Kesombongan Surgawi

Kesombongan Surgawi
Bab 125 - Nafsu Yang Membara


Setelah seharian penuh Yun Zhi akhirnya membuka matanya, dia merasakan perbedaan dari tubuhnya dan didalam Laut Kesadaran Ilahi miliknya terdapat sebuah Teratai Putih yang melayang.


Energi yang dipancarkannya sangat luar biasa dan dapat menenangkan Jiwanya. Bahkan Jiwa Instrumen Mahkota Peri Es miliknya ikut terhubung dan menjadi lebih kuat.


Melihat sekelilingnya yang tampak asing dan Han Sen yang terlihat menahan rasa sakit didepannya. Sekarang dia baru ingat bahwa Han Sen menggendongnya saat dia terkena racun, semuanya sudah hilang dan Yun Zhi berpikir semua ini dilakukan oleh Han Sen.


"Senior Han... apakah kau baik-baik saja !" Kata Yun Zhi dengan ekspresi yang khawatir.


Han Sen tidak bisa membuka matanya dan racun dari Hydra benar-benar melemahkan tubuh serta Indranya. Namun dia masih dapat mendengar Yun Zhi dengan baik dan untuk berbicara dia masih sanggup untuk melakukannya.


"Junior tidak perlu khawatir... sebentar lagi aku juga akan pulih. Dari pada kau mengkhawatirkan diriku lebih baik sempurnakan Jiwa Teratai Suci itu dengan Jiwa Beladiri milikmu, itu adalah harta yang tak ternilai harganya dan lebih baik kau segera melakukannya." Kata Han Sen dengan sungguh-sungguh.


"Aku sudah sepenuhnya terintegritas dengan Teratai ini. Semua kotoran didalam diriku semuanya lenyap dan tubuhku jauh merasa lebih ringan dari sebelumnya." Jawab Yun Zhi dengan jujur.


"Baguslah kalau begitu." Han Sen tidak memiliki komentar lain.


"Kalau begitu maaf... kali ini biarkan aku membantu Senior Han, aku tidak tahu apakah ini berhasil atau tidak !" Yun Zhi mendekat kearah Han Sen dan memeluknya dengan erat.


Han Sen merasakan racun didalam tubuhnya keluar dan sensasi nyaman memenuhi tubuhnya, garis hitam diwajahnya perlahan mulai menghilang dan tubuhnya terlihat segar setelah beberapa waktu.


Han Sen baru tahu kalau Teratai Suci memiliki kemampuan seperti ini. Han Sen hanya membaca manfaatnya disebuah Buku Harta, tapi dia tidak menyangka kalau selama pemilik Teratai Suci ini melakukan kontak fisik maka manfaatnya juga bisa diterima orang lain.


Yun Zhi mengangkat kepalanya dan tanpa sadar mata mereka saling bertemu. Segera dia memalingkan wajahnya dan jantungnya saat ini berdegup dengan sangat kencang, ini adalah kali pertama dia dekat dengan seorang pria dan malu untuk mengakuinya.


Han Sen saat ini dipenuhi dengan nafsunya dan melihat kecantikan Yun Zhi membuatnya semakin bersemangat. Tangannya menyentuh dagu Yun Zhi dan perlahan dia mendorong wajahnya untuk menciumnya.


Yun Zhi menahan Han Sen dan berkata, "Senior.... Aku sangat malu !"


"Aku tidak tahu." Yun Zhi terlihat sangat gugup seolah dia kehilangan semua kekuatannya dan jatuh tidak berdaya.


"Maka apa yang perlu kau lakukan hanya mengikuti keinginan hatimu. Tidak perlu panik dan serahkan saja semuanya kepadaku !" Han Sen tersenyum dan mengusap wajah Yun Zhi.


Perlahan bibir mereka bersentuhan dan hasrat mereka meluap dipenuhi dengan nafsu. Han Sen melepaskan pakaian Yun Zhi dan perlahan mendorongnya untuk berbaring ditanah.


Yun Zhi menggigit bibirnya dan dengan malu untuk pertama kalinya dia merasakan kehangatan seorang Pria. Erangan manis terus keluar dari mulutnya dan sekarang mereka tidak bisa memikirkan apapun.


Setelah bercinta untuk waktu yang lama akhirnya Yun Zhi mulai sadar. Dengan malu dia berbalik dan memunggungi Han Sen, untuk sesaat dia benar-benar jatuh kepada Han Sen dan emosinya seolah sedang dipermainkan.


Han Sen adalah Pria yang terhormat, baik dan memiliki kemampuan. Terlebih apa yang sudah dia lakukan dan berikan kepadanya benar-benar membuatnya sangat senang, Yun Zhi tidak tahu apakah hal ini sudah benar atau tidak dan dia sangat bingung untuk sekarang.


Han Sen memeluk Yun Zhi dan mencium lehernya, "Ada apa ?"


"Itu... kita... " Yun Zhi terlihat bingung dan tidak tahu harus berbicara apa.


"Apanya yang kita... nasi sudah menjadi bubur dan tidak perlu memikirkan apapun. Jika kau tidak keberatan dengan Pria ini maka aku akan sepenuhnya mengambil tanggung jawan atas dirimu. Jika kau khawatir dengan Sekte Embun Beku maka lupakan saja... jika Bibi Beladirimu itu tahu maka dia mungkin akan melompat kegirangan." Han Sen berkata dengan jujur.


"Biarkan aku memikirkannya... ini masih terlalu baru untukku. Seharusnya orang seperti Senior memiliki banyak wanita bukan !" Kata Yun Zhi dengan penasaran.


"Aku memiliki tiga orang yang benar-benar aku cintai." Han Sen berterus terang.


"Ugh... Pria memang seperti itu... serakah dan tidak setia." Yun Zhi berkata dengan kesal.


"Aku memang serakah tapi aku adalah Pria yang sangat setia, didunia ini aku tidak akan menundukkan kepala kepada siapapun. Namun jika untuk Kekasihku jangankan menundukkan kepala, bahkan jika mereka menginginkan aku mati maka pada saat itu juga aku akan mengabulkan permintaan mereka." Han Sen berkata dengan tegas.