Rio & Ara

Rio & Ara
Episode 3


Derry pun pamit untuk kembali lagi ke kamarnya. Rio pun merasa lega karena telah membagi ceritannya kepada Derry. Cukup lega buatnya. Rio pun tertidur terlelap.


Pada pagi hari tiba.....


"Bang lo dah siap belum. Mamah dah suruh kita ke bawah. Buat sarapan." Panggil Derry sembari mengetok pintu kamar Rio.


"Ya gue dah siap. Turun duluan, nanti gue nyusul ." Jelasnya. Rio sedang memasukan buku seperlunya ke dalam tas. Dan beranjak turun kebawah. Rio berlari kecil melangkahi setiap anak tangga.


Dan menuju ruang makan. Derry telah melahap sarapannya di piring. Mamah Fani sedang menaruh nasi goreng di piring Rio.


"Morning Mom." Sapa Rio dan mencium pipi Mamah Fani. Dan duduk lalu menaruh tasnya di kursi sebelah Rio.


"Morning." Sapa balik Mamah Fani, sambil menyodorkan segelas susu hangat ke meja Rio.


"Thanks Mah" ucap Rio sambil makan sarapannya. Mamah Fani hanya mengangguk dan tersenyum.


"Gue duluan ya Bang. Gue ada piket kelas. Jadi buru-buru" kata Derry sambil menengguk susunya sampai habis.


"Iya duluan saja" ucap rio yang sedang makan sarapannya.


"Mah Derry berangkat ke sekolah dulu ya. Assalamualaikum." Pamit Derry kepada Mamah Fani dan mencium tangan Mamahnya.


"Iya hati-hati, jangan ngebut-ngebut di jalan. Waalaikumsalam" balas Mamah Fani.


"Papah udah berangkat Mah ?" Tanya Rio


"Udah tadi pagi-pagi sekali. Papah dinas ke kalimantan, mungkin 2 bulan di sana." Jawab Mamah Fina, yang sibuk membereskan piring dan gelas Derry.


Rio pun sudah menghabiskan sarapan dan susunya. Ia pun pamit kepada Mamahnya.


Di sekolah.. .. ..


Tapi Derry biasa saja karena kelebihannya di mata wanita cantik sekalipun. Karena ia belum menemukan wanita yang menggoyahkan imannya.


Beda dengan Abangnya. Rio selalu sederhana, walau ia berpenampilan sangat sederhana pun. Ia tak bisa di tadingi oleh beberapa siswa cowok yang masih di bilang populer. Karena dari kesederhanaannya itu membuat sisi kedewasaan dan kharismanya terpancar tanpa harus berpenampilan berlebih. Pastinya membuat para kaum hawa menjerit histeris. (Cobaan kalau punya wajah lebih tampan dari lahir😅).


Di Kelas.. .. ..


"Hallo sayang kamu sendirian ya. Sini aku temanin." Nada centil dan murahan yang Rio tak suka mendengarnya karena jijik, siapa lagi kalau bukan Lina.


Lina adalah teman sekelasnya Rio. Lina cantik, tinggi, body aduhai tapi judes dan julid. Sikap centilnya yang Rio merasa ilfil terhadapnya. Pasalnya Lina sangat mencintai Rio sejak SMP. Lina terobsesi dengan Rio. Sangat menggilai Rio.


"Pergi Lin. Gue gak mood liat muka lo." Ucap Rio dengan ketus.


Rio sedang membaca-baca buku sendiri di kelas. Karena hampir kelulusan , jadi para siswa tidak belajar. Jam kosong di sekolah, dimanfaatkan para siswa untuk mengadakan lomba-lomba sehat agar waktu tidak terbuang.


"Kenapa sih yang? Aku kan cuma temanin kamu di sini." Genitnya Lina bikin Rio makin ilfil.


"Lin gue minta lo pergi dari sini !!" Ujar Rio dengan nada tinggi


"Kenapa sih..?" Lina masih saja merayu Rio. Lina tidak menghiraukan perintah Rio sama sekali.


"Kalo lo gak mau pergi, gue yang akan pergi." Tegas Rio.


Bukannya Lina menjauh, Lina semakin berani memegang lengan Rio.


Mata Rio merah padam, mengisyaratkan amarahnya yang terpendam.


Rio langsung melepaskan tangannya dari pelukan Lina. Hingga Lina jatuh duduk.


"Gue ingetin lo, gue gak suka di pegang sama tangan cewek murahan seperti lo. Paham...!!!" Tegas Rio sembari memegang dagu Lina kuat-kuat.