


♡♡♡


Tok


Tok


"Ada apa Bi ?" Tanya Ara


"Ini ada kiriman buat Non Ara " Bi Imah memberikan paperbag berwarna cokelat.


"Oh makasih ya Bi" Ara pun menerimanya dan masuk kembali ke dalam kamarnya.


"Siapa ya ?" Ara membuka paperbag dan mendapatkan sebuah dress berwarna pink soft.


"Wah !" Kagum Ara yang langsung berdiri dari tempat tidurnya dan mencocokkan dress nya dengan tubuh mungil Ara.


"Wah ini sangat pas dan sangat cocok di pakai denganku" Kagumnya


"Tapi kira-kira siapa ya yang kirim ini untukku ?" Ara pun langsung mencari sesuatu di dalam paperbagnya.


" Harus di pakai, Jam 04:00 sore ku jemput. Ttd Rio" Ara membacanya di kertas ucapan berwarna biru.


"Dari Rio" Ara melemas seketika.


♡♡♡


Waktu sudah tepat pukul 04:00 sore. Ara sudah siap dengan dress nya yang berwarna pink soft selutut. Rambutnya ia gelung dan meninggalkan beberapa helai rambutnya di area telinganya. Sangat sederhana namun tampak elegan jika Ara memakainya. Di tambah dengan make up tipis, tidak mengurangi kecantikannya.


"Ya ampun cantik banget Non" Kagum Bi Imah yang menatap Ara dari atas sampai ke bawah.


"Terimakasih Bi" Senyum Ara.


"Padahal Non Ara cantik banget loh. Tapi kenapa Tuan Rio tidak suka dengan Non Ara. Padahal beruntung banget Tuan Rio mendapatkan Non Ara. Mereka sangat serasi sekali " Bhatin Bi Imah.


"Udah jam segini Rio belum juga datang ya Bi" Tanya Ara.


"Mungkin macet di jalan Non. Sekarang jamnya pulang kerja." Ucap Bi Imah.


"Bi..." panggil Ara dan memegang jemari Bi Imah dan menuntunnya duduk di sofa yang berada di ruang tamu.


"Ada apa Non?" Tanyanya


"Makasih ya udah jadi orang tua Ara selama di sini." Ucap Ara tersenyum


"Sama-sama Non" Ucap Bi Imah


"Dan makasih udah banyak bantu Ara, dan juga Bi Imah jangan panggil aku Non lagi ya" Ucap Ara


"Lah terus "


"Aduh jangan Non. Nanti kalau Tuan Rio tahu bisa habis Bi Imah." Tolak Bi Imah


"Hm.. Atau panggil Neng Ara gimana ?"


"Nah kalau itu gak apa-apa Non " Ceplos Bi Imah.


"Eh maaf kelepasaan Non, eh Neng Ara hehehe" tawa ringan Bi Imah.


"Iya gak apa-apa nanti juga biasa. Eh ! Ngomong-ngomong Rio belum juga datang ya Bi ?" Ara melihat ke arah pintu depan.


"Iya juga ya gak terasa sudah jam setengah lima. Coba di telfon Non, eh Neng" Ucap Bi Imah.


"Iya juga ya" Ara mencoba menghubungi ponsel Rio.


"Gak aktif Bi " Ucap Ara


"Ya udah tunggu aja nanti juga datang. Bi Imah buatkan jus jambu ya"


"Iya Bi" Bi Imah pergi meninggalkan Ara.


♡♡♡


"Rio" Lirih Ara yang sedari tadi mondar-mandir dan sesekali menatap ke arah jam dinding.


"Belum datang Neng" Tanya Bi Imah dan membawa nampan berisi satu gelas jus jambu.


"Belum Bi, makasih ya Bi" Ara mengambil busnya dan hendak ia minum. Namun terdengar suara mobil.


"Nah itu pasti Tuan Rio" Tebak Bi Imah.


"Assalamualaikum " Ucap Rio yang berlarian kedalam rumah.


"Waalaikumsalam "Ucap Ara dan Bi Imah.


"Terimakasih" Tiba-tiba saja Rio mengambil gelas jus jambu dari tangan Ara dan langsung meminumnya sampai tak tersisa sedikit pun.


"Alhamdulillah "Ucap Rio dan memberikannya lagi ke Ara.


Ara hanya menelan salivanya melihat jusnya telah habis tak tersisa.


"Maaf aku telat, macet." Ucap Rio


Bi Imah dan Ara hanya menatap Rio.


"Ayo!!" Ajak Rio yang hendak melangkah.


Ara tak goyah sama sekali. Ia diam saja dan hatinya sangat kesal. Karena jus jambu kesukaannya telah dihabiskan oleh Ara.


"Neng Ara" Bisik bi Imah.


"Ish " Kesal Ara yang langsung menaruh gelas ke nampan.


♡♡♡