
Han Sen bergegas pergi dan di Aula tamu Yao Wu sedang duduk menunggunya, "Apakah kau sangat merindukanku... belum lama kita berpisah di Ibukota dan kau sudah datang kemari !"
"Jangan bercanda... untuk sekarang aku sedang sangat serius. Ayah menyuruhku datang kemari dan membantumu mengurus Kota Api, karena kau tidak memiliki pengalaman maka aku terpaksa menyetujuinya demi kebaikan Kerajaan." Kata Yao Wu yang sedang menyangkal pernyataan Han Sen.
Han Sen tersenyum dan memeluk Yao Wu dengan erat. Merasakan Han Sen yang tiba-tiba memeluknya membuat Yao Wu sedikit panik, namun dia perlahan merasakan kehangatan jauh didalam hatinya dan tanpa sadar dia membalas pelukan Han Sen.
"Ehm... Tuan Putri... Penjaga ini masih disini !" Kata Wudie yang menunjukan sosoknya.
Yao Wu sadar dan segera melepaskan Han Sen dengan malu. Han Sen sendiri sudah menyadarinya sejak awal namun dia juga tidak terlalu peduli.
Wudie sendiri juga sangat terkejut dengan perkembangan mereka yang sangat cepat, biasanya Yao Wu akan bersikap bodoh didepan orang lain dan memasang ekspresi yang tidak peduli.
Namun ketika Yao Wu bersama dengan Han Sen maka dia akan menjadi orang yang berbeda, dia dipenuhi dengan rasa kasih sayang dan Raja memang tidak salah dalam memperhitungkan semuanya.
"Singkatnya aku sudah tahu apa niat dan tujuanmu datang kemari. Sebenarnya apa yang benar-benar ingin Raja lakukan ?" Tanya Han Sen dengan dingin.
"Yang Mulia hanya ingin menjalin hubungan yang baik dengan Tuan, sedangkan Putri datang karena inisiatifnya sendiri untuk membantu Tuan." Kata Wudie dengan hormat.
Han Sen mengangguk dan berkata, "Aku akan memperjelas semuanya disini... Yao Wu adalah orang yang aku cintai bahkan lebih dari diriku sendiri. Aku tidak akan suka jika kalian memanfaatkan perasaan kami dalam politik, jika itu hanya beberapa bantuan kecil aku mungkin bisa menyanggupinya. Namun jika ada yang berani mengancam, memaksa atau melukainya maka aku tidak keberatan menghancurkan segalanya !"
Han Sen sendiri bukanlah orang bodoh yang tidak bisa menebak jalan pikiran Raja. Jadi lebih baik menegaskannya secara langsung disini sekarang dan membiarkan mereka merenungkannya.
"Yang Mulia tidak pernah menginginkan Tuan dan Putri, namun Beliau memiliki permintaan kepada Tuan Han yang dimana harus berpartisipasi dalam Turnamen Empat Sekte dam 20 Kerajaan. Jujur saja Kerajaan Xianjiang berada diperingkat rendah, target kami yang sekarang adalah peringkat menengah."
Wudie melanjutkan, "Selain Luo Feng sekarang Kerajaan ini memiliki Tuan Han Sen sebagai jenius yang lain. Setidaknya yang mulia sekarang melihat harapan bahwa Kerajaan ini akan menjadi kelas menengah."
"2 tahun lagi... karena itulah Yang Mulia mempersiapkan semuanya dari awal." Jawab Wudie dengan jujur.
"Baiklah kalau begitu... katakan pada Raja bahwa aku bersedia ikut." Kata Han Sen dengan santai.
"Kalau begitu saya akan mengatakan kabar baik ini kepada Yang mulia. Saya pamit dan Putri akan tetap berada dibawah perlindungan Tuan Han !" Sosok Wudie menghilang dan hanya meninggalkan mereka berdua disana.
Han Sen meminta Pelayan untuk menyiapkan kamar untuk Yao Wu, dengan santai Han Sen menggandengnya dan mengajaknya berkeliling.
Mereka berdua pergi kepinggir kolam dan disana banyak bunga teratai yang bermekaran, aromanya sangat menenangkan dan Han Sen merasa kalau Yao Wu sedang memperhatikan dirinya.
"Apakah ada sesuatu yang ingin kau katakan ?" Tanya Han Sen sambil mengusap tangan Yao Wu.
Yao Wu terlihat ragu dan berkata, "Kenapa... aku memiliki bakat yang rata-rata dan selain penampilan tidak ada hal yang bagus dariku. Aku tahu kalau kau bukan orang yang seperti itu atau mengincar tahta dengan cara mendapatkanku, kenapa kau memiliki perasaan seperti itu kepadaku ?"
"Dalam hidup ada beberapa orang yang tidak bisa digantikan. Jawabannya sebenarnya sangatlah sederhana... aku tidak membutuhkan alasan untuk mencintaimu dan jika terdapat alasan atau niat lain maka itu bukan disebut cinta namun sebuah konspirasi." Kata Han Sen dengan sungguh-sungguh.
"Dari sekian banyak orang yang aku temui kau memberikan perasaan yang berbeda, kehangatan ini seolah aku sudah mengenalmu sangat lama dan sangat senang." Kata Yao Wu dengan jujur.
Han Sen mengusap wajah Yao Wu yang lembut, "Aku juga sama... mungkin dikehidupan yang sebelumnya kita adalah sepasang Kekasih dan setelah kita mati mungkin saja Surga membuat kita bersama dalam kehidupan ini."
Yao Wu sangat tersentuh dengan perkataan Han Sen dan dia akan mencoba untuk tidak menahan perasaannya. Wajah mereka saling berdekatan dan mata mereka saling bertemu, Han Sen sudah merindukan momen seperti ini dan Yao Wu juga sangat menginginkannya.
Mereka berdua berciuman dan merasakan sensasi hangat didalam hati mereka. Karena Han Sen sudah terbuka kepadanya maka dia juga harus jujur dengan hatinya, entah ini merupakan hal yang baik atau tidak setidaknya Yao Wu akan mencoba untuk percaya dengan Han Sen.