Kesombongan Surgawi

Kesombongan Surgawi
Bab 218 - Lari


Kong Ming terus menciptakan kekacauan yang sangat besar dan membunuh tanpa pandang bulu setiap dia bertemu dengan orang lain. Puluhan, ratusan hingga ribuan orang dari berbagai Ras mati dibawah penindasan kekuatannya, di dunia ini dia adalah Tuan yang sebenarnya dan dominasinya sama sekali tidak bisa dihentikan.


Jutaan Serangga terbang kearah Han Sen dan Api Hitam menyembur dari mulutnya, dalam sekejap awan serangga itu musnah dan Han Sen masih belum sadar dengan situasinya sekarang.


Dari kejauhan Han Sen melihat kerumunan orang yang lari kearahnya. Salah satunya adalah Dong Zie, Han Sen tersenyum dengan jijik dan melesat kearahnya.


"Terakhir kali kau lari dan sekarang ini akan menjadi hari kematianmu !" Han Sen melesat kearah Dong Zhi dengan Aura membunuh yang ganas.


"Tunggu Han Sen... kita bisa membicarakannya dengan baik-baik. Jika kau membunuhku banyak kebencian yang akan terarah kepadamu dimasa depan." Teriak Dong Zie dengan ekspresi yang ketakutan.


"Persetan... aku menginginkan hidupmu." Tinju Han Sen menciptakan gema dan Qi nya membentuk seekor Naga yang menerjang kearah Dong Zie.


Tang Ru menghadang serangan Han Sen dan mengeluarkan sebuah Tameng. Ledakan yang besar dari benturan keduanya menyelamatkan Dong Zie dari kematian, namun Artifak yang ditangan Tang Ru hancur lebur dan tangannya meneteskan darah.


Feng Lei terbang kearah Han Sen namun dia tidak berniat untuk bertarung. Ekspresinya terlihat ketakutan dan dia hanya berusaha untuk kabur, Han Sen meraih kerah bajunya dan menahannya.


"Hei... apa yang sebenarnya terjadi dan mengapa kau mencoba untuk lari ?" Tanya Han Sen dengan dingin.


"Itu... Bei Xuan menggila dan membunuh semua orang. Sekarang dia berada di Alam Heaven dan menjadi Tuan Dunia, dia membantai semua orang tanpa pandang bulu dan bahkan Ras Iblis juga ikut dia bunuh. Lepaskan... aku tidak mau mati ditempat ini !" Kata Feng Lei dengan penuh ketakutan.


Han Sen melepaskannya dan Aura membunuh yang ganas terasa dari kejauhan. Jika Bei Xuan memang benar-benar berniat membunuh semua orang seharusnya dia dapat melakukannya dengan mudah, tapi dia lebih memilih melakukan kejar-kejaran yang seharusnya tidak dia lakukan sebagai Tuan Dunia.


"Baiklah... hari ini aku akan melepaskanmu Dong Zie dan untukmu Tang Ru aku akan mengingat ini baik-baik. Siapapun dibelakang kalian nantinya aku tidak akan peduli, setelah keluar dari tempat ini aku akan mengambil hidupmu !" Kata Han Sen dengan penuh kebencian.


Dong Zie dan Tang Ru merasa sangat kesal dengan penghinaan yang mereka terima, namun ini bukan saatnya khawatir dengan Han Sen dan dibelakang mereka sudah ada Monster yang sedang mengejar.


Ming Yue berhenti dan berkata, "Tuan Han... Bei Xuan sangat kuat dan apa yang kau rencanakan ?"


"Aura ini bukan milik Ras Iblis... sepertinya ada yang mengendalikan tubuh Bei Xuan. Aku akan tinggal disini dan bertarung dengannya, setelah sampai diluar maka kau harus mengatakan ini kepada Nyonya Guo. Kalian harus lari... orang ini sangat berbahaya." Kata Han Sen dengan tegas.


Kilatan cahaya hitam melintas diatas langit dan sosok ganas dari Kong Ming menunjukan dirinya, ditangannya ada seorang Gadis dari Ras Iblis yang kondisinya sangat berantakan.


Gadis itu tidak lain adalah An Miao yang sebelumnya bersama dengan Han Sen, ekspresinya terlihat ketakukan dan penuh keputusasaan.


"Dua orang lagi... Raja ini akan menyiksa kalian sepertinya !" Bei Xuan menunjukan wajah An Miao dan tertawa dengan keras.


"Sepertinya ada Jiwa sampah yang mengendalikan tubuh orang lain. Berani menyebut dirimu seorang Raja didepanku, kau masih belum memiliki kelayakan untuk itu !" Han Sen terlihat sangat santai dan tidak khawatir sama sekali.


Mata Han Sen bersinar dan dalam sekejap mata dia sudah berdiri didepan Kong Ming. Perutnya dipukul dengan keras dan Han Sen mengambil kembali An Miao dari tangannya.


Han Sen memberikan An Miao kepada Ming Yue dan berkata, "Bawa dia... aku mengenalnya dan mulai dari sini aku akan mengambil alih. Fokus saja untuk keluar dari Dunia ini dan jangan pernah berpikir untuk berbalik, dia sangat kuat dan aku tidak memiliki keyakinan penuh untuk membunuhnya !"


Ming Yue mengangguk dan menangkap An Miao, Kong Ming dengan marah menerjang kearah Han Sen dan tinjunya menciptakan gema yang sangat kuat.


*Graor.*


Jiwa Naga Surgawi meraung dengan keras dan menciptkan gelombang kejut yang saling berbenturan. Ming Yue segera mendesak Qi miliknya dan melarikan diri, entah apakah Han Sen mampu melawannya atau tidak dia sudah tidak peduli dan prioritasnya sekarang adalah lari.