
Hatinya bergejolak dengan api yang membara. Panas terasa di hati, Ara tak mempercayai jika dirinya adalah secarik kertas lusuh yang tak berarti untuk Rio.
♡♡ EnD♡♡
"Hey !!" Suara nyaring wanita yang mengejutkan Ara.
"Tasya !" Kaget Ara.
Tasya adalah teman baru Ara di kampus. Tasya anak yang periang dan aktif. Cantik , baik, dan suka makan. Meski begitu badannya tetaplah bagus. Entah bagaimana Tasya bisa makan banyak namun tidak gemuk-gemuk, itulah Tasya.
"Maaf Ra !!" Tasya duduk di sisi Ara dan memegang makanan ringan.
"Kamu habis nangis ya ?" Celoteh Tasya dengan tetap memasukan cemilannya kedalam mulutnya.
"Gak nangis kok, tadi aku nguap aja. Biasa kalau aku nguap suka berkaca-kaca. Eh kita ke kantin yuk" Ara langsung mengalihkan pembicaraannya .
"Gak akh, uang ku lagi menipis bulan ini " Ucap Tasya dengan wajah sedihnya.
"Tenang aku traktir " Ara merangkul temannya
"Serius nih!" Ucap Tasya dengan mata yang berbinar.
Ara hanya mengangguk dan tersenyum lebar.
"Oke kalau gitu kita ,let's go " Semangat Tasya dan langsung berdiri.
Ara tersenyum senang melihat temannya senang.
♡♡♡
Mereka pun sampai di kantin dan memesan menu yang ada dan duduk di meja kosong.
"Sya" Panggil Ara
"Apa ?" Sahut Tasya
"Aku boleh minta bantuan kamu gak ?" Ucap Ara serius.
"Boleh"
"Pagi" Sapa Gilang
"Pagi" Sapa balik mereka.
Gilang teman Tasya dan Ara, mereka bertemu di kampus. Penampilan Gilang sedikit sederhana namun dia anak yang berada. Walau sederhana Gilang selalu memperhatikan penampilannya. Tampan, tinggi, putih, hidup mancung, dan berbadan atletis. Baik, sopan, lembut, perhatian, dan cool. Pastinya banyak wanita yang mengantri , tapi sayang dia sudah punya tunangan . Itu yang membuat patah hati para wanita-wanita yang mendekati si Gilang.
"Gabung ya" Pinta Gilang
"Tinggal duduk" Ucap Ara
Gilang pun duduk di antara mereka.
"Bantuan ? Bantuan apa ?" Sela Gilang yang membuat Tasya menghela nafas panjang di hembuskan sembarangan.
"Gilang, kalau kamu ngoceh mulu Ara gak ngomong-ngomong" Kesal Tasya
"Iya, ya " Ucap Gilang.
"Cepet Ra ngomong." Ucap Tasya
"Iya aku minta bantuan. Kalau ada lowongan pekerjaan kasih tahu aku ya. Kerja apa aja deh aku mau." Ucap Ara
"Hah !! Kerja !!" Kompak mereka berdua karena terkejut.
"I.. iya " Ucap Ara
"Untuk apa ?" Tanya Tasya
"Ya cari duitlah" ucap Ara
"Ya aku tahu cari duit. Tapi duitnya mau buat apa ?" Tanya Tasya kembali.
"Adalah, intinya aku butuh pekerjaan sekarang. Kalian mau bantu aku gak ?" Jelas Ara
"Iya deh kalau ada kabar nanti aku kasih tahu" ucap Tasya
"Kelamaan nunggu lo Sya" Ucap Gilang
"Maksud lo apaan ?" Nyolot Tasya
"Gue ada kerjaan buat kamu Ra. Tapi kamunya mau apa gak ?" Ucap Gilang
"Serius ada ? Ya aku mau lah, apa aja deh. Yang penting bisa kerja part time. Karena kan aku kuliah, aku juga gak mau ninggalin kuliah aku." Jelas Ara dengan semangat.
"Tenang ! Masalah waktu bisa aku atur. Aku habis buka cabang cafe dan kebetulan lagi kekurangan orang. Nah pekerjaannya jadi pelayan. Mau gak kamu ?" Jelas Gilang.
"Pelayan? Jangan ma..." Belum selesai Tasya bicara ,mulutnya di bekam oleh Gilang.
"Mau mau Lang" Ara langsung setuju karena kesempatan yang bagus jangan sampai di lewatkan.
Gilang pun tersenyum mendengar Ara langsung setuju dan langsung menurunkan tangannya dari mulut Tasya.
"Nah, Oke mulai sore in..." Belum usai bicara mulut Gilang sudah di jejali beberapa keripik cemilan oleh Tasya hingga penuh.
Ara pun yang melihat tingkah mereka tertawa lepas.
"Impas kan" Nyolot Tasya dengan mata melotot ke arah Gilang.
"Sudah.. Sudah makanan kita hampir sampai" Lerai Ara.
Pesanan mereka pun telah tiba. Dan mereka menghabiskan dengan cara mengobrol ringan hingga tertawa .