
Han Sen mengangkat menyuntikkan semua Qi Alam didalam Semesta Kecil kedalam Pedang Kekacauan. Kali ini dia tidak boleh gagal untuk membunuh dan hanya ini satu-satunya kesempatan yang dia miliki untuk membunuh Shao Yan.
Jiwa Pedang Kekacauan melesat dan diiringi tarian Naga yang melingkarinya, momentum dari serangan ini sangatlah luar biasa dan memiliki daya hancur yang sangat luar biasa.
Shao Yan tidak bisa menghindarinya karena waktu yang membekukan gerakannya. Jiwa Pedang dan Naga Surgawi menembus dadanya dan Aura yang ganas menyembur keluar dari lukanya disertai dengan darah segar.
Waktu mulai berjalan seperti biasa dan Shao Yan berteriak kesakitan. Matanya dipenuhi dengan kebencian dan kekuatan yang menyatu dengan dirinya perlahan keluar dengan paksa.
"Sialan !" Teriak Shao Yan dengan gila.
Perlahan tubuhnya mulai runtuh menjadi abu yang tertiup angin. Han Sen meringkuk ditanah menahan rasa sakit dari efek samping membekukan ruang.
Gumpalan Jiwa Shao Yan berniat untuk melarikan diri, namun Han Sen tidak berniat membiarkannya pergi begitu saja. Jiwa Naga Surgawi mengejarnya dan dengan cepat melahapnya, dia menguyah jiwa itu dan menjadikannya nutrisi untuk menjadi lebih kuat.
Pedang Kekacauan ditangan Han Sen perlahan mulai hancur berkeping-keping karena tidak mampu menahan jumlah besar dari Qi Alam yang dikeluarkan. Namun untungnya Jiwa Pedang Kekacauan masih tetap terhubung dengan Jiwa miliknya, jadi dia masih bisa memanfaatkannya kedepannya.
"Cough... Tempurung Kura-Kura Hitam, Pedang Kekacauan dan sekarang aku terluka cukup parah. Sialan... aku kehilangan banyak hal dalam pertarungan kali ini, jika bukan karena aku memiliki pencapaian dalam Dao Ruang Waktu maka mustahil untuk membunuhnya." Han Sen memuntahkan darah dan perlahan dia duduk untuk memulihkan tenaganya.
Jika saja Han Sen tidak membekukan gerakan Shao Yan dengan menghentikan waktu maka dapat dipastikan kalau dia akan menghindari serangannya. Untungnya Han Sen memiliki hal ini dan Shao Yan menerima Tekniknya tanpa bisa melakukan pertahanan.
Kesadaran Han Sen perlahan mulai buyar dan rasa kantuk saat ini dapat dia rasakan. Han Sen mengeluarkan sebuah Token dan menuangkan sedikit Qi miliknya.
....
Saat ini di Wilayah Pusat Aliansi Ras Manusia banyak Kapal yang mengelilingi Wilayah itu, sebuah penghalang Qi yang sangat kuat terbentuk dan semua orang sengaja menunggu hasil pertarungan Han Sen.
Didalam sebuah Kamar kelima Istri Han Sen sedang terlihat gelisah. Namun tiba-tiba Token Yao Wu mulai bercahaya dan sebuah gambaran yaitu Han Sen tiba-tiba muncul.
Mereka berlima menutup mulut mereka dan melihat kondisi Han Sen yang berantakan membuat mereka jauh lebih khawatir.
"Aku sudah menang... Bajingan itu sudah mati ditanganku. Sisanya aku serahkan kepada kalian... aku sudah tidak memiliki tenaga lebih untuk pergi kesana. Qing Lian... ada ruang bawah tanah di Istana Aliansi Manusia dan disana terdapat sebuah cermin. Prioritas utamamu adalah mendapatkan cermin itu, jika itu kau aku yakin hasilnya tidak akan mengecewakan." Kata Han Sen yang terlihat babak belur.
"Apa-apaan dengan semua darah itu !" Qing Lian berteriak dengan cemas namun panggilan Han Sen berakhir sampai disana saja.
"Sepertinya Suami kita terluka cukup parah dalam duel. Kita harus segera kesana untuk memeriksa keadaannya, dengan Token ini seharusnya mudah bagi kita untuk menemukannya !" Kata Qing Lian dengan khawatir.
Yao Wu setuju dan berkata, "Kalau begitu biarkan aku dan Chai Ying yang pergi, Kakak Qing dan yang lainya harus tetap tinggal untuk menyelesaikan tugas yang diberikannya !"
"Kau benar... kalau begitu sisanya aku serahkan kepadamu. Pastikan Suami kita baik-baik saja... gunakan apapun yang kau mau di Gudang penyimpanan selama dia membutuhkannya." Qing Lian berkata dengan tegas.
Liu Shuang dan Yun Zhi juga sependapat dengan Yao Wu, setelah mereka sepakat dengan hal ini Yao Wu dan Chai Ying pergi bersama untuk melacak keberadaan Han Sen.
Sisanya Qing Lian mengabari Pasukan lainya dan mulai melakukan serangan penuh. Formasi Pelindung Qi ini mungkin sangat kuat namun bukan berati tidak bisa dihancurkan sama sekali, dengan gabungan semua kekuatan seharusnya akan mudah untuk menghancurkannya.
Long Zhu mengawalinya dan Auranya meledak dengan gila, "Bocah Ren Qiu... orang yang kau ikuti sudah mati ditangan Kesombongan Surgawi, sekarang adalah giliranmu untuk menyusulnya pergi keneraka !"
Ren Qiu yang mendengar teriakan Long Zhu terlihat sangat panik. Shao Yan sudah mati dan tidak ada satupun orang yang dapat menyelamatkannya sekarang, setelah Pelindung Qi ini hancur maka hanya masalah waktu sampai dirinya menjadi incaran mereka semua.