
Keesokan paginya semua orang berkumpul disatu tempat, Duan Hongchen dan Nie Fan saling berhadapan satu sama lain. Mata mereka memancarkan niat membunuh yang sangat kuat dan ini adalah puncak bagi Jenius seperti mereka menunjukan siapa yang paling hebat.
Kedua Master Sekte Duan Tongtian dan Nie Rong duduk dengan santai. Tempramen mereka sangat tenang dan tidak terlihat khawatir sama sekali.
Peringkat setiap Sekte sama sekali tidak bisa diprediksi. Kematian bagi yang kalah sudahlah hal yang wajar, ketika mereka memutuskan untuk mengikuti Turnamen maka mereka juga harus siap untuk kehilangan nyawa mereka.
Sisanya semua orang melihat dari Tribun penonton dan Han Sen ingin melihat seberapa hebat mereka. Kedua Leluhur Sekte Awan juga sudah datang dan sebuah Formasi besar dipasang di Arena.
Die Long berdiri dan berkata, "Aturannya sangat jelas... ketika Ketua Tim mereka kalah atau menyerah itu akan menjadi akhirnya. Apakah kalian berdua memiliki pendapat ?"
"Tidak." Kata mereka berdua dengan tegas.
"Kalian akan dikirim kesatu tempat dan ketika sampainya kalian disana maka pertarungan akan langsung dimulai !" Die Long mendesak Qi miliknya dan mengaktifkan formasi.
Sosok mereka semua dikirim disebuah tanah yang sangat luas. Hal ini dilakukan agar orang lain tidak dapat ikut terkena dampak dari serangan mereka, Ahli Divine Transformasi sangatlah kuat dan disini banyak orang lemah yang mungkin tidak akan kuat menahan gelombang pertarungan mereka.
Kelompok Nie Fan segera membuat Array besar dan Bola Api dengan ukuran yang sangat besar melesat kearah Duan Hongchen, namun dengan cepat orang-orang dibelakang Duan Hongchen memblokirnya dan telapak tangan hitam berbenturan langsung dengan Bola Api itu.
*Boom.*
Ledakan yang besar disertai gelombang panas yang ekstrem membuat kedua belah pihak mundur. Aura yang sangat kuat yang dipenuhi niat membunuh yang intens meledak-ledak dari mereka semua.
Nie Fan terbang keatas langit dan berkata, "Duan Hongchen... ayo kita selesaikan persaingan kita disini !"
"Itulah apa yang aku harapkan darimu Nie Fan !" Kata Duan Hongchen dengan dingin.
Duan Hongchen melesat kearah Nie Fan dengan niat membunuh yang meledak-ledak. Tubuhnya diselimuti oleh Armor Tulang yang sangat kuat dan Duan Hongchen menggunakan Tranformasi Jiwa Beladirinya.
Nie Fan diselimuti oleh Api yang ganas dan lingkaran sebuah cincin merah berada dibelakang punggungnya. Tinjunya yang ganas menciptakan gelombang panas yang sangat kuat dan Duan Hongchen menerjangnya tanpa ragu.
Pertarungan antara Kerajaan sama sekali tidak bisa dibandingkan dengan level ini. Mereka merasa bahwa kekuatan ini mustahil untuk mereka capai.
Namun melihat kembali ekspresi yang ditujukan Han Sen, dia sama sekali tidak khawatir sedikitpun. Baginya hal ini memang sesuatu yang wajar dan tidak spesial sama sekali, namun setidaknya dia harus mengakui bahwa mereka adalah lawan yang layak untuk dia kalahkan.
Duan Tongtian menghela nafas dan setelah melihat pertarungan ini dia sudah dapat menebak hasilnya. Sayangnya Jiwa Beladiri Putranya tidak sebanding dengan Cincin Api Nie Fan yang sangat ganas.
Sebuah formasi yang besar perlahan terbentuk dan Burung Api yang ganas menyembur kearah Kelompok Sekte Langit Iblis. Mereka semua mendesak Qi mereka dan menciptakan penghalang yang sangat kuat untuk bertahan.
Nie Fan tersenyum penuh semangat dan berkata, "Mari kita akhiri dengan cepat !"
Jiwa Cincin Apinya menyemburkan Api yang sangat kuat kebawah. Burung Api itu bersatu dengan Api milik Nie Fan dan kekuatannya menjadi lebih kuat.
*Boom.*
Burung Api itu menghancurkan penghalang dan sembilan orang yang berada di Alam Divine Transformasi dibakar sampai menjadi abu dalam sekejap mata.
Duan Tongtian meremas pegangan kursinya sampai hancur dan Nie Rong tersenyum puas dengan reaksinya. Dalam pertarungan bukan hanya kekuatan saja yang dimainkan, namun akal dan strategi juga bisa menentukan hasil.
Han Sen tersenyum dan berkata, "Memancing Duan Hongchen dalam pertarungan satu lawan satu dan diam-diam mendukung rekannya untuk membunuh semua anggota Duan Hongchen, strategi yang efektif dan sangat kejam !"
Duan Hongchen masih tetap tenang dan terlihat sama sekali tidak peduli. Baginya Kultivator jalan Iblis matinya satu atau dua orang tidak akan mengguncang dirinya, mereka mati karena mereka lemah dan itu adalah faktanya.
Duan Hongchen turun kebawah dan mendesak Qi miliknya, dari dalam tanah tulang-tulang yang tajam semuanya berkumpul dan membentuk sebuah Anak Panah yang besar.
"Iblis... bahkan kau tidak memiliki sedikitpun perasaan saat teman-temanmu mati. Kau ingin mengakhiri semuanya bukan... maka kita lakukan sekarang !" Kata Nie Fan sambil mendesak Qi miliknya.