Rio & Ara

Rio & Ara
Episode 31


Sudah satu minggu Rio tak pernah melihat Ara. Jika pagi hari Rio berangkat kerja, Ara selalu mengurung diri di kamarnya. Dan ketika malam Ara juga pun begitu. Hampir tiap hari Rio tak pernah lihat sosok Ara yang selalu menyiapkan segala sesuatunya, bahkan selalu menyambutnya ketika pulang. Namun kini ada yang terasa hilang di kebiasaan Rio. Hatinya menyeruak tak jelas ketika kebiasaan itu hilang. Ia selalu sarapan di pagi hari selama Bi Imah di rumahnya. Yang ia tahu itu semua adalah masakan Bi Imah makanya ia mau menyentuhnya. Entah alasan apa yang menjadi penyebabnya Rio selalu menolak apapun itu jika Ara menyentuhnya ? Mungkin benar apa yang Bi Imah katakan sebelumnya. Rio tak ingin wanita manapun yang menyentuh sesuatu darinya tanpa seizinnya.


♡♡♡


Hari-hari Ara selalu di dalam kamar jika Rio di rumah. Apalagi ketika weekend itu membuat Ara depresi. Jika tidak baca buku, nonton tv, dan memainkan ponselnya. Tapi itu sungguh membuat seorang wanita semakin bosan. Akhirnya Ara merapikan kamarnya. Dan setelah selesai ia membantu Bi Imah di bawah untuk membantu. Kemudian setelah selesai beberes dan masak. Ia merawat tanaman yang ia buat seminggu lalu. Kini telah tumbuh benih-benih dari biji yang ia tanam. Ia rawat dengan baik dan mengirimnya rutin. Setelah selesai ia kembali ke peraduannya yang sakral yaitu kamar tidurnya. Karena sudah jamnya Rio pulang. Ara tak ingin melihat Rio dengan sikap dinginnya yang membuat Ara semakin tak suka. Ara pun membersihkan dirinya.


♡♡♡


Kring!!


Kring!!


Dering ponsel Rio berbunyi, cepat-cepat Rio angkat.


"Waalaikumsalam" Jawab Rio dengan sibuk tangan satunya membolak-balikkan kertas dokumennya.


"Kamu sudah pulang Nak ?" Tanya suara lembut yang khas yaitu Mamah Gani.


"Belum Mah, Rio lembur hari ini" Rio melihat jam tangannya yang baru pukul 08:30 malam.


"Paling dua jam lagi Rio pulang, Ada apa Mah ?" Tanya Rio


"Masih sibuk ya" Ucap Mamah Gani


"Iya untuk hari ini" Ucap Rio


"Ya kalau bisa besok malam kamu ke rumah ya" Ucap Mamah Gani


"Bisa.. Bisa Mah." Tanya Rio serius


"A.. A.. Ara ?" Gugup Rio yang langsung memberhentikan aktivitasnya sejenak dengan termenung.


"Iya Ara " Mamah Fani menegaskan kembali.


"Hallo Rio ? Kamu masih di situ kan" Mamah Fani berusaha berucap berulang-ulang karena Rio diam tanpa menjawab.


"Eh.. iya Mah. Rio masih di sini, i.. iy.. iya besok Rio ajak Ara sekalian ke rumah" jelas Rio.


"Ya sudah kalau gitu. Udah dulu ya, kamu pulang cepat jangan pulang larut malam. Kasihan Ara di rumah menunggu." Senang Mamah Fani


"Iya mah" Singkat Rio


"Assalamualaikum "


"Waalaikumsalam " Rio menutup ponselnya.


"Gimana caranya ngomong sama Ara ya ? Akhir-akhir ini hubungan kita semakin renggang. Kalau aku gak bawa Ara, nanti Mamah malah curiga tentang hubungan kita. Tapi kalau aku bawa gimana caranya aku bilang ? " Rio sangat bingung saat ini.


"Pak.. Pak Rio" Sekretaris Rio mencoba memanggil Rio.


"Eh iya" Rio kaget dan reflek langsung menumpuk beberapa dokumen.


"Kita harus rapat sekarang Pak!" Ucap sopan dari sekretaris Rio yang bernama Anjas.


"Oke kita langsung ke ruangan. Tolong kamu bawa ini sekalian" Rio memberikan dokumennya.


"Baik pak" Mereka pun pergi meninggalkan ruangan Rio.