Rio & Ara

Rio & Ara
Episode 35


Rio baru tersadar melihat Ara memakai dress yang ia pilihkan. Ternyata pas dan sangat cocok untuknya. Rio selalu memcuri-curi pandang ke arah duduk nya Ara. Ara yang menyadari merasa risih.


"Ehm!!" Dehem Ara yang membuat Rio fokus kembali ke setirnya


♡♡♡


"Ayo !!" Ajak Rio karena telah sampai di sebuah hotel ternama di Jakarta.


Dengan tak biasa Rio membuka pintu mobil duduk nya Ara.


"Tumben" Bhatin Ara


Ara pun turun dan melihat ke sekeliling area hotel yang megah.


"Kita mau ngapain ?" Tanya Ara


"Udah ikut aja" Ucap Rio dengan memberi ruang di antara lengannya.


"Hem" Suara dan mata Rio memberikan isyarat ke Ara .


"Apa ?" Heran Ara


"Haish" Rio meraih tangan Ara dan memasukan di antara lengannya.


"Ihh" Ara melepaskan kembali kaitan tangannya dari lengan Ara.


"Ara " Tegas Rio


"Hufftt" Ara mengehela nafas panjang dan mengaitkan kembali tangannya ke lengan Rio.


Ara berdegup jantungnya tak seirama, pipinya merah mereka seketika.


Mereka masuk dengan saling berdekatan. Layaknya pasangan romantis yang sedang di madu cinta. Itu pandangan orang lain, belum tentu pandangan mereka masing-masing. Dan perasaan mereka pun masih di bolak-balik oleh Yang Maha Kuasa.


♡♡♡


"Pah.. Mah.. " Rio melambaikan tangannya ke arah Mamah Fani dan Papah Rendy.


"Hai sayang" Lambai Mamah Fani dengan tersenyum.


Rio dan Ara berjalan bersama menuju duduknya Mamah dan Papah. Ara tersenyum lebar kepada mereka. Rio dan Ara memberi salam kepada mereka.


"Duduk Nak" Pinta Mamah Fani.


"Makasih Mah" Ucap Ara.


"Makasih Mah" Senyum malu Ara.


Pada akhirnya mereka makan malam bersama. Di sela-sela mereka makan sembari mengobrol ringan.


"Dua minggu depan kalian sudah mulai kuliah. Ara siap ?" Ucap Mamah Fani serius.


"Siap Mah" Ucap Ara dan tersenyum tipis.


♡♡♡


Tiga minggu telah berlalu dengan cepat. Sudah seminggu Ara kuliah dengan baik. Pagi-pagi sekali Ara berangkat kuliah dengan menggunakan angkutan umum. Entahlah Ara selalu menolak ketika diajak berangkat bersama dengan Rio. Ara selalu menghindar apapun itu jika berbau tentang Rio. Ara lebih memilih untuk melakukannya tanpa campur tangan Rio. Hampir tiap hari Ara selalu menghindar dari Rio. Jika tidak di kampus Rio tak akan bisa melihat Ara. Karena setiap pagi-pagi buta Ara sudah berangkat sebelum Rio bangun. Dan pulang sebelum Rio datang. Semenjak kejadian seminggu lalu sebelum Ara akan memasuki hari-hari kuliah.


♡♡ Flash back ♡♡


"Males banget keluar rumah tengah hari bolong. Mana jauh lagi, kalau bukan atas nama Mamah. Aku juga gak mau liat wajah es batu. Repot-repot bawa rantang pula" Gerutu Ara sendiri tepat di depan kantor Rio yang megah tepatnya punya Papah Rendy. Dengan berjalan santai Ara memasuki area loby dengan tenang dan tersenyum ramah. Dan mendekati receptionis dan bertanya


"Permisi Mbak " Ucap Ara dengan tersenyum.


"Iya ada yang saya bisa bantu ?" Tanya Ramah wanita yang terbilang sangat masih bening dengan tersenyum ke arah Ara.


"Ruangan Ri..." Ara berhenti berkata.


"Maksud saya ruangan Tuan Rio ada dimana ya ?" Tanya Ara


"Ada keperluan apa ya Mbak datang Dan siapa ?" Tanyanya kembali dengan ramah.


"Saya di suruh antar makan siang dari Nyonya Fani" Ucap Ara dengan memperlihatkan rantang nya.


"Saya pembantu di rumah Tuan Rio" Ucap Ara dengan memberikan senyuman .


"Oh pembantunya, ok saya hubungin dulu Tuan Rio nya" Ucap Mbak nya.


"Selamat siang Tuan, ini ada pembantu Anda di loby sedang menunggu. Katanya hanya antar makan siang untuk Tuan. " Ucap Mbak nya


"Baik Tuan." Ucap Mbak nya dan menutup teleponnya.


" Ruangan Tuan Rio berada di lantai 8. Ruangannya tak jauh dari lift, Anda tinggal belok kiri dan ruangannya tepat di ujungnya." Arah Mbak receptionis.


"Terimakasih Mbak" Ara tersenyum dan pergi.


"Sungguh pembantu sekarang sangat modis dan pandai berdandan." Gumam Mbak Receptionis dengan menatap pergi Ara yang melihat dari belakang dari atas sampai ke bawah memperhatikan penampilan Ara.