
Han Sen berteriak dengan keras, "Lalu katakan saja... dimana Pulau Melayang itu, jika tidak maka aku akan membunuhmu sekarang !"
"Dibelakang Rawa ini terdapat sebuah Altar... disana adalah jalan masuknya. Tentunya Altar itu sudah sangat tua dan rapuh hingga tidak bisa digunakan lagi, itu saja yang bisa aku katakan." Hydra terlihat sangat kesal dan merasa tertekan.
Han Sen berpikir kemungkinan Altar yang dikatakan Hydra merupakan susunan untuk Array Teleportasi. Jika tebakannya benar maka dia hanya perlu memperbaikinya dan mereka berdua bisa pergi kesana.
Hydra menghentakkan kakinya dengan keras dan mendapatkan kesempatan dari kelengahan Han Sen. Logam yang tajam muncul dibawah kaki mereka dan penghalang Qi hancur berkeping-keping.
Dari ujung logam itu Racun yang kuat menyembur dengan ganas. Han Sen dan Yun Zhi terkena racun itu secara langsung, Yun Zhi merasa kalau lehernya sedang dicekik dan indranya mulai melemah.
Han Sen yang memiliki fisik yang tangguh tidak akan mundur hanya dengan sedikit racun gas. Untungnya ini bukan cairan Racun yang memiliki efek korosif, jadi kekuatan fisik Naga miliknya masih sangat mampu untuk menahannya.
Segera dia menghentikan saluran meridian ditubuh Yun Zhi agar memperlambat efek Racun dari Hydra. Han Sen terlalu banyak berpikir dan dia sudah lengah, melawan lawan yang jauh diatas tingkatannya tidak seharusnya dia membuat kesalahan sekecil ini.
"Kau !" Hydra sangat terkejut karena Han Sen masih mampu untuk berdiri.
"Bermain trik rendahan... aku memberikanmu kehidupan tapi kau lebih memilih kematian !" Han Sen membentuk Segel ditangannya dan Pedang itu berubah menjadi cahaya lima warna.
Jiwa Naga Surgawi melahap cahaya lima warna itu dan tubuhnya memancarkan kelima elemen yang sangat mengerikan. Momentumnya sangat luar biasa dan Jiwa Naga Surgawi menyemburkan gelombang cahaya lima elemen yang sangat kuat.
Cahaya itu menyapu tubuh Hydra dan jiwanya menguap. Kekuatan lima elemen membombardir tubuhnya dan perlahan mengambang dirawa.
Jiwanya menguap dan dia mati hanya menyisakan tubuhnya. Han Sen membawa Yun Zhi turun dan membantunya untuk menelan beberapa Pil Roh.
"Maaf ini kesalahanku... jika saja aku tidak lengah maka kau tidak akan berakhir seperti ini !" Kata Han Sen sambil menahan racun didalam tubuhnya.
"Diamlah... aku akan mengurusnya dan tahanlah sebentar saja." Han Sen menggendong Yun Zhi dan memberikannya harapan untuk hidup.
Segera dia membawanya pergi kebelakang rawa dan melihat Altar itu. Daerah disekitar mereka dipenuhi dengan racun dan melakukan pengobatan ditempat ini bukanlah tindakan yang baik.
Han Sen juga terkena racun itu dan hanya bisa menahan rasa sakitnya. Tubuh Beast Hydra dia simpan dan Han Sen segera mengeluarkan Kristal Divine miliknya.
Apa yang dikatakan Hydra sama sekali tidaklah benar. Alasan mengapa dia tidak bisa menggunakannya tidak lain karena tidak ada sumber energi yang cukup untuk mengaktifkannya.
Semua Kristal Divine berubah menjadi abu dan Altar mulai bercahaya. Han Sen membawa Yun Zhi bersama dengannya dan mereka dikirim oleh kekuatan ruang yang sangat kuat.
Mereka berdua dikirim disebuah taman yang terlihat tidak terawat. Langit berbintang terlihat sangat indah dan tidak jauh dari mereka, Han Sen melihat sebuah Jiwa Teratai berwarna putih bersih yang terlihat sangat dia kenali.
"Teratai Suci." Han Sen mengangkat tangannya dan perlahan kekuatan Jiwanya menuntun Jiwa Teratai Suci kepadanya.
Yun Zhi terlihat cukup menderita dan tanpa pikir panjang Han Sen memasukan Jiwa Teratai Suci kedalam tubuhnya. Jiwa Teratai Suci akan membantunya menyingkirkan semua ketidakmurnian didalam tubuhnya.
Entah itu racun, kutukan atau Qi yang dapat mengikis tubuh. Semuanya dapat disingkirkan oleh Teratai Suci, sejujurnya Han Sen sangat tertarik dengan hal ini namun dia hanya bisa pasrah.
Yun Zhi terluka karena kesalahannya dan dia harus membantunya untuk pulih. Perlahan semua racun didalam tubuh Yun Zhi keluar seperti gas, garis hitam diwajahnya menghilang dan sekarang dia kembali segar.
Namun Yun Zhi masih tidak sadarkan diri sama sekali, Han Sen merasa lega dan menyemburkan darah hitam dalam jumlah yang banyak. Buku Rahasia Alam didalam Laut Kesadarannya mulai berdengung, perlahan dengan energi alam Han Sen memaksa semua racun itu keluar.
Walaupun butuh banyak waktu dan Han Sen harus menahan rasa sakit, itu bukan suatu masalah baginya. Untungnya tempat ini kaya dengan Aura dan selama Yun Zhi baik-baik saja maka itu semua sudah cukup untuknya.