
Dihalaman Kediaman Han Sen sedang mengisi kembali Energi Alam. Membunuh Tu Jiu dengan Pedang Kekacauan menguras banyak energi alam yang dia simpan disemesta kecilnya, bahkan setelah seminggu dia hanya berhasil memulihkan setengah energi miliknya saja.
Cincin Ruang mereka juga hanya berisi sampah yang tidak berguna. Selain Batu Dimensi yang berharga tidak ada lagi yang bisa Han Sen gunakan, Batu Dimensi digunakan untuk membuka penghalang ruang dan pergi ke Alam Mistik dan ini adalah salah satu cara alternatif yang bisa Han Sen lakukan.
Suatu saat dia memang akan pergi namun tidak dengan cara ini. Han Sen lebih memilih meningkatkan kekuatannya untuk menerobos dengan paksa ke Alam Dao Fusion hingga Dunia Fana menolaknya.
Untuk sekarang dia akan menyimpan Batu Dimensi ini terlebih dahulu. Selang beberapa waktu akhirnya mereka semua kembali, seperti biasa mereka berempat sangat khawatir dengan keadaan Han Sen dan mereka tidak bisa menahan diri untuk memeriksanya.
"Tenanglah... aku baik-baik saja." Han Sen mengusap kepala mereka dan tersenyum cerah.
"Bagaimana bisa kami bisa tenang ketika mengetahui Suami kami hampir mati ditangan orang asing !" Teriak Yao Wu dengan kesal.
"Siapa yang mengatakan kalau aku hampir mati ?" Tanya Han Sen dengan kesal.
"Saya tidak mengatakan seperti itu !" Guan Lao segera mundur dan tersenyum pahit.
"Hah... aku hanya terlalu mengeluarkan banyak tenaga dan menggunakan Jiwa Naga Surgawi terlalu lama. Memang benar ada efek samping dari pertarungan itu namun itu bukan luka yang parah sampai aku hampir mati, mereka sama sekali tidak layak untuk sejajar denganku." Kata Han Sen dengan kesal.
Sejak Han Sen memiliki Pedang Kekacauan ditangannya dia hampir mustahil untuk dikalahkan dalam pertarungan satu lawan satu. Lawannya mungkin memang kuat namun dia tidak akan bisa menahan kekuatan penghancur dari Qi Kekacauan, selama Han Sen memiliki Qi yang cukup dia dapat mengerahkan kekuatan yang jauh melampaui tingkatannya.
Guan Lao memberi hormat dan berkata, "Kalau begitu bawahan ini akan mundur... apakah Kaisar memiliki perintah yang lain ?"
"Rekrut saja orang yang ingin bergabung dengan kita. Kelihatannya banyak dari mereka yang sudah meningkat dengan pesat dan kita tidak bisa melewatkan hal ini, lalu katakan kepada mereka bahwa aku akan mundur untuk waktu yang lama. Jadi mereka tidak perlu repot-repot untuk pamit !" Kata Han Sen dengan santai.
"Sesuai apa yang Kaisar perintahkan." Kata Guan Lao yang segera pergi dari tempat itu.
"Ya... apa yang dikatakan suami memang benar, aku mendapatkan manfaat serta pemahaman dari semua elemen dan dapat menggunakan semua Atribut. Bahkan aku memiliki kendali penuh atas Dunia seolah Dunia itu adalah diriku sendiri." Jawab Chai Ying dengan jujur.
"Lalu bisakah kau membawaku masuk kesana ?" Tanya Han Sen dengan penasaran.
Chai Ying mengangguk dan berdiri, dia mendesak sedikit Qi miliknya dan pusaran ruang muncul didepan mereka semua. Han Sen segera masuk kedalam dan mereka berempat mengikutinya.
Mereka semua muncul dipilar Batu yang diciptakan oleh Chai Ying. Tempat ini sangat bagus dan kaya akan Aura yang melimpah, Chai Ying memejamkan matanya dan dunia mulai berguncang.
Sebuah Bola Api keluar dari dalam tanah dan Api yang ganas seolah menusuk kulit mereka. Api ini merupakan Api Inti Bumi dan Harta sebenarnya dari Dunia Langit dan Bumi.
"Ho... kau sangat pintar karena mengeluarkan semua orang terlebih dahulu. Api Inti Bumi adalah Api yang luar biasa, levelnya mungkin masih dibawah Api Suci namun jika dibandingkan dengan Api Beast maka Api Inti Bumi jauh lebih baik." Kata Han Sen dengan jujur.
"Aku sengaja menyimpannya untuk Kakak Liu Shuang." Chai Ying menekan Api Inti Bumi dan memberikannya kepada Liu Shuang.
"Terimakasih." Liu Shuang menerimanya dan sangat senang dengan hal ini.
Chai Ying juga memberikan Bunga Yin dan Teratai Es untuk Yao Wu dan Yun Zhi. Walaupun tidak bisa dibandingkan dengan Inti Api Bumi namun hal ini sesuai dengan metode latihan mereka semua, belum lagi masih banyak Sumber Daya latihan yang belum diambil.
Han Sen menyerap energi alam dalam jumlah yang besar. Chai Ying sangat terkejut dan baru kali ini dia melihat secara langsung bagaimana Han Sen berkultivasi, Han Sen sudah seperti lubang tanpa dasar yang menyerap energi alam dalam jumlah yang mengerikan.
Namun Chai Ying berpikir kalau Han Sen memang benar-benar membutuhkannya. Jadi dia membantunya untuk menarik energi alam dan berharap untuk dia segera pulih.