Kesombongan Surgawi

Kesombongan Surgawi
Bab 52 - Tragedi Masa Lalu


Istana Melayang itu runtuh dengan sekali ayunan Pedang dan jatuh ketanah. Tangan Shui Jing gemetaran dan Han Xuan jatuh bersama dengan Istananya.


*Groar.*


Jiwa Naga Surgawi keluar dari dalam puing dan terbang kearah Shui Jing, perlahan Jiwa Naga Surgawi menghilang dan digantikan sosok Han Xuan dengan luka goresan Pedang didadanya.


"Bahkan kau tidak sanggup untuk memegang Pedang dengan benar. Aku mengakui bahwa kau bukan satu-satunya wanitaku, tapi kau adalah salah satu orang yang berharga untukku. Jangan lakukan ini lagi... aku mungkin bisa membuat semua orang tunduk dibawah kakiku, tapi aku tidak mungkin bisa melawanmu." Kata Han Xuan dengan jujur.


Shui Jing terbang kearah Han Xuan dan diatas kepalanya terdapat Roda Bulan yang melingkar seperti sebuah mahkota. Energinya meluap dengan gila dan Shui Jing mengayunkan Pedang terus menerus.


Han Xuan terus menerus menahan serangan Shui Jing dengan lengannya dan mencoba meyakinkan Shui Jing untuk berhenti. Namun bukannya berhenti dan berbicara Shui Jing terus menyerang Han Xuan dengan ganas.


Han Sen yang melihat memori kehidupannya yang dulu merasa sangat sedih. Terlebih dia juga dapat merasakan perasaan dari Shui Jing yang putus asa sekarang.


Setelah setengah hari bertarung mereka berdua akhirnya berhenti. Shui Jing terlihat sangat kelelahan dan Han Xuan penuh dengan darah dilengannya, Han Xuan sama sekali tidak melawan dan hanya bertahan.


Walaupun Pedang Shui Jing adalah Artifak Tingkat Heaven namun tubuh Naga Surgawi Han Sen sangatlah keras. Lagi pula Shui Jing tidak benar-benar ingin membunuhnya dan menyerang dirinya secara acak.


"Apakah kau sudah puas... kau tidak seperti ini sebelumnya dan bisakah kita berbicara !" Kata Han Xuan dengan sedih.


"Berbicara itu tidak mungkin... pilihannya hanya satu, kau harus mati sekarang !" Shui Jing membentuk segel dan pusaran badai Yin Qi mengurung mereka berdua.


Sebuah Bola cahaya terbentuk didepan Han Xuan dan meledak. Walaupun matanya dibutakan sementara waktu namun dia dapat melihat melalui Kesadaran Ilahinya dan dapat merasakan Shui Jing bergerak kearahnya.


Han Xuan merasakan kalau Shui Jing memeluknya dan perlahan dia mendapatkan kembali penglihatannya. Badai Yin Qi mulai berhenti dan ekspresi Han Xuan menjadi sangat pucat, darah menetes dari atas langit dan Pedang yang terbentuk dari Yin Qi menusuk dada Shui Jing.


Shui Jing sengaja melakukan ini dan jika Han Xuan tahu maka dapat dipastikan dia tidak akan bisa melakukannya. Han Xuan memang tidak bisa membunuhnya tapi dia bisa membuat dirinya mati seolah dibunuh oleh Han Xuan.


Han Xuan perlahan turun dan mengeluarkan Pil Roh, "Kenapa kau sampai melakukan ini... tolong jangan mati demi diriku. Aku akan melakukan apapun dan mendengarkanmu... tapi tolong jangan mati dengan cara seperti ini. Masih banyak hal yang ingin aku lakukan bersama denganmu !"


Shui Jing memuntahkan Pil Roh itu dan sudut mulutnya terus mengeluarkan darah, dia mengusap wajah Han Xuan dan tersenyum seolah mendapatkan kebebasannya.


"Jangan bersedih... jika saja kau dan aku tidak menjadi musuh, mungkin kita sudah hidup bahagia bersama. Jangan menyalahkan dirimu karena kematianku, semua ini adalah pilihanku sendiri dan aku tidak akan melupakan hari dimana kita bersama-sama melewati hidup dan mati. Jika saja...."


Shui Jing sudah tidak memiliki tenaga lebih dan tubuhnya bersinar dan hancur menjadi butiran cahaya, perkataannya yang terakhir yang menjadi pertanyaan besar untuk Han Xuan dimasa lalu sekarang dapat didengar Han Sen dengan jelas. Berapa kalipun dia mengingatnya dirinya selalu menangis waktu itu dan hal ini merupakan luka besar didalam hatinya.


Perkataan terakhir Shui Jing yang terakhir, "Jika saja setelah kematian aku direinkarnasikan... maka saat itulah aku berharap untuk lahir dan bertemu denganmu. Walaupun kita akan melupakan ingatan ini namun aku ingin memiliki ingatan yang baru dimana nantinya akan diisi dengan kenangan baru kita berdua, Surga apakah kau mendengarku... Tolong lebur jiwa ini menjadi keberadaan yang baru dan pertemukan aku sekali lagi dengan belahan jiwaku."


Perlahan pecahan cahaya jiwa itu menyebar dan Han Xuan menggila disana. Air matanya tidak dapat dibendung dan raungan Naga Surgawi menggema di Alam Mistik, namun raungan ini penuh dengan kesedihan yang mendalam.


Han Xuan mengamuk dengan penuh kesedihan dan menghancurkan Sekte Bulan. Entah itu Murid, Tetua ataupun Leluhur yang terlibat ataupun tidak semuanya mati ditangan Han Xuan. Bahkan area itu berubah menjadi kekosongan dan tidak ada satupun tanda kehidupan, Han Xuan mungkin tidak mati tapi sejak Shui Jing mati maka itu akan menjadi kekalahan baginya. Untuk pertama kali dalam hidupnya Han Xuan sebagai Kesombongan Surgawi hancur oleh ketidakberdayaan.


Pecahan Jiwa itu kembali berkumpul dan melawati ruang dan waktu hingga melewati 3.000 tahun. Pecahan cahaya itu masuk kedalam perut wanita bernama Yao Lan yang tidak lain adalah Istri ketiga dari Raja Wu Dao, dia dinyatakan hamil dan melahirkan seorang Bayi Wanita yang sehat yang bernama Yao Wu.