Kesombongan Surgawi

Kesombongan Surgawi
Bab 237 - Gu Feiyan


Han Sen hanya bisa pasrah dan menerima teguran dari Qing Lian. Liu Shuang yang melihat hal ini tidak bisa menahan tawanya.


Kebenarannya Han Sen memang kuat namun dia masih memiliki hati nurani serta belas kasihan kepada orang lain. Liu Shuang sangat mengenalnya dengan baik sifat Han Sen yang tidak menentu namun baik.


"Sudahlah... tidak perlu mempermasalahkan hal kecil. Ayo kita berangkat !" Han Sen mengeluarkan Kapal Kecilnya dan berangkat bersama-sama.


Setelah seminggu lebih mereka di Wilayah Ras Manusia dan bertanya arah kepada beberapa orang akhirnya mereka menemukan jalan untuk pergi. Selang beberapa waktu akhirnya Han Sen sampai di Gunung Sekte Langit Biru, walaupun tempatnya sangat besar namun Han Sen tidak melihat terlalu banyak Murid disana.


Bahkan sebaliknya Kota dibawah Gunung yang mereka atur juga terlihat sangat sepi. Han Sen tidak tahu pasti apa yang sebenarnya terjadi, dia segera menghubungi Lu Ye lewat tanda jiwanya.


Selang beberapa waktu Lu Ye datang dengan cepat dan memberi hormat, "Salam untuk Tuanku !"


Han Sen mengangguk dan memintanya untuk membawanya masuk. Lu Ye mengantarkan Han Sen dan membawakan kabar yang bagus, Yao Wu juga sudah kembali bersama Wudie dan yang lebih penting Kultivasinya berada di Tahap Akhir Alam Dao Fusion.


Sedangkan Chai Ying dan Yun Zhi berada di Tahap Menengah, mungkin tidak lama lagi mereka akan segera menyusul Yao Wu. Mereka semua berkumpul bersama dan Qing Lian secara otomatis memperkenalkan dirinya.


Dirinya cukup terkejut melihat Yao Wu dan sesuai apa yang Han Sen katakan kalau Shui Jing adalah dirinya. Namun sayangnya dia tidak memiliki ingatan kehidupan yang dulu, tapi ini cukup bagus untuk mereka berdua mengingat dulu Qing Lian selalu memusuhinya.


Han Sen pergi ke Aula Master Sekte sendirian dan disana Su Chen bersama dengan seorang Pria Tua yang sedang mengusap janggutnya. Pria itu adalah Gu Feiyan dan dalam sekali lihat Han Sen tahu kalau Pria itu sangat kuat.


"Salam untuk kalian berdua !" Han Sen mengepalkan tinjunya dan memberi salam.


"Anak yang baik... sepertinya aku tidak perlu memperkenalkan diriku karena Chai Ying mungkin sudah mengatakan semuanya." Kata Gu Feiyan sambil meminum tehnya.


"Tuan Gu terlalu menyanjung... aku berhutang kepada Anda karena sudah merawat Istriku dengan baik." Han Sen berkata dengan tulus.


"Tidak masalah... aku memang mengatakan itu kepadanya. Aku tidak ingin Istriku berhutang kepada siapapun, apalagi bergabung dengan kekuatan besar. Melihatnya saja aku sudah muak." Kata Han Sen dengan ekspresi yang dingin.


"Menarik... mengapa harus muak melihat mereka. Hanya karena kau menyebut dirimu Kesombongan Surgawi maka kau akan meneruskan jejaknya bukan ?" Tanya Gu Feiyan dengan santai.


Han Sen tersenyum dan berkata, "Tentu saja aku akan melakukannya. Membangun Pasukan dan Perang tidak ada artinya untukku, dalam hidupku aku selalu mengejar Martial Dao dan tidak memiliki niat untuk bermusuhan dengan siapapun. Mereka yang tidak tahu arti sebenarnya dari seorang Kultivator tidaklah pantas dipandang didepanku sekalipun dia berada di Tahap Akhir Alam Heaven."


Su Chen meneteskan keringat dingin dan secara tidak langsung Han Sen menghina semua orang didepan Gu Feiyan. Memang benar apa yang dikatakannya tidaklah salah namun arogansinya ketika berbicara dengan orang kuat seperti Gu Feiyan benar-benar tidak mengenal batasan.


"Kau benar... tapi apakah dirimu memang sehebat itu. Aku mengakui kau mungkin jenius diantara generasi muda dan bahkan kau sudah menerobos Alam Heaven, namun perjalananmu masih panjang untuk mencapai puncak." Kata Gu Feiyan dengan geli.


Suara langkah kaki terdengar ditelinga mereka dan Gu Feiyan merasakan Aura yang sangat kuat, Qing Lian masuk kedalam Aula dan Gu Feiyan sangat terkejut melihatnya.


Walaupun tidak ada yang pernah melihat wujud Manusia dari Qing Lian namun Aura yang ditunjukannya setingkat dengan Binatang Suci dan terasa sangat familiar.


"Phoenix... mengapa bisa ada disini !" Kata Gu Feiyan dengan penuh keterkejutan.


"Siapa kau... Ratu ini tidak pernah bertemu denganmu ?" Tanya Qing Lian dengan santai.


"Daftar Surgawi Peringkat lima... Gu Feiyan." Kata Gu Feiyan sambil meneteskan keringat dingin.


Jika dirinya harus bertarung dengan salah satu Binatang Suci maka Gu Feiyan sama sekali bukan tandingannya. Terutama Phoenix yang memiliki Api Spiritual Keabadian yang mengerikan, bahkan sekalipun dia memiliki niat pedang yang kuat Gu Feiyan tidak memiliki peluang untuk menggoresnya.