Kesombongan Surgawi

Kesombongan Surgawi
Bab 239 - Niat Pedang Tak Berbentuk


Gu Feiyan dan Han Sen saling berhadapan satu sama lain. Niat Pedang mereka saling berbenturan dan langit menunjukan perubahan yang mengerikan, mereka berdua adalah Kultivator Alam Heaven dan walaupun Kultivasi Han Sen dibawah Gu Feiyan namun kekuatan tempurnya juga tidak lemah.


Han Sen memadatkan Qi Pedang lima elemen dan mengayunkannya kedepan. Qi Pedang yang ganas menerjang langsung kearah Gu Feiyan dengan lima elemen yang saling terhubung.


Pedang dipinggang Gu Feiyan ditarik dan ayunan Pedang yang ganas menyembur. Serangan Han Sen berhasil dihancurkan namun Pedang ditangan Gu Feiyan bergetar hebat, dia harus mengakui bahwa sudah sangat lama dia tidak menemukan lawan dalam Teknik Pedang seperti ini.


"Maaf kalau lancang... memadatkan Qi Pedang sendiri sedangkan saya menggunakan Artifak, ini tidak akan menjadi pertarungan yang adil bagi kita !" Kata Gu Feiyan dengan jujur.


"Jika aku sampai mengeluarkan Pedangku maka kau akan kalah. Tapi jika kau memenuhi syarat maka aku akan mengeluarkannya dan menanggapimu dengan serius." Kata Han Sen dengan tegas.


Gu Feiyan tersenyum dan bukan hanya gelarnya saja, bahkan jika Kultivasi mereka terpaut jauh namun Han Sen masih bisa bersikap sombong dan sekarang dia tidak perlu menahan diri.


Pedang Gu Feiyan berdengung dan dia mengayunkannya beberapa kali kearah Han Sen, bilah angin yang dilapisi emas menambah tingkat ketajamannya yang melesat langsung kearah Han Sen.


Aura Han Sen meledak dan Qi Pedang membentuk sebuah kubah. Semua Bilah Pedang berhasil dibelokan oleh Han Sen dan Gu Feiyan sedikit terkejut dengan gaya pedang Han Sen yang tidak menentu.


Terkadang Qi Pedangnya terlihat sangat ganas namun sekarang terlihat selembut air yang mengikuti arus. Han Sen menggunakan kelembutan dalam Qi Pedangnya untuk mengatasi kekuatan dari ketajaman Qi Pedang miliknya, kontrolnya sangat sempurna dan orang biasa tidak mungkin bisa mempelajari hal itu dalam waktu yang singkat.


"Sepertinya kau sudah salah paham akan satu hal... disini bukan kau yang mengujiku tetapi aku yang mengujimu. Jangan lakukan serangan yang setengah-setengah... keluarkan serangan Pedang terbaikmu, bahkan jika aku terluka aku tidak akan menyalahkanmu !" Kata Han Sen dengan bangga.


Gu Feiyan terbang lebih tinggi keatas langit dan Qi Pedang miliknya menyembur, pusaran badai yang sangat ganas yang terbentuk dari Auranya bahkan menutupi seluruh penjuru Sekte Langit Biru.


"Pedang Pembelah Daratan dan Laut." Gu Feiyang menusukkan Pedangnya dan Qi Pedang yang kuat menyembur kearah Han Sen membentuk Qi Pedang Raksasa.


Han Sen tersenyum dengan puas dan tekanan dari serangan Gu Feiyan sama sekali bukan apa-apa baginya. Namun untuk mencapai tingkatan seperti ini Gu Feiyan pasti sangat jenius dalam Teknik Pedang dan Han Sen akan menanggapinya dengan serius.


Perlahan dia menarik Pedang Kekacauan dari dalam tubuhnya dan berkata, "Teknik Pedang Tanpa Bentuk... Pembunuh Pedang."


Han Sen mengayunkannya dengan sekuat tenaga dan Qi Pedang miliknya sudah seperti ombak besar yang dapat menelan apapun. Qi Pedang milik Gu Feiyan ditelan dan dalam waktu sekejap Qi Pedang itu hancur dilahap habis.


Ombak Hitam itu memancarkan Aura penghancur yang mengerikan, namun sesaat akan mengenai Gu Feiyan tiba-tiba Ombak Qi Pedang Hitam itu menghilang dan Han Sen menghela nafas dengan lega.


"Sudah cukup... aku mengijinkanmu menjadi Master dari Istriku. Jangan terlalu kecewa karena kalah, memaksaku untuk mengeluarkan gerakan terkuatku bukanlah sesuatu yang memalukan. Kau bisa kalah berkali-kali... namun Pedang ditangan tidak boleh tumpul, itulah arti dari seorang Kultivator Pedang yang sebenarnya." Kata Han Sen dengan tegas dan menyimpan kembali Pedang Kekacauan.


"Terimakasih... ini adalah pengalaman yang bagus untuk Orang Tua ini, dimasa depan saya harap Anda dapat menemani Orang Tua ini sekali lagi dalam beradu Niat Pedang." Kata Gu Feiyan dengan jujur.


"Datanglah kapanpun yang kau mau... tapi pastikan kau datang dengan pencapaian." Han Sen turun kebawah dan berniat memberitahu hal ini kepada Chai Ying.


Gu Feiyan sangat kagum dan sebelumnya dia sudah mendengar bahwa Kultivator diwaktu dulu sangatlah kuat. Terutama Kesombongan Surgawi yang legendaris, dia tidak menyangka kalau dalam kehidupan ini dia akan melihat Niat Pedang sekuat itu dan sepertinya perjalanannya masih panjang dalam mencapainya.


Setelah itu Gu Feiyan mengadakan upacara penerimaan Murid, Han Sen sudah menyetujuinya dan Chai Ying juga tidak keberatan. Sekarang Chai Ying berada dibawah bimbingan orang yang tepat, terlebih dengan adanya Gu Feiyan maka Han Sen mendapatkan tambahan kekuatan demi masa depan.