Kesombongan Surgawi

Kesombongan Surgawi
Bab 253 - Dua Binatang Suci


Han Sen mengangguk dan setuju dengan penawaran Long Zhu. Lagi pula ini bukanlah sesuatu yang buruk baginya, jadi tidak ada alasan baginya untuk menolak.


*Bang.*


Langit ditempat itu mulai berguncang dan sosok Harimau putih dengan Aura yang ganas meraung dengan keras. Harimau Langit turun kebawah dan berubah menjadi sosok Pria berjubah putih.


"Zhong Qing... begitukah caramu bertamu ?" Long Zhu mengerutkan keningnya dan terlihat kesal.


"Dua bajingan mesum berkumpul disatu tempat dan tidak mengundangku. Jadi ketika Daftar Surgawi berubah aku langsung meluncur ketempat ini !" Kata Zhong Qing sambil duduk dengan santai.


"Hahaha... Harimau Langit Zhong Qing... sudah sangat lama aku tidak melihatmu. Seharusnya kau membawa Arak Spiritual Lebah Emas bukan ditanganmu, berikan sedikit padaku... jika tidak aku akan mengulitimu hidup-hidup dan menjadikannya karpet." Kata Han Sen dengan tidak sabar.


"Cih." Zhong Qing tahu hal ini akan terjadi dan memberikan dua guci besar kepada Han Sen, "Sepertinya Naga Bejat ini sudah mengatakan semuanya, berikan Array Teleportasi di Wilayahku !"


Han Sen memberikan satu set kepada mereka berdua, "Ketiga tempat ini nantinya akan terhubung. Tapi ingat ini baik-baik... sekarang Phoenix adalah Wanitaku, berani berpikir buruk untuk mencelakainya maka aku akan menanggalkan hidup kalian berdua."


"Tidak ada orang bodoh yang mau mencari masalah denganmu." Kata mereka berdua yang sependapat.


Bukan masalah besar untuk membuat kekacauan diseluruh Alam Mistik, namun jangan sampai mereka menarik kebencian Kesombongan Surgawi. Sebagai Binatang Suci harga diri mereka sama sekali tidak berlaku didepan Han Sen, hanya dengan Jiwa Naga Surgawi yang sama sekali tidak dapat ukur kekuatannya mereka tidak akan mau mendapatkan masalah lebih.


Menjadi Penguasa Alam Mistik yang dipenuhi Kultivator hebat, bahkan sekalipun untuk mereka Binatang Suci adalah hal yang mustahil. Namun Han Sen bisa menekan semua Ras dengan kekuatannya hingga titik dimana tidak ada yang mau bertarung langsung dengannya, mungkin sejak awal pembentukan Alam Mistik hanya Han Sen yang dapat melakukan semua itu.


"Baguslah kalau begitu... karena aku sudah ada disini maka aku akan meminjam tangga Naga untuk berlatih. Membawa beberapa orang bukan masalah besar bukan ?" Tanya Han Sen dengan santai.


"Boleh saja... jangan mengambil harta berharga milikku seenaknya. Aku memiliki Istri yang harus diberi makan !" Kata Long Zhu yang terlihat tidak percaya.


Long Zhu tahu bahwa Han Sen tidak bisa dipercaya. Segera Han Sen pergi meninggalkan mereka berdua setelah mendapat apa yang dia inginkan, kabar baik ini tidak bisa dia simpan untuk dirinya sendiri.


Mendapatkan satu Sumber Prinsip yang dimana nantinya Han Sen akan memberikannya kepada Liu Shuang yaitu Wilayah Kura-Kura Hitam. Setelah ini dia akan menagih hal yang sama kepada Zhong Qing, semua ini demi Kultivasi mereka dan Han Sen akan melakukan yang terbaik untuk membuat mereka menjadi kuat.


Adapun tangga Naga memiliki tekanan Naga Sejati yang dapat memperkuat jiwa serta kekuatan tubuh. Selama mereka dapat berlatih disana untuk sementara waktu maka kekuatan mereka akan melonjak dengan cepat.


Selama tiga bulan Han Sen berlatih sekaligus memurnikan Pil Roh dengan Artifak yang sangat bagus. Zhong Qing sudah kembali ketempatnya dan Long Zhu menikmati hidupnya sendiri dengan Istri-Istrinya yang melayaninya.


Han Sen sudah akrab dengan tempat ini dan dia tidak perlu bimbingan apapun. Tidak banyak manfaat yang dia terima dengan berlatih ditangga Naga, Han Sen memutuskan untuk kembali dan Long Zhu terlihat sama sekali tidak peduli.


Han Sen mengaktifkan Array Teleportasi dan segera masuk. Dalam waktu sepuluh menit dia sudah berada di Istana Phoenix sembilan surga, disana penjaga Ras Monster memberi hormat kepadanya.


"Dimana Istriku ?" Tanya Han Sen dengan santai.


"Yang mulai Phoenix dan yang lainya sedang menghadang Pasukan Musuh diluar. Beliau meminta kami menjaga tempat ini dan memberitahu Tuan tentang masalah ini !" Kata mereka berdua dengan jujur.


"Hah... bajingan dari Ras mana yang berani menyerang Wilayah Istriku. Apakah mereka tidak melihat kalau aku ada disini." Han Sen menghilang dari tempatnya dan segera keluar untuk melihat musuh.


Bagaimanapun juga menyerang tempat ini adalah sebuah keberanian besar. Han Sen tidak akan memaafkan mereka ataupun memberikan pengampunan, Yao Wu dan Qing Lian sedang hamil dan mereka tidak bisa bertarung dengan resiko seperti itu.


"Berapapun jumlah kalian aku Han Sen tidak akan menyisakan satu orangpun hidup, tidak akan pernah !" Niat membunuh Han Sen meledak dan dia mempercepat lajunya.