
Setelah beristirahat seharian penuh Han Sen melanjutkan pemurnian Pil Roh. Setelah sebulan akhirnya mereka menyelesaikan tugas dari Tuan Kota, Lu Che membawanya dan akan menyerahkan semuanya kepada Tuan Kota.
Lu Siyu pergi kekamar Han Sen dan menyapanya, "Tuan Han Sen... ini adalah Pil Roh yang sebelumnya Anda inginkan !"
Lu Siyu memberikan kotak obat kepada Han Sen dan didalamnya terdapat tiga buah Pil Roh Tingkat Immortal Bumi dengan kualitas sempurna. Han Sen merasa sangat senang dengan hal ini dan dia dapat merasakan energi Yin dan Yang dari Pil Roh ini.
"Terimakasih banyak... dengan ini aku bisa menerobos ke Tahap Akhir Tingkat Immortal Bumi." Han Sen menyimpannya kedalam Cincin Ruang dan merasa sangat senang.
Kemampuan Lu Siyu memang sangat menakjubkan, Han Sen tidak yakin kalau dirinya akan bisa membuat Pil Roh dengan kualitas seperti ini. Fisik Khusus dari Ras Elves benar-benar membuatnya terkagum, sayangnya Lu Siyu masih kurang dalam hal pengetahuan.
Jika dia berada dibawah bimbingan seorang Master Alkemis yang hebat pasti pencapaian masa depannya sangat luar biasa.
"Aku dengar Lu Che bergabung dengan Pasukan Tuan Kota untuk pergi ke Medan Perang Kuno ?" Tanya Han Sen dengan penasaran.
"Ya... aku sangat khawatir dengan hal ini, medan perang kuno selalu menjadi sesuatu yang besar dan tidak sedikit Kultivator yang bersaing satu sama lain disana. Lu Che adalah satu-satunya Keluargaku, tentunya aku memiliki kekhawatiran tersendiri." Kata Lu Siyu dengan jujur.
"Itu adalah hal yang wajar... walaupun kalian berdua sangat naif tapi aku yakin Adikmu dapat membedakan mana yang baik atau buruk untuknya. Lagi pula aku juga berniat untuk pergi kesana." Han Sen juga sangat tertarik untuk melihat medan perang kuno.
"Siapa juga yang naif !" Kata Lu Siyu dengan kesal.
Han Sen berdiri dan mendekat kearahnya, tanpa sadar Lu Siyu menjadi panik dan mundur kebelakang. Punggungnya menyentuh dinding dan tubuh mereka saling berdekatan, dia dengan jelas dapat mencium aroma tubuh Han Sen dan ekspresi Lu Siyu menjadi sangat merah karena malu.
"Jika kau bukan gadis yang naif maka apakah kau sengaja datang dan menggodaku. Pria dan Wanita yang sehat berada diruangan berdua, memangnya apa lagi yang bisa mereka lakukan ?" Han Sen menatap mata Lu Siyu dan sedikit menggodanya.
"A.. Aku hanya mengantar Pil Roh itu dan tidak ada maksud lain." Lu Siyu mencoba menghindar dan memalingkan wajahnya.
Han Sen menyentuh bibirnya dan mengusapnya dengan lembut, "Sesekali kau harus jujur dengan dirimu sendiri, kau menyukaiku bukan ?"
"Memangnya kita akan melakukan apa ?" Han Sen melihat ekspresi malu Lu Siyu dan semakin ingin menggodanya.
"Ugh... tolong jangan menggodaku." Lu Siyu cemberut dan merasa gugup.
Han Sen mengusap bibirnya dan tiba-tiba dia langsung mencium bibirnya. Lu Siyu merasa panik dan meremas bahu Han Sen, tubuhnya yang kaku perlahan mulai rileks dan sensasi lembut serta nafas mereka yang menyatu membuatnya merasakan sensasi yang aneh.
"Apakah kalian sudah selesai bermesraan ?" Suara Lu Che terdengar dari jendela dan mengejutkan mereka berdua.
Lu Siyu tidak sengaja menggigit bibir Han Sen dan berlari keluar ruangan dengan malu, sekarang dia tidak tahu bagaimana dia harus menunjukan wajahnya dimasa depan setelah Adiknya melihat semua itu.
"Sepertinya Kakak Ipar sangat puas dengan hal ini ?" Kata Lu Che dengan senyum yang lebar.
"Puas... ada urusan apa kau datang menggangguku ?" Tanya Han Sen sambil menyentuh bibirnya yang terasa perih.
Lu Che memberikan Token kepada Han Sen dan berkata, "Dari Tuan Nian Wuji... itu adalah Token syarat untuk masuk ke Medan Perang Kuno."
"Aku mengerti." Han Sen mengambilnya dan tidak berniat untuk lari.
Kemungkinan besar Nian Wuji sengaja memberikan Token ini dan memiliki rencana buruk terhadapnya. Han Sen tidak keluar dari Kota ini dan itu merupakan keputusan yang tepat, pada saat di Medan Perang Kuno kemungkinan dia disergap mungkin bisa terjadi dan Han Sen tidak mencoba untuk menghindarinya.
"Kakak Ipar... lebih baik ikut bersama denganku dan bergabung dengan Kelompok Tuan Kota Ning Hu. Aku yakin didepan Tuan Kota mereka tidak akan berani mengambil sikap untuk melawan !" Kata Lu Che dengan jujur.
"Kau tidak perlu khawatir dan fokus saja dengan latihanmu. Satu hal yang perlu kau tahu tentangku... dalam hidupku aku tidak akan pernah mengatakan omong kosong jika soal nyawa, aku bisa mengatasi mereka sendiri dan tidak membutuhkan perlindungan dari siapapun." Kata Han Sen dengan tegas.