
Hanya dalam tiga hari kabar dari hancurnya Keluarga Nian menyebar dengan cepat, Tuan Kota Ning Hu mengambil tindakan tegas dan tidak menghancurkan mereka tanpa ampun.
Han Sen yang tidak sengaja mendengar hal ini lebih memilih mengabaikannya, sejak awal Ning Hu sudah menjanjikannya sendiri dan kebencian mereka berakhir sampai disini.
Han Sen dan Li Siyu terus bermesraan dan tidak mengkhawatirkan urusan dunia luar. Berada didalam pelukan hangat Han Sen membuatnya sangat nyaman, dia mulai merasa senang karena memiliki pria yang dapat diandalkan.
"Aku lelah... kita akhiri disini, masih banyak waktu bagi kita melanjutkannya nanti. Terlebih bukankah kau ingin pergi sekarang dan kita harus berkemas !" Kata Lu Siyu yang terlihat lelah.
Han Sen mencium bibir Lu Siyu dan meraba tubuhnya yang lembut, "Hah... aku akan membantumu berkemas."
Mereka berdua berdiri dan mengenakan pakaian mereka. Setelah mengemasi barang-barang mereka dan mengosongkan Toko, Han Sen mengirim Lu Siyu ke Istana Ruang untuk memurnikan Api Suci.
Han Sen dapat yakin bahwa dengan fisik Khusus Lu Siyu dia dapat memurnikannya, adapun tiga lainya sengaja dia simpan. Satu untuk dirinya sendiri dan yang lainya untuk Liu Shuang dan Putrinya Han Qing.
Han Qing memiliki darah Qing Lian yaitu Phoenix dan seharusnya ini akan bagus untuk perkembangannya nanti. Han Sen bergegas keluar dan tidak ingin pamit kepada Ning Hu, dia secara diam-diam pergi ke Array Teleportasi dan pergi ke Domain River.
Han Sen harus membayar lima juta Kristal Sumber untuk sampai ditempat ini. Han Sen pergi ke Restoran dan memesan anggur yang enak, disana dia sedikit mencari informasi penting tentang Monumen Divine Dao.
Seorang Pria dengan pakaian lusuh yang tampak seperti pengemis berjalan kearah meja Han Sen dan duduk, tanpa permisi Pria itu mengambil Guci Han Sen dan meminum anggurnya.
"Fiuh... Saudara benar-benar memiliki kecintaan pada anggur yang hebat. Tidak masalahkan jika berbagi sedikit denganku ?" Kata Pria itu dengan santai.
"Kau sudah meminumnya dan apa maksud tujuanmu datang kemari ?" Tanya Han Sen dengan penasaran.
"Tidak ada alasan lain... namaku Fu Yuan dan aku adalah penikmat anggur. Sepertinya Saudara adalah pengunjung baru, jika ada pertanyaan Saudara bisa bertanya langsung kepadaku ?" Kata Fu Yuan dengan santai.
Namun karena Pria ini terlihat sangat bersahabat dan tidak menunjukan tanda permusuhan maka Han Sen akan sedikit menghilangkan rasa kecurigaannya.
"Lalu dimana aku bisa membeli dan menjual Bahan Obat dan Artifak ?" Tanya Han Sen dengan penasaran.
"Jika kau ingin melakukan transaksi semacam itu lebih baik pergi ke Pelelangan River, baru-baru ini Wilayah Misterius akan dibuka dan banyak Kultivator yang berniat untuk pergi kesana untuk mengambil alih." Kata Fu Yuan dengan jujur.
"Dimana... apakah ada batasan untuk Kultivator yang bisa masuk ?" Tanya Han Sen dengan antusias.
"Kecuali Master Domain aku rasa mereka bisa masuk kedalam. Kau hanya berada di Tahap Menengah Immortal Emas, walaupun kekuatanmu diatas rata-rata tapi pergi sama saja mencari kematian." Kata Fu Yuan dengan jujur.
"Tidak masalah... setidaknya aku pergi dengan keputusanku sendiri tanpa paksaan orang lain, dimanapun tempatnya pasti akan selalu ada bahaya. Sekalipun aku harus mati maka tidak ada penyesalan." Kata Han Sen dengan jujur.
"Masih muda tapi memiliki keteguhan hati seperti Kultivator sejati. Apakah kau Jenius dari salah satu Sekte ?" Tanya Fu Yuan dengan penasaran.
"Aku berasal dari Dunia Fana... naik ke Alam Bawah yang disebut Alam Mistik dan sekarang berada di Alam Immortal. Aku hanya Kultivator Independen yang sedang mengejar mimpinya, aku juga tidak mau bergabung dengan kekuatan lainya dan itu adalah prinsipku." Kata Han Sen dengan tegas.
"Kalau begitu semoga mimpimu tercapai !" Fu Yuan berdiri dan memberikan Liontin berwarna biru terang, "Itu hadiah dariku karena telah memberikan sedikit anggur, gunakan itu dan mungkin dimasa depan benda itu dapat menyelematkan nyawamu."
Han Sen mengepalkan tinjunya dan berterimakasih dengan tulus. Kesadaran Ilahihya dipantulkan oleh Liontin Biru ini dan Han Sen sama sekali tidak dapat merasakan fluktuasi energi didalamnya.
Namun dia tidak ingin terlalu banyak berpikir dan memakainya. Mungkin ada suatu misteri didalamnya dan Han Sen tidak tahu apakah hal ini baik atau buruk baginya, untuk sekarang lebih baik dia tidak menyinggung Pria itu dan memakainya dengan patuh.