Kesombongan Surgawi

Kesombongan Surgawi
Bab 213 - Penjelajahan Dimulai


Tang Ru dan Dong Zie sangat muak dengan arogansi yang Han Sen tunjukan. Mereka adalah Kultivator yang berada di Tahap Akhir Alam Dao Fusion dan tidak ada alasan untuk merendah oleh Han Sen yang berada dibawah mereka.


Dai Yuan, Ming Yue dan Wen Tao tidak memiliki komentar apapun. Walaupun Ming Yue belum lama mengenal Han Sen tapi dia dapat mengatakan dengan pasti bahwa dia tidak sedang berbicara omong kosong.


Bukti kalau Bei Xuan mengakuinya sebagai lawan sudah sangat jelas bahwa Han Sen ini benar-benar memiliki kemampuan. Seorang Alkemis yang hebat serta memiliki bakat yang luar biasa, sikapnya yang tegas dan tak tanggung-tanggung sudah seperti Pria yang sangat sempurna.


"Lalu Tuan Han Sen... bisakah kau membawaku bersama denganmu ?" Tanya Ming Yue dengan senyum yang cerah.


"Tidak bisa... kau tahu kondisinya dan dengan dirimu yang sekarang kau hanya akan menghambatku. Aku tidak akan memiliki wajah untuk bertemu dengan Nyonya Guo jika terjadi sesuatu yang buruk nantinya, jadilah Gadis yang patuh dan lihat saja gelombang apa yang akan terjadi nantinya." Kata Han Sen dengan santai.


"Baiklah." Ming Yue mendekat kearah telinga Han Sen dan berbisik, "Tapi jika semuanya sudah selesai dan kau dapat kembali hidup-hidup maka berjanjilah untuk menerima undangan minum teh dariku !"


Han Sen hanya bisa tersenyum pahit dan berpikir kalau Gadis ini sangat keras kepala. Dong Zie hanya bisa mengutuk didalam hatinya dan setelah semua ini selesai maka dia akan mencoba yang terbaik untuk membunuh Han Sen.


Setelah dua hari tiba-tiba seluruh Wilayah Laut Hitam berguncang. Ombak yang besar terus menerus terbentuk dan pusaran hitam yang besar mulai terbentuk, semua Kultivator melompat kedalam pusaran dan mereka yang berada di Alam Heaven tetap tinggal.


Han Sen juga masuk kedalam dan kekuatan ruang yang sangat kuat membuatnya terseret, Han Sen dikirim didasar laut yang gelap dan dia mulai menyadarkan dirinya.


Han Sen melihat cahaya yang sangat terang yang bergerak mendekatinya, dengan panik Han Sen mendesak Qi miliknya dan terbang menjauh dari cahaya itu.


Cahaya itu mengejar Han Sen sampai kepermukaan dan sosok Ikan Pemangsa yang besar terlihat sangat jelas. Han Sen keluar dari dalam air dan Ikan Pemangsa masih mengejarnya dengan gigih.


Qi Pedang lima elemen berayun dan memotong Ikan Pemangsa menjadi dua bagian. Darah yang bercampur dengan air laut hitam menarik lebih banyak Ikan Pemangsa, Han Sen mendesak Qi miliknya dan membentuk segel.


"Cih... jumlahnya benar-benar sangat banyak, untungnya daratan tidak terlalu jauh dan aku tidak perlu mengeluarkan banyak tenaga." Kata Han Sen sambil terengah-engah.


Sebuah Tombak meluncur lurus kearah kepala Han Sen, indra Han Sen sangat sensitif dan dia dengan cepat menghindarinya.


"Hehehe... dunia ini memang sangat kecil, aku tidak menyangka kalau aku akan bertemu dengan dirimu !" Sosok Dong Zie mulai menampakan wujudnya dan Tombaknya mulai kembali ketangannya.


Han Sen menatapnya dengan dingin, "Aku tidak berusaha untuk memusuhimu... tapi seranganmu pengecutmu itu sudah sangat keterlaluan."


"Hehehe... bukankah kau membicarakan soal kekuatan absolut sebelumnya. Aku hanya ingin menunjukan kepadamu apa itu yang namanya kekuatan absolut, tidak seharusnya kau menyinggungku dan sekarang hari ini akan menjadi hari kematianmu !" Kata Dong Zie dengan penuh arogansi.


"Kau terlalu banyak bicara omong kosong untuk seorang idiot. Aku ingin lihat apakah kau bisa mempertanggung jawabkan ucapanmu tadi atau tidak !" Han Sen menerjang kearah Dong Zhi dan meninjunya dengan sekuat tenaga.


Dong Zie memainkan Tombaknya dan ujungnya yang tajam berbenturan langsung dengan tinju Han Sen. Mereka berdua dipaksa mundur bersamaan, namun Dong Zie tidak berniat untuk mengalah.


Segel ditangannya terbentuk dan Auranya menyembur seperti badai. Qi miliknya memadat diujung Tombaknya dan dia melemparnya kearah Han Sen.


Tombak itu memancarkan tekanan serta momentum yang mengerikan, namun Han Sen tidak mencoba untuk menghindar sama sekali.


Tangannya berubah menjadi cakar naga yang diselimuti Qi Alam yang ganas. Cakar Naga berayun dan bertabrakan langsung dengan Tombak Dong Zie, ruang disekitar mereka mulai berubah dan retakan mulai terdengar cukup keras.


Tombak Dong Zie hancur berkeping-keping dibawah kekuatan Cakar Naga Han Sen, hal ini membuatnya sangat terkejut dan dia tidak menyangka bahwa Artifak Tingkat Dao Fusion akan hancur hanya dengan penggabungan kekuatan fisik dan jiwa yang Han Sen tunjukan.