Kesombongan Surgawi

Kesombongan Surgawi
Bab 60 - Pertarungan Yang Layak


Setelah beberapa hari kabar kemenangan Han Sen dalam pertarungan Arena melawan Keluarga Fan menyebar dengan sangat cepat. Tentunya ini juga menjadi berita besar dimana jenius yang mengerikan lahir.


Han Sen sendiri melawan 8 Tetua dan Kepala Keluarga yang berada di Tahap Akhir Alam Nascent Soul. Hasilnya adalah kemenangan telak untuk Han Sen dan banyak orang mengatakan bahwa Jenius pertama yang sekarang merupakan dirinya.


Han Sen sampai didepan Benteng tinggi yang melingkari Kota Api, dia merasakan niat membunuh yang sangat kuat dan seorang Pria Tua terbang kearahnya.


Pria itu bernama Fan Bai yang merupakan kepala Keluarga sebelumnya dan Ayah dari Fan Hai, sejak dia mendengar kabar kematian Putranya dia sudah bersiap untuk bertarung dan sekarang Kultivasinya berada di Alam Divine Transformasi Tahap Awal.


Fan Bai memblokir jalan Han Sen dan berkata dengan dingin, "Kau yang bernama Han Sen ?"


"Ya... siapa kau Pak Tua ?" Tanya Han Sen dengan penasaran.


"Fan Bai... aku akan mengambil hidupmu karena sudah membunuh anggota Keluarga dan Anakku, jika kau ingin balas dendam maka datanglah kepadaku. Akulah orang yang menghancurkan Keluarga Han !" Fan Bai mengeluarkan sebuah Tombak dan melesat kearah Han Sen dengan kecepatan yang gila.


Han Sen tidak berani meremehkan Fan Bai karena perbedaan tingkatan diantara mereka, dia mengeluarkan Pedangnya dan Qi Pedang yang sangat kuat mengamuk diujung Pedangnya.


Ujung Pedang dan Tombak saling berbenturan satu sama lain, Aura mereka berdua mengamuk dan keduanya sama-sama mundur kebelakang.


Fan Bai memutar Tombaknya dan melakukan gerakan menusuk, Qi menyembur dan berubah menjadi ular yang sangat besar dan bergerak langsung kearah Han Sen.


Han Sen tidak memiliki kesempatan untuk menghindar dan terkena langsung serangan itu, tubuhnya terseret kebawah dan darah menyembur dari mulutnya.


*Boom.*


Han Sen menabrak tanah dengan keras dan ledakan yang besar menggema diseluruh tempat, semua orang berkumpul dibenteng dan melihat pertarungan Kultivator yang hebat.


Han Sen keluar dengan kondisi yang terlihat berantakan dan terbang keatas langit. Fan Bai tidak menyangka kalau kekuatan seorang Tahap Awal Nascent Soul akan mengerikan seperti ini, terlebih kekuatan fisiknya yang setara dengan Kultivator Divine Transformasi dan tidak heran jika mereka semua mati ditangannya.


"Jiwa Beladiri Tombak itu sangat cocok denganmu bajingan tua. Apakah hanya itu yang kau miliki, maaf saja seranganmu itu hanya menggelitik tubuhku saja !" Kata Han Sen yang sedang memprovokasi.


Fan Bai menuangkan Qi miliknya kedalam Tombak dan perlahan Tombak itu berdengung. Fan Bai melemparkannya kearah Han Sen dan Tombak itu melesat kearahnya seperti meteor yang diselimuti Qi yang sangat kuat.


Han Sen menghindarinya dan menangkap Tombak itu dengan tangan kanannya. Namun kekuatan Tombak itu sangatlah besar dan Han Sen terus diseret kebelakang dengan jarak yang lumayan jauh.


Tangan kanannya terasa sangat panas dan perlahan dia mulai berhenti. Han Sen memutar tubuhnya dan mengembalikkan Tombak itu kearah Fan Bai.


Laju Tombak dilapisi dengan kelima elemen yang menyatu memancarkan kekuatan yang besar, Fan Bai membentuk segel ditangannya dan Tombak itu meledak.


Jiwa Tombak muncul dibelakang Fan Bai dan melesat kearah Han Sen, "Pergilah ke Neraka !"


Han Sen tidak mampu untuk menghindari serangan ini. Segera dia mendesak kekuatan jiwanya dan Jiwa Naga Surgawi meraung dengan keras.


*Groar.*


Raungan ini membuat Jiwa Tombak berguncang dan sebuah cakar Naga meraih Tombak itu, Jiwa Tombak dicengkramnya dengan kuat dan diseret masuk kedalam tubuh Han Sen.


Fan Bai memuntahkan darah dari mulutnya dan mendapatkan luka yang serius. Jiwa Beladirinya sudah hilang dan kekuatannya menurun secara drastis.


"Bajingan... kemana Jiwa Beladiriku ?" Teriak Fan Bai dengan penuh kemarahan.


"Orang yang akan mati tidak perlu tahu apapun." Han Sen terbang keatas langit dan mengepalkan tinjunya.


Api merah berkumpul ditangannya dan Han Sen meninju kedepan. Api merah menyembur dengan ganas dan membentuk Naga Api yang melesat kearah Fan Bai.


Naga Api membuka mulutnya dan melahap Fan Bai, gelombang panas menyebar dan tubuh Fan Bai terbakar sampai menjadi abu. Han Sen mengambil Cincin Ruang Fan Bai dan segera duduk untuk memulihkan dirinya.


Han Sen menelan beberapa Pil Roh dan membantunya untuk menstabilkan Jiwa serta menyembuhkan lukanya. Han Sen juga berada diambang terobosan, setelah pertarungan yang cukup sengit membuatnya sedikit terpicu untuk memulai terobosan ke Tahap Menengah Nascet Soul.