
Chi Wu mengerutkan keningnya dan berkata, "Aku akan mengingatnya baik-baik !"
Chi Wu dan kelompoknya mundur dari tempat itu dan Han Sen sama sekali tidak peduli. Segera dia mengatur semuanya agar lentera ini dapat melindungi Jiwa Lu Che.
Sekarang dia harus bersabar dan setelah Han Sen mendapatkan obatnya maka dia akan segera menyembuhkan Lu Che. Empat Api Suci dia simpan didalam Istana dibawah tekanannya, seharusnya ini akan baik-baik saja dan jika Lu Siyu dapat memurnikannya maka itu akan menjadi hal yang baik.
Setelah beberapa hari semua orang dipaksa keluar dari Medan Perang Kuno. Han Sen dan Ning Hu melewati Array dan disana sudah banyak orang yang berkumpul, tapi hanya melihat mereka berdua yang keluar sepertinya kerugian ditahun ini sangatlah besar.
"Tuan Kota Ning... kau tidak melupakannya bukan ?" Tanya Han Sen dengan tegas.
"Serahkan saja kepadaku Saudara Han Sen... dimana aku bisa mencarimu, aku ingin mengundangmu dalam perjamuan atas niat baikku ?" Tanya Ning Hu dengan santai.
Han Sen mengatakan Toko Lu Siyu namun dia tidak ingin diganggu untuk beberapa waktu, Ning Hu setuju dan mereka juga membutuhkan waktu untuk istirahat. Setelah ini dia juga akan mencari informasi lebih dalam dari Han Sen, jujur saja dengan pencapaiannya ini Ning Hu benar-benar sangat penasaran.
Han Sen kembali ke Toko dan disana Lu Siyu sudah menyambutnya dengan hangat, Han Sen memberikan pelukan untuknya.
"Sudah lima tahun dan aku sangat merindukanmu." Kata Han Sen dengan jujur.
"Dimana Lu Che... apakah dia masih sibuk dengan urusan lain ?" Tanya Lu Siyu dengan penasaran.
"Aku memiliki kabar yang baik dan buruk, mari kita tutup Toko ini terlebih dahulu dan membicarakan semuanya." Han Sen dan Lu Siyu membereskan beberapa hal dan menutup Toko.
Setelah mereka sampai di kamar Han Sen menceritakan semua situasinya waktu itu, dimana awalnya dia benar-benar harus berurusan dengan Nian Wuji dan kecelakaan yang terjadi kepada Lu Che.
Lu Siyu merasa sangat sedih dan air matanya mengalir keluar, dia tidak bisa menyalahkan Han Sen karena situasinya yang juga dalam keadaan yang buruk. Setidaknya dia merasa lega bahwa Han Sen masih sempat datang dan membunuh orang itu.
Sekarang walaupun nyawa Lu Che sudah diselamatkan untuk berlatih kembali setidaknya dia membutuhkan harta perbaikan jiwa yang bagus.
"Ya... terimakasih banyak." Kata Lu Siyu yang tersenyum bahagia.
"Aku membawa hadiah yang mungkin akan membuatmu senang. Tapi pertama-tama aku akan menunjukan Adikmu terlebih dahulu." Kata Han Sen dengan santai.
Mereka berdua menghilang dan Han Sen membawa Lu Siyu kesebuah ruangan didalam Istana. Lu Che masih tidak sadarkan diri namun kondisinya jauh lebih baik, tidak lama lagi mungkin dia akan bangun dan Lu Siyu tidak tahu lagi harus bagaimana mengekspresikan perasaannya.
Han Sen membawanya berkeliling sebentar dan melihat beberapa ruangan. Han Sen sendiri juga belum melihat banyak hal karena sibuk, namun bisa dikatakan bahwa Istana Ruang ini sangatlah indah dan cocok untuk berlatih.
Han Sen memegang tangan Lu Siyu dan berkata, "Ikutlah bersama denganku.... aku tahu Kota dan Toko ini sangat berharga untukmu. Tapi akan jauh lebih aman jika kalian berdua ikut bersama denganku dan tinggal disini !"
"Kau salah.... bagiku hanya kau dan Adikku saja yang berharga. Kemanapun kau pergi kami akan ikut, jika kau membutuhkan pemurnian Pil Roh maka biarkan aku yang melakukannya. Terlebih kita harus mencari obat untuk menyembuhkan Lu Che sepenuhnya !" Kata Lu Siyu dengan jujur.
Han Sen memeluk Lu Siyu dan merasa sangat senang, "Terimakasih sudah mau menuruti keegoisanku. Jika kau memiliki waktu luang murnikan saja salah satu dari Api Suci."
"Sekarang aku akan memurnikannya." Kata Lu Siyu dengan tegas.
Han Sen membawanya keluar dari Istana dan kembali kekamar, "Jangan buru-buru... kau harus membuatku senang terlebih dahulu, aku sudah bekerja keras dan saatnya untuk menerima kasih sayang Istriku !"
Lu Siyu terlihat malu dan berkata, "Tolong perlakukan aku dengan lembut."
Han Sen melepaskan semua pakaiannya dan perlahan mendorongnya ketempat tidur, sentuhan yang lembut dan hangat membuat mereka berdua sangat bergairah.
Untuk sekarang Han Sen tidak ingin memikirkan apapun, setelah Lu Siyu setuju untuk pergi dengannya maka Han Sen merasa lebih nyaman karena tidak perlu mengkhawatirkannya setiap saat.